Kampus Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045, Rektor UBM Gorontalo Tandatangani Kontrak Kinerja 2026

28 Februari 2026 Berita
Kampus Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045, Rektor UBM Gorontalo Tandatangani Kontrak Kinerja 2026

Kampus UBMG - Rektor Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo, Dr. Hj. Titin Dunggio M.Si, M.Kes menghadiri acara Penandatanganan Kontrak Kinerja Perguruan Tinggi Berdampak Tahun 2026, Senin 5 Januari 2026.

Kegiatan yang digelar di Aula Graha Diktisaintek ini dihadiri oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto serta diikuti oleh ratusan Perguruan tinggi se Indonesia.

Kegiatan penandatanganan kontrak kinerja ini sebagai upaya strategis menyatukan arah pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia, sejalan dengan visi transformasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

Didampingi Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Dr. Ir. H. Azis Rachman MM, IPM, ASEAN Eng serta Kepala LLDIKTI wilayah XVI, Munawir Sadjali Razak MA, Rektor Dr Titin Dunggio mengungkapkan, kegiatan ini menjadi upaya strategis pemerintah untuk memperkuat tata kelola pendidikan tinggi yang akuntabel, transparan, dan berorientasi pada capaian kinerja yang terukur.

"Menteri menegaskan kontrak kinerja melebihi sekadar dokumen administratif. Merupakan suatu panduan bersama agar seluruh perguruan tinggi bergerak dalam irama yang sama. Kita punya peran masing-masing untuk berjuang lebih keras lagi dalam melahirkan terobosan baru, membangkitkan industri maju, dan melakukan hilirisasi penelitian. Dengan kebersamaan, kita bisa membentuk satu orkestra nasional yang saling mengisi dan berdampak nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Tak hanya itu, menurut Mendiktisaintek, Indonesia memiliki kekuatan strategis besar melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di kampus.

Potensi ini harus dikelola secara konsisten dan berintegritas agar mampu melahirkan SDM unggul, riset yang kuat, serta hilirisasi inovasi yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam arahannya, Mendiktisaintek juga menekankan agar perguruan tinggi terus melakukan terobosan, menjaga mutu pendidikan, serta memperkuat peran dosen sebagai garda terdepan dalam melahirkan talenta masa depan.

Upaya peningkatan kesejahteraan dosen, termasuk melalui insentif riset dan penguatan ekosistem penelitian, turut menjadi perhatian pemerintah.

Penandatanganan kontrak kinerja dilakukan secara simbolis oleh perwakilan perguruan tinggi, meliputi PTN Badan Hukum (BH), PTN Badan Layanan Umum (BLU), PTN Satuan Kerja (Satker), serta PTS.

"Melalui kontrak kinerja dan arah kebijakan ini, Kemdiktisaintek menegaskan komitmennya untuk terus mengawal transformasi pendidikan tinggi yang inklusif, adaptif, dan berdampak. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi negeri dan swasta, serta mitra industri diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045," pungkas Dr. Azis Rachman. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp