Kampus UBMG – Dalam upaya memperkuat tata kelola kelembagaan serta meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan tinggi, Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) turut ambil bagian dalam kegiatan Sosialisasi Layanan Konsultasi Usul Pembukaan Program Studi Baru, Perubahan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dan Pendirian PTS yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVI pada Rabu, 27 Januari 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng, Sulawesi Utara ini menjadi forum strategis bagi perguruan tinggi swasta di wilayah Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara untuk memperoleh pemahaman komprehensif terkait kebijakan pengembangan kelembagaan pendidikan tinggi melalui sistem SIAGA (Sistem Informasi Kelembagaan Perguruan Tinggi).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVI, Munawir Sadzali Razak, MA yang dalam sambutannya menegaskan bahwa layanan konsultasi kelembagaan merupakan langkah strategis dalam memperkuat kualitas dan daya saing Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Melalui kegiatan ini kami ingin memastikan setiap perguruan tinggi memiliki pemahaman yang utuh terhadap regulasi pengembangan kelembagaan.
"Dengan demikian, proses pembukaan program studi baru, perubahan bentuk perguruan tinggi, maupun penguatan institusi dapat berjalan secara terarah, akuntabel, dan sesuai standar mutu pendidikan tinggi nasional,” ungkap Kepala LLDikti XVI Munawir Razak.
Dalam kegiatan tersebut, Universitas Bina Mandiri Gorontalo hadir bersama Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG) Dr. Azis Rachman, MM serta Ketua Program Studi S2 Manajemen Pascasarjana UBMG, Dr. Sudarsono.
Partisipasi aktif UBMG dalam forum konsultasi ini menjadi bagian dari komitmen institusi untuk terus memperkuat tata kelola universitas yang profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan mutu akademik, sejalan dengan dinamika kebijakan pendidikan tinggi nasional yang terus berkembang.
Ketua YBMG, Dr. Azis Rachman, menyampaikan bahwa kegiatan konsultasi kelembagaan yang dilaksanakan oleh LLDIKTI Wilayah XVI bersama Direktorat Kelembagaan Dikti di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia memiliki nilai strategis bagi pengembangan institusi pendidikan tinggi.
Konsultasi kelembagaan ini sangat penting bagi Universitas Bina Mandiri Gorontalo sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola universitas.
"Melalui forum ini kami memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait kebijakan pembukaan program studi baru, penguatan program pascasarjana, hingga berbagai aspek regulasi kelembagaan yang menjadi dasar pengembangan institusi ke depan,” ujar Dr. Azis.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan sistem SIAGA (Sistem Informasi Kelembagaan Perguruan Tinggi) menjadi instrumen penting dalam memastikan pengelolaan perguruan tinggi yang modern, transparan, dan berbasis data.
Penguatan tata kelola kelembagaan tidak hanya berkaitan dengan aspek administrasi institusi, tetapi juga menyangkut kualitas layanan pendidikan kepada mahasiswa dan masyarakat.
Oleh karena itu, UBMG berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan sistem dan kebijakan terbaru dari pemerintah demi meningkatkan kualitas akademik universitas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Azis menegaskan bahwa Yayasan Bina Mandiri Gorontalo terus mendorong Universitas Bina Mandiri Gorontalo untuk berkembang sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing di kawasan Indonesia Timur.
“Kami ingin UBMG tidak hanya berkembang secara kelembagaan, tetapi juga mampu menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah serta peningkatan kualitas sumber daya manusia,” tegas Dr. Azis.
Sementara itu, Fatra Dani Putri dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVI yang bertindak sebagai moderator menjelaskan bahwa kegiatan konsultasi kelembagaan ini merupakan program kolaboratif antara LLDIKTI Wilayah XVI dan Direktorat Kelembagaan Dikti Kemdiktisaintek yang dilaksanakan pada awal tahun 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Direktorat Kelembagaan Dikti Kemdiktisaintek hadir sebagai narasumber utama yang memaparkan berbagai kebijakan strategis terkait pengembangan perguruan tinggi, mulai dari klasifikasi PTS akademik, mekanisme pembukaan program studi baru, perubahan bentuk perguruan tinggi, alih kelola badan penyelenggara, hingga ketentuan perubahan lokasi kampus utama.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, Universitas Bina Mandiri Gorontalo kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat prinsip good university governance, meningkatkan akuntabilitas pengelolaan pendidikan tinggi, serta mendorong pengembangan kelembagaan universitas yang adaptif terhadap dinamika kebijakan pendidikan tinggi nasional.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi UBMG dalam membangun reputasi sebagai perguruan tinggi swasta yang progresif, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat, khususnya di kawasan Indonesia Timur. (hms)