UBMG Matangkan Pembaruan Rencana Strategis Kampus, Perkuat Transformasi Mutu Akademik dan Daya Saing Unggul Kawasan Timur Indonesia

1 April 2026 Akademik
UBMG Matangkan Pembaruan Rencana Strategis Kampus, Perkuat Transformasi Mutu Akademik dan Daya Saing Unggul Kawasan Timur Indonesia

Kampus UBMG – Merespons dinamika pendidikan tinggi dan tuntutan mutu akademik yang semakin kompetitif, Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) menggelar rapat pembahasan pembaruan Rencana Strategis (Renstra) Kampus, Rabu (21/1/2026), melalui Zoom Meeting.

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pimpinan Universitas, pimpinan Fakultas, lembaga, serta dosen untuk menyelaraskan arah kebijakan pengembangan UBMG dalam menghadapi dinamika dan tantangan pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun global.

Rapat dipandu oleh Ketua Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA) UBMG, Dr. Ikram Muhammad, M.Si, yang dalam pemaparannya menegaskan bahwa Renstra merupakan dokumen fundamental yang menentukan arah pengembangan institusi secara terukur, sistematis, dan berbasis mutu.

“Rencana Strategis UBMG disusun berdasarkan indikator kinerja yang jelas dan terukur, mulai dari input, proses, aktivitas hingga output. Renstra ini menjadi panduan utama dalam memastikan setiap program dan kebijakan institusi berjalan selaras dengan visi UBMG sebagai perguruan tinggi unggul,” ujar Dr. Ikram Muhammad.

Ia menjelaskan bahwa pembaruan Renstra UBMG juga diarahkan untuk mendukung pengembangan akademik berkelanjutan, termasuk rencana pembukaan sejumlah Program Studi (Prodi) baru pada jenjang Magister (S2) dan Doktor (S3) sebagai bagian dari penguatan kapasitas keilmuan dan kebutuhan masyarakat.

“Pengembangan Prodi S2 dan S3 merupakan langkah strategis untuk memperluas kontribusi UBMG dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul, sekaligus memperkuat posisi UBMG dalam ekosistem pendidikan tinggi di Kawasan Timur Indonesia,” tambahnya.

Pada aspek penjaminan mutu dan akreditasi, UBMG menargetkan akselerasi akreditasi unggul, dengan sasaran 10 Program Studi meraih predikat akreditasi unggul. Upaya tersebut ditopang oleh penguatan mutu akademik melalui penerapan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang mengintegrasikan kekhasan dan kearifan lokal masing-masing program studi.

“Kurikulum OBE berbasis kekhasan lokal menjadi identitas akademik UBMG. Ini penting agar lulusan tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan relevansi dengan kebutuhan daerah dan nasional,” jelas Dr. Ikram.

Lebih lanjut disampaikan bahwa pemenuhan rasio dosen dan mahasiswa ideal 1:25 menjadi perhatian serius, seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. UBMG menargetkan 20 persen dosen berkualifikasi pendidikan Doktor (S3) sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan riset.

Dalam bidang pembelajaran, UBMG mendorong optimalisasi Learning Management System (LMS) serta penerapan pembelajaran bauran (blended learning) antara luring dan daring. Transformasi pembelajaran digital ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan fleksibilitas proses belajar mengajar.

“Dosen perlu membiasakan diri memanfaatkan LMS sebagai bagian dari budaya akademik baru. Ini bukan sekadar tuntutan teknologi, tetapi kebutuhan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” tegasnya.

Renstra UBMG juga menempatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai pilar utama tridarma perguruan tinggi. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBMG diarahkan untuk memperkuat publikasi ilmiah, kepemilikan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), serta integrasi hasil penelitian ke dalam materi pembelajaran.

Sebagai bentuk penguatan peran sosial kampus, UBMG mengembangkan Kampung Binaan dan Kampung SDGs, dengan kebijakan setiap program studi memiliki minimal dua desa binaan sebagai laboratorium sosial dan pengabdian berbasis kebutuhan masyarakat.

Dalam mendukung kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), UBMG terus memperluas jejaring kerja sama dengan mitra eksternal di tingkat lokal, regional, nasional, hingga internasional. Untuk menjamin mutu kolaborasi, UBMG akan melaksanakan survei kepuasan mitra serta mengembangkan sistem informasi kerja sama yang terintegrasi. 

Pada sektor kemahasiswaan, UBMG berkomitmen memperkuat layanan mahasiswa dan lulusan sesuai standar mutu, mendorong peningkatan animo mahasiswa baru, khususnya dari luar Provinsi Gorontalo, serta mengembangkan layanan penalaran, kesehatan, kewirausahaan, konseling, dan karier mahasiswa.

“Seluruh penguatan layanan ini diarahkan untuk meningkatkan kelulusan tepat waktu mahasiswa, yang berkaitan langsung dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi,” ungkap Dr. Ikram.

Selain itu, UBMG juga merencanakan peningkatan sarana dan prasarana, meliputi ruang kelas, ruang dosen, fasilitas jurnal, serta penambahan akses jaringan WiFi bagi mahasiswa. Ke depan, UBMG akan mengembangkan Sistem Informasi Manajemen (SIM) terintegrasi untuk bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama, dan pengelolaan sumber daya manusia (PSDM).

Rapat diakhiri dengan sesi diskusi yang berlangsung dinamis, di mana pimpinan dan dosen memberikan berbagai masukan konstruktif untuk penyempurnaan Renstra UBMG agar semakin adaptif, implementatif, dan berorientasi pada mutu berkelanjutan.

Melalui pembaruan Rencana Strategis ini, UBMG menegaskan langkah transformasinya sebagai kampus unggul, berkarakter dan mengglobal, serta terus berkontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia di Kawasan Timur Indonesia. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)