You've successfully subscribed to UBM Gorontalo
Great! Next, complete checkout for full access to UBM Gorontalo
Welcome back! You've successfully signed in.
Success! Your account is fully activated, you now have access to all content.
Success! Your billing info is updated.
Billing info update failed.

Dekan FEB UBM Narasumber Dialog di TV Nasional

Humas UBM Gorontalo
Dekan FEB, Imam Mashudi S.Pd M.Pd saat menjadi narasumber dalam acara Gorontalo Menyapa, membahas soal antisipasi lonjakan harga sembako menjelang Ramadhan.

Kampus.UBMG - Menjelang bulan suci Ramadan, harga beberapa kebutuhan pokok memang mulai merambat naik. Jika diperhatikan kenaikan harga ini merupakan fenomena yang berulang setiap tahun.

Hal ini diungkapkan oleh Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo, Imam Mashudi S.Pd, M.Pd saat menjadi narasumber dalam dialog disalah satu Stasiun TV Nasional, Rabu (16/3/2022).

Sebagai pengamat ekonomi, Imam Mashudi menjelaskan, salah satu sebab kenaikan harga adalah meningkatnya permintaan konsumen, kenaikan biaya distribusi, dan psikologi pasar menjelang Ramadan.

β€œIndikasinya, sebulan menjelang bulan suci harga kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional sudah mengalami kenaikan di beberapa daerah,” ujarnya.

Tak hanya itu, kandidat doktor pendidikan ini mengungkapkan, untuk mengatasi fenomena kenaikan harga bahan pokok tersebut, sektor produksi barang kebutuhan masyarakat perlu diperkuat. Perlu peningkatan jumlah produksi barang-barang kebutuhan masyarakat pada saat terjadinya peningkatan konsumsi.

β€œJika kita kembali ke hukum ekonomi, harga memang akan naik ketika permintaan (kebutuhan masyarakat) lebih tinggi daripada penawaran. Maka, ada dua pihak yang berperan penting di sini, yaitu peran masyarakat dari sisi permintaan dan peran pemerintah dari sisi penawaran,” tambahnya.

Pada dasarnya, jika masyarakat dan pemerintah dapat bekerja sama untuk menanggulangi fenomena tahunan ini cerita kenaikan bahan kebutuhan pokok setiap jelang Ramadan tidak perlu terus terulang. (ais/rls)