Apel Kerja UBMG Perkuat Budaya Akademik dan Etos Profesionalisme Menuju Kampus Unggul Berdaya Saing Global

14 April 2026 Kegiatan
Apel Kerja UBMG Perkuat Budaya Akademik dan Etos Profesionalisme Menuju Kampus Unggul Berdaya Saing Global

Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) menggelar kegiatan Apel Kerja di lingkungan kampus pada Senin pagi (2/3/2026), bertempat di Aula Kampus UBMG. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika sebagai bagian dari konsolidasi kelembagaan dalam menyongsong awal Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026.

Apel kerja ini tidak hanya menjadi agenda rutin, namun juga menjadi ruang refleksi akademik dan penguatan nilai-nilai profesionalisme sivitas akademika dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang modern, adaptif, dan berorientasi mutu.

Ketua YBMG Dr. Azis Rachman, MM menyampaikan pesan strategis yang mengintegrasikan dimensi spiritual, kesehatan, profesionalisme kerja, serta tanggung jawab akademik sivitas perguruan tinggi.

Bekerja dalam suasana ibadah puasa harus menjadi ruang pembentukan karakter, bukan pengurangan produktivitas. 

"Kesehatan harus dijaga, tetapi kualitas kerja juga harus tetap optimal. Inilah keseimbangan antara spiritualitas dan profesionalisme,” ungkap Dr, Azis Rachman.

Dalam konteks Tri Dharma Perguruan Tinggi, Dr. Azis menegaskan bahwa dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai aktor utama pengembangan ilmu pengetahuan dan agen transformasi sosial.

“Tri Dharma Perguruan Tinggi harus dijalankan secara utuh, bukan parsial. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus terintegrasi dalam satu ekosistem akademik yang produktif, taat regulasi, dan berorientasi kebermanfaatan publik,” tegasnya.

Dr. Azis Rachman juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan pemerintah sebagai bagian dari tata kelola perguruan tinggi yang sehat.

“Profesionalisme dosen dan institusi harus sejalan dengan kepatuhan hukum dan kebijakan negara. Tata kelola akademik yang baik adalah yang kuat secara keilmuan, tertib secara administrasi, dan aman secara hukum,” tambah Dr. Azis Rachman.

Lebih lanjut, Ketua YBMG menekankan urgensi peningkatan kualitas SDM dosen melalui penguatan kompetensi akademik, peningkatan strata pendidikan, serta produktivitas riset dan publikasi ilmiah.

“Kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas dosennya. Karena itu, peningkatan strata pendidikan, penelitian, pengabdian, dan publikasi ilmiah bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi merupakan jantung dari kemajuan akademik institusi,” jelasnya.

Dalam aspek pengembangan institusi, YBMG menegaskan dukungan penuh terhadap seluruh proses akreditasi Program Studi (Prodi) di lingkungan Kampus UBMG, baik yang sedang dalam tahap persiapan maupun yang telah menyelesaikan asesmen lapangan. Hal ini dipandang sebagai instrumen utama penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Kampus UBMG saat ini juga tengah melakukan percepatan penyelesaian akhir dan renovasi fasilitas kampus, meliputi Musholla, Laboratorium, Gedung Kuliah Program Pascasarjana, serta berbagai sarana penunjang pembelajaran modern, sebagai bagian dari transformasi kampus menuju lingkungan belajar yang representatif, inklusif, dan berbasis standar nasional pendidikan tinggi.

Momentum apel kerja ini semakin bermakna dengan bersiap untuk proses visitasi pembukaan Program Studi S3 Manajemen Program Pascasarjana (PPs) di tahun 2026, yang memperkuat posisi UBMG sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Wilayah Kerja LLDikti XVI yang memiliki Prodi S3 (Doktor).

“Kehadiran Prodi S3 Manajemen bukan hanya capaian struktural, tetapi juga simbol kematangan akademik UBMG. Ini menunjukkan bahwa UBMG telah memasuki fase PTS yang berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan kepemimpinan akademik,” ungkap Dr. Azis Rachman. 

Dr. Azis juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjaga soliditas kelembagaan, memperkuat kerja kolektif, serta membangun citra UBMG sebagai kampus religius, unggul, dan berorientasi global melalui kerja nyata dan kontribusi intelektual kepada masyarakat.

“Kampus UBMG harus hadir sebagai kampus yang tidak hanya besar secara fisik, tetapi kuat secara nilai, unggul secara akademik, dan berdampak bagi masyarakat. Inilah makna kampus religius yang berorientasi global,” terang Dr. Azis.

Sementara itu, Plt. Rektor UBMG, Dr. Imam Mashudi, M.Pd, dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan institusi pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh aspek administratif, tetapi sangat ditentukan oleh konsistensi budaya akademik, kedisiplinan organisasi, serta integrasi antara aktivitas akademik dan non-akademik.

“Perguruan tinggi yang kuat adalah perguruan tinggi yang mampu menjaga dinamika aktivitas akademik dan non-akademiknya secara seimbang dan berkelanjutan. Seluruh aktivitas kampus harus berjalan dalam satu irama kelembagaan yang terukur, terencana, dan terintegrasi,” ujar Dr. Imam.

Ia menekankan bahwa semangat dan etos kerja sivitas akademika menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan awal Semester Genap 2025/2026, agar seluruh layanan pendidikan, akademik, dan administrasi berjalan secara efektif, efisien, serta berorientasi pada mutu layanan publik.

“Semangat kerja bukan hanya soal kehadiran fisik, tetapi tentang komitmen intelektual dan profesionalisme. Kita ingin UBMG menjadi kampus yang hidup secara akademik, produktif secara kelembagaan, dan progresif dalam pengembangan keilmuan,” tegas Dr. Imam.

Melalui kegiatan Apel Kerja ini, UBMG menegaskan identitasnya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mengintegrasikan nilai religiusitas, profesionalisme, keunggulan akademik, dan orientasi mengglobal dalam ekosistem pendidikan tinggi yang Unggul, Profesional dan Mengglobal. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)