Kampus UBMG – Untuk memastikan kesiapan dan kualitas pelaksanaan perkuliahan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, jajaran pimpinan Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) menggelar Rapat Koordinasi di Ruang Akreditasi Kampus UBMG, Selasa (3/3/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, dan dihadiri oleh para Wakil Rektor, Kepala Biro PSDM, para Dekan, serta Ketua Program Studi (Prodi).
Pertemuan ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebijakan akademik, memperkuat tata kelola pembelajaran, serta memastikan implementasi standar mutu pendidikan tinggi berjalan secara konsisten dan terukur.
Dalam arahannya, Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes menegaskan bahwa seluruh rencana kegiatan pembelajaran harus mengacu secara ketat pada kalender akademik yang telah ditetapkan sebagai pedoman institusi.
“Kedisiplinan terhadap kalender akademik merupakan bentuk komitmen kita terhadap tata kelola perguruan tinggi yang profesional. Ketepatan waktu dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran adalah indikator penting mutu akademik,” tegas Rektor Titin.
Lebih lanjut, Rektor menekankan bahwa implementasi pembelajaran harus sejalan dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), mulai dari penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), kehadiran dosen, metode pembelajaran berbasis student centered learning, hingga sistem evaluasi yang objektif dan transparan.
Agenda penting lainnya adalah pemetaan dosen pengampu dan sebaran mata kuliah yang didasarkan pada evaluasi kinerja dosen. Evaluasi tersebut mencakup laporan perkuliahan, keaktifan mengajar, kepatuhan terhadap beban kerja dosen (BKD), serta kualitas interaksi akademik dengan mahasiswa.
Rektor Titin juga menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang terus diperkuat di lingkungan UBMG.
“Penugasan dosen tidak boleh sekadar administratif. Harus berbasis kompetensi, rekam jejak kinerja, dan kesesuaian bidang keilmuan. Dengan demikian, proses pembelajaran benar-benar memberikan pengalaman akademik yang bermakna bagi mahasiswa,” jelas Rektor Titin.
Pendekatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dosen dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam rapat tersebut, para Ketua Prodi diminta untuk memperhatikan ekosistem akademik di masing-masing Prodi, khususnya terkait kondisi mahasiswa aktif yang akan mengikuti perkuliahan semester genap.
Data riil dan mutakhir mengenai status registrasi, jumlah mahasiswa aktif, serta potensi mahasiswa yang belum melakukan registrasi menjadi perhatian penting sebelum proses pembelajaran dimulai.
“Ketua Prodi harus memiliki data yang akurat dan terverifikasi sebelum semester berjalan. Keputusan akademik yang baik harus berbasis data. Ini adalah bagian dari tata kelola berbasis Evidence yang menjadi ciri perguruan tinggi modern,” tambah Rektor Titin.
Melalui mekanisme komunikasi yang intensif antara Prodi, Fakultas, dan Biro terkait, UBMG menargetkan seluruh proses administrasi akademik dapat terselesaikan secara efektif sebelum perkuliahan dimulai.
Rapat koordinasi juga menyoroti pelaksanaan yudisium akhir semester. Pimpinan UBMG menegaskan bahwa setelah keputusan yudisium ditetapkan secara final, tidak ada lagi proses perbaikan nilai, sehingga seluruh tahapan evaluasi harus dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur.
Hal ini merupakan bagian dari upaya menjaga integritas akademik dan akuntabilitas penilaian.
“Integritas akademik adalah fondasi reputasi institusi. Setiap nilai yang diberikan harus melalui proses evaluasi yang objektif dan terdokumentasi dengan baik,” tegas Rektor Titin.
Dalam konteks penguatan reputasi kelembagaan, UBMG juga terus menunjukkan komitmen serius dalam proses akreditasi program studi. Seluruh unit kerja diminta untuk konsisten memenuhi indikator kinerja utama dan standar mutu yang ditetapkan lembaga akreditasi.
Secara khusus, rapat turut membahas persiapan visitasi Program Studi S3 Manajemen pada Program Pascasarjana (PPs). Persiapan tersebut meliputi kelengkapan dokumen akademik, kinerja dosen, luaran penelitian, kerja sama, serta capaian pembelajaran lulusan.
“Akreditasi adalah refleksi kualitas institusi. Kita tidak hanya menyiapkan dokumen, tetapi membangun sistem yang benar-benar berjalan. Visitasi Prodi S3 Manajemen harus menjadi momentum menunjukkan kapasitas akademik UBMG di level yang lebih tinggi,” ungkap Rektor Titin.
Sebagai langkah konkret penguatan kesiapan semester genap, pimpinan UBMG mengupayakan pelaksanaan pertemuan dengan seluruh dosen pengampu mata kuliah sebelum cuti bersama Idul Fitri. Pertemuan tersebut direncanakan dapat dilaksanakan secara luring maupun daring guna memastikan kesiapan perangkat pembelajaran, RPS, serta kontrak kuliah.
Melalui rapat koordinasi ini, UBMG kembali menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul, adaptif, dan berbasis mutu. Sinergi antar pimpinan, dosen, dan pengelola program studi menjadi kunci dalam menghadirkan layanan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.
Dengan perencanaan yang sistematis, penguatan tata kelola, serta komitmen kolektif seluruh sivitas akademika, UBMG optimis pelaksanaan Semester Genap 2025/2026 akan berjalan lancar serta semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang Unggul, Berkarakter, Mengglobal, dan mendapatkan hati masyarakat di Provinsi Gorontalo serta Indonesia Timur. (hms)