Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) melalui Program Studi D3 Analis Kesehatan, Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), menggelar kegiatan Coaching Praktik Belajar Klinik (PBK) I dan Praktik Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) sebagai bagian dari pembekalan mahasiswa sebelum memasuki dunia praktik, Senin (27/7/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, MBKM, dan Kerja Sama, Ns. Andriyanto Dai, S.Kep., M.Kep., didampingi Dekan Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan, Adnan Malaha, M.Si.
Coaching ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesiapan mahasiswa dalam mengintegrasikan kompetensi akademik, keterampilan profesional, etika, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika pelayanan kesehatan dan kehidupan bermasyarakat.
Dalam sambutannya, Dekan FSTIK Adnan Malaha, M.Si. menegaskan bahwa kegiatan PKMD merupakan implementasi nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan kesehatan di lingkungan masyarakat.
"Dalam kegiatan PKMD, ketika terjun ke lapangan kita hadir secara utuh untuk memberikan keilmuan yang kita miliki. Namun setiap orang memiliki keterbatasan, sehingga kolaborasi menjadi hal yang sangat penting. Perguruan tinggi hadir di masyarakat untuk menghadirkan ide-ide baru yang dapat menjadi solusi atas berbagai persoalan. Untuk menyempurnakan ide-ide mahasiswa, ada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang berperan membimbing dan mengarahkan agar solusi yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Adnan menambahkan bahwa keberhasilan mahasiswa di lapangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan dosen pembimbing, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kunci lahirnya inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PBK I difokuskan pada penguatan kompetensi mahasiswa sebagai bekal menghadapi praktik klinik di fasilitas pelayanan kesehatan.
"PBK I lebih menitikberatkan pada pengembangan kompetensi mahasiswa. Kompetensi yang dimaksud bukan hanya kemampuan teoritis, tetapi juga keterampilan yang harus berjalan beriringan dengan kemampuan kognitif. Apa yang telah dipelajari di kelas harus mampu diterapkan secara nyata di lapangan," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Ns. Andriyanto Dai, S.Kep., M.Kep. menekankan bahwa keberhasilan mahasiswa selama menjalani PBK I maupun PKMD tidak hanya diukur dari aspek akademik dan keterampilan teknis, tetapi juga dari kedisiplinan, etika, integritas, serta perilaku profesional selama berada di lingkungan pelayanan kesehatan maupun masyarakat.
Menurutnya, setiap mahasiswa merupakan representasi Universitas Bina Mandiri Gorontalo yang membawa nama baik institusi. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu menjaga sikap, menghormati norma yang berlaku, menjunjung tinggi etika profesi, serta menjaga kerahasiaan data pasien sesuai standar pelayanan kesehatan.
"Kedisiplinan, etika, dan perilaku harus menjadi prioritas utama dalam penilaian. Ketika kalian turun ke masyarakat maupun di puskesmas, kalian bukan hanya menunjukkan kemampuan dan keterampilan, tetapi juga mempertanggungjawabkan sikap profesional sebagai calon tenaga kesehatan. Hormati privasi pasien, jangan menyebarkan data atau aktivitas pemeriksaan di media sosial. Begitu pula saat berada di desa, junjung tinggi tata krama, budaya, dan kearifan lokal yang ada di masyarakat," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar mahasiswa mampu menjadi agen perubahan yang membawa citra positif profesi tenaga kesehatan melalui pelayanan yang humanis, komunikasi yang santun, serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan coaching ini, UBMG berharap mahasiswa memiliki kesiapan yang komprehensif sebelum memasuki dunia praktik. Tidak hanya menguasai kompetensi teknis sebagai calon Ahli Madya Analis Kesehatan, mahasiswa juga diharapkan memiliki karakter yang disiplin, berintegritas, mampu bekerja dalam tim, menjunjung tinggi etika profesi, serta adaptif terhadap perkembangan dunia kerja dan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan Coaching PBK I dan PKMD ini menjadi salah satu wujud komitmen Universitas Bina Mandiri Gorontalo dalam menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan profesional, sejalan dengan visi UBMG untuk mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing, mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan kesehatan masyarakat di tingkat lokal, nasional, maupun global. (Hms)