Lewati ke konten utama
Akademik

Dari Kampus ke Dunia Kerja, UBMG Perkuat Kompetensi Mahasiswa Gizi melalui Program Magang//

29 Oktober 20263 foto
Dari Kampus ke Dunia Kerja, UBMG Perkuat Kompetensi Mahasiswa Gizi melalui Program Magang// - gambar 1 1 / 3
Dari Kampus ke Dunia Kerja, UBMG Perkuat Kompetensi Mahasiswa Gizi melalui Program Magang// - gambar 2 2 / 3
Dari Kampus ke Dunia Kerja, UBMG Perkuat Kompetensi Mahasiswa Gizi melalui Program Magang// - gambar 3 3 / 3
Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis pengalaman lapangan guna mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi dunia kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembukaan dan Coaching Magang bagi mahasiswa Program Studi S1 Gizi yang akan melaksanakan praktik lapangan di Puskesmas Pilohayanga.
 
 
Kegiatan pembukaan sekaligus coaching yang berlangsung di Ruang Akreditasi UBMG, Kamis (29/10/2026), diikuti oleh 10 mahasiswa peserta magang. Kegiatan ini dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ns. Andriyanto Dai, M.Kep., Dekan Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan, Adnan Malaha, M.Si., serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Deby Sinta Darise, M.K.M. Ketua Program Studi S1 Gizi, dr. Rita Aminiwarastuti, M.Gz., turut memberikan arahan melalui pertemuan daring.
 
 
Dalam arahannya, Ketua Program Studi S1 Gizi, dr. Rita Aminiwarastuti, menegaskan bahwa magang di puskesmas merupakan pengalaman penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan, sekaligus mengenal secara langsung kondisi dan kebutuhan kesehatan masyarakat.
 
 
Menurutnya, melalui kegiatan magang, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan kompetensi keilmuan melalui praktik dan pelayanan secara langsung di lingkungan masyarakat.
 
 
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar membangun pola pikir profesional selama menjalani magang. Mahasiswa perlu memahami bahwa kegiatan di tempat magang memiliki orientasi berbeda dengan praktikum di kampus.
 
 
"Tanamkan dalam diri bahwa di tempat magang kalian belajar untuk bekerja. Jika praktikum di kampus merupakan proses pembinaan untuk belajar praktik, maka di tempat magang kalian dibina untuk memahami dan menjalankan pekerjaan secara profesional," pesannya.
 
 
Sementara itu, Dekan Fakultas Sains, Teknologi, dan Ilmu Kesehatan, Adnan Malaha, M.Si., mengingatkan mahasiswa agar mampu mengidentifikasi berbagai persoalan kesehatan yang ditemukan selama berada di lapangan. Ia menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa dalam mengamati, mengumpulkan informasi, serta memahami permasalahan berdasarkan perspektif keilmuan yang dimiliki.
 
 
Menurutnya, pengalaman magang harus menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh gambaran nyata mengenai persoalan di masyarakat, sehingga ketika kembali ke lingkungan kampus, mereka memiliki informasi dan data yang dapat dikaji serta dikembangkan secara akademis.
 
 
Selain penguasaan kompetensi, Adnan juga menyoroti pentingnya kemampuan berkolaborasi lintas profesi. Menurutnya, lingkungan puskesmas mempertemukan berbagai tenaga kesehatan dengan latar belakang keilmuan dan tanggung jawab yang berbeda. Karena itu, mahasiswa harus mampu membangun komunikasi yang baik, menjaga kesopanan, serta menunjukkan sikap profesional dalam bekerja sama.
 
Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa merupakan representasi institusi di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap peserta magang diharapkan senantiasa menjaga etika, perilaku, dan nama baik Universitas Bina Mandiri Gorontalo.
 
 
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ns. Andriyanto Dai, M.Kep., menekankan pentingnya tanggung jawab mahasiswa dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, informasi dan edukasi yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi salah satu rujukan masyarakat dalam membangun perilaku hidup sehat.
 
 
Ia mengingatkan agar mahasiswa senantiasa memastikan kebenaran informasi sebelum menyampaikannya kepada masyarakat. Apabila menemukan hal yang belum dipahami, mahasiswa diharapkan tidak ragu untuk mengakui keterbatasan pengetahuannya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang berkompeten.
 
 
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa selama menjalani magang, mahasiswa perlu menyadari bahwa masyarakat akan memandang mereka sebagai bagian dari lingkungan pelayanan puskesmas. Dengan demikian, kemampuan berkomunikasi, cara menyampaikan informasi, keramahan, serta etika dalam berinteraksi menjadi aspek penting yang harus diperhatikan.
 
 
Melalui kegiatan pembukaan dan coaching ini, UBMG berharap 10 mahasiswa Program Studi S1 Gizi dapat memanfaatkan kesempatan magang secara optimal untuk mengembangkan kompetensi, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta membangun pengalaman kerja nyata di bidang pelayanan kesehatan masyarakat.
 
 
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UBMG dalam menghadirkan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, profesionalisme, dan kesiapan lulusan dalam menjawab kebutuhan dunia kerja serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. (Hms)

Bagikan artikel ini