Kampus UBMG — Rangkaian Kuliah Kerja
Mandiri Internasional (KKMI) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali
memberikan pengalaman belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan lingkungan
akademik dan praktik profesional bertaraf internasional, Kuala Lumpur, Senin (17/8/2026).
Mahasiswa dari kelompok Hubungan
Internasional (HI), Manajemen, serta sebagian mahasiswa Farmasi mengikuti
workshop yang diselenggarakan di Faculty
of Engineering. Kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk pemaparan
materi, tetapi dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke laboratorium untuk
mengenal sekaligus mempraktikkan penggunaan sejumlah perangkat penelitian.
Salah satu perangkat yang
diperkenalkan adalah Electroencephalography
(EEG) cap, yaitu perangkat yang digunakan untuk merekam aktivitas
listrik otak melalui elektroda yang ditempatkan pada kulit kepala. Mahasiswa
memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi tersebut dalam penelitian
neuroscience, psikologi, kesehatan, hingga pengembangan brain-computer interface.
Mahasiswa juga diperkenalkan dengan mesin FLÖTT P23, sebuah perangkat
mekanis dengan sistem kontrol yang dipelajari dalam konteks pengoperasian
industri. Melalui sesi praktik, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai fungsi
kontrol, mekanisme kerja perangkat, serta relevansinya terhadap pengelolaan
operasional di bidang teknik maupun kesehatan.
Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut
menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana teknologi
dimanfaatkan dalam kegiatan penelitian dan praktik profesional.
“Kegiatan workshop dan praktik di
laboratorium memberikan pengalaman langsung yang berbeda karena kami tidak
hanya mendapatkan teori, tetapi juga dapat melihat dan mencoba secara langsung
teknologi yang digunakan dalam penelitian. Ini membuat kami semakin memahami
pentingnya kolaborasi antara ilmu, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja,”
ungkap salah seorang mahasiswa peserta KKMI.
Pengalaman belajar lintas disiplin
tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan KKMI Internasional UBMG.
Mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga didorong untuk
membangun kemampuan adaptasi, kolaborasi, komunikasi, serta pemecahan masalah
dalam lingkungan internasional.
Pada hari yang sama, mahasiswa
kelompok Pendidikan Khusus melakukan kunjungan ke Sekolah Kebangsaan Semenyih. Kunjungan tersebut diarahkan pada
kegiatan pendampingan bagi siswa dalam mempersiapkan diri mengikuti SP Setia STEM STAR Program.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa
UBMG turut membantu siswa memahami dan menjelaskan proyek yang akan
diperlombakan. Pendampingan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk
menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan ke
dalam situasi pendidikan yang nyata.
Interaksi langsung dengan siswa juga
memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Pendidikan Khusus dalam memahami
karakteristik peserta didik, membangun komunikasi yang efektif, serta
menciptakan proses pendampingan yang mendukung kreativitas dan kepercayaan diri
siswa.
Rangkaian kegiatan tersebut
memperlihatkan bahwa KKMI Internasional UBMG tidak sekadar menjadi program
pembelajaran di luar negeri, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, beradaptasi, dan
memberikan kontribusi di lingkungan akademik maupun pendidikan
internasional.
Melalui KKMI Internasional, UBMG
terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang
relevan dengan perkembangan global sekaligus membekali mahasiswa dengan
kompetensi akademik, profesional, dan sosial. Langkah ini menjadi bagian dari
upaya UBMG dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal. (Hms)