Dari Teknologi Otak hingga Proyek STEM, Mahasiswa UBMG Rasakan Serunya Belajar di Malaysia

18 Agustus 2026 Akademik
Dari Teknologi Otak hingga Proyek STEM, Mahasiswa UBMG Rasakan Serunya Belajar di Malaysia

Kampus UBMG — Rangkaian Kuliah Kerja Mandiri Internasional (KKMI) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali memberikan pengalaman belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan lingkungan akademik dan praktik profesional bertaraf internasional, Kuala Lumpur, Senin (17/8/2026).

 

Mahasiswa dari kelompok Hubungan Internasional (HI), Manajemen, serta sebagian mahasiswa Farmasi mengikuti workshop yang diselenggarakan di Faculty of Engineering. Kegiatan tidak hanya berlangsung dalam bentuk pemaparan materi, tetapi dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke laboratorium untuk mengenal sekaligus mempraktikkan penggunaan sejumlah perangkat penelitian.

 

Salah satu perangkat yang diperkenalkan adalah Electroencephalography (EEG) cap, yaitu perangkat yang digunakan untuk merekam aktivitas listrik otak melalui elektroda yang ditempatkan pada kulit kepala. Mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan teknologi tersebut dalam penelitian neuroscience, psikologi, kesehatan, hingga pengembangan brain-computer interface.

 

Mahasiswa juga diperkenalkan dengan mesin FLÖTT P23, sebuah perangkat mekanis dengan sistem kontrol yang dipelajari dalam konteks pengoperasian industri. Melalui sesi praktik, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai fungsi kontrol, mekanisme kerja perangkat, serta relevansinya terhadap pengelolaan operasional di bidang teknik maupun kesehatan.

 

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana teknologi dimanfaatkan dalam kegiatan penelitian dan praktik profesional.

 

“Kegiatan workshop dan praktik di laboratorium memberikan pengalaman langsung yang berbeda karena kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga dapat melihat dan mencoba secara langsung teknologi yang digunakan dalam penelitian. Ini membuat kami semakin memahami pentingnya kolaborasi antara ilmu, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja,” ungkap salah seorang mahasiswa peserta KKMI.

 

Pengalaman belajar lintas disiplin tersebut menjadi bagian penting dari pelaksanaan KKMI Internasional UBMG. Mahasiswa tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga didorong untuk membangun kemampuan adaptasi, kolaborasi, komunikasi, serta pemecahan masalah dalam lingkungan internasional.

 

Pada hari yang sama, mahasiswa kelompok Pendidikan Khusus melakukan kunjungan ke Sekolah Kebangsaan Semenyih. Kunjungan tersebut diarahkan pada kegiatan pendampingan bagi siswa dalam mempersiapkan diri mengikuti SP Setia STEM STAR Program.

 

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa UBMG turut membantu siswa memahami dan menjelaskan proyek yang akan diperlombakan. Pendampingan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam situasi pendidikan yang nyata.

 

Interaksi langsung dengan siswa juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Pendidikan Khusus dalam memahami karakteristik peserta didik, membangun komunikasi yang efektif, serta menciptakan proses pendampingan yang mendukung kreativitas dan kepercayaan diri siswa.

 

Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa KKMI Internasional UBMG tidak sekadar menjadi program pembelajaran di luar negeri, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar, berkolaborasi, beradaptasi, dan memberikan kontribusi di lingkungan akademik maupun pendidikan internasional.

 

Melalui KKMI Internasional, UBMG terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan perkembangan global sekaligus membekali mahasiswa dengan kompetensi akademik, profesional, dan sosial. Langkah ini menjadi bagian dari upaya UBMG dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi yang Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal. (Hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)