Graduate Expert Forum Magister Manajemen UBMG Hadirkan Pakar Nasional dan Internasional Bahas Kepemimpinan Strategis di Era Digital
19 September 2026

Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali memperkuat ruang pertukaran pengetahuan dan wawasan global melalui Graduate Expert Forum Program Magister (S2) Manajemen dengan tema “Global Management Perspectives: Strengthening Strategic Leadership, Innovation, and Sustainable Organization in the Digital Era.”
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater Pascasarjana UBMG, Sabtu (19/9/2026), tersebut mempertemukan pakar nasional dan internasional dalam satu forum akademik untuk membahas tantangan dan peluang manajemen di tengah perubahan lingkungan bisnis dan organisasi pada era digital.
Graduate Expert Forum ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Dr. Ir. H. Azis Rachman, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., bersama para Wakil Rektor, Dekan, Kepala Program Studi Pascasarjana S2 Manajemen UBMG, sivitas akademika, serta peserta dari internal dan eksternal UBMG.
Forum tersebut menghadirkan dua pakar nasional, yakni Prof. Dr. Mursalim Nohong, S.E., M.Si.,CWM dan Dr. Drs. Herie Saksono, M.Si. Sementara dari kalangan pakar internasional hadir Ronald Q. Quinto, DPA dan Eric G. Lopez, MPA, yang merupakan akademisi dari Bataan Peninsula State University (BPSU), Filipina.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Bina Mandiri Gorontalo, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua YBMG sekaligus pembukaan kegiatan.
Dalam sambutannya, Ketua YBMG Dr. Ir. H. Azis Rachman, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng. menegaskan bahwa kehadiran akademisi internasional melalui program visiting lecturer merupakan bagian dari komitmen UBMG dalam membangun jejaring kerja sama internasional yang telah dikembangkan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
“Dengan kedatangan dosen asing atau visiting lecturer, ini merupakan bagian dari International Week yang menjadi komitmen UBMG dan sudah berjalan selama beberapa tahun,” ujar Dr. Azis.
Ia menjelaskan bahwa penguatan jejaring internasional menjadi salah satu langkah UBMG untuk memperluas koneksi akademik sekaligus membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah.
“Kita merupakan kampus kecil, tetapi kita ingin dikenal melalui jejaring kerja sama yang alhamdulillah sudah konsisten setiap tahun. Jejaring tersebut juga dapat menjadi penghubung dengan stakeholder, termasuk pemerintah daerah. Beberapa duta besar juga sudah datang, dan itu menjadi penghubung antara pihak internasional dengan pemerintah daerah,” tambahnya.
Menurut Dr. Azis, keberadaan forum akademik yang menghadirkan pakar dari dalam dan luar negeri memberikan nilai tambah bagi sivitas akademika UBMG. Selain memperluas perspektif
keilmuan, interaksi langsung dengan akademisi internasional juga membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami perkembangan manajemen dari perspektif yang lebih luas.
Usai sambutan sekaligus pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Forum kemudian memasuki agenda utama berupa diskusi dan pemaparan materi oleh para pakar
nasional dan internasional.
Sesi akademik dipandu oleh moderator Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., yang mengarahkan jalannya diskusi agar pembahasan tetap relevan dengan tema utama forum, khususnya mengenai
kepemimpinan strategis, inovasi, serta pengembangan organisasi berkelanjutan di tengah transformasi digital.
Kehadiran empat pakar dalam forum tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh perspektif yang beragam, baik dari konteks nasional maupun internasional.
Pertukaran gagasan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya wawasan akademik mahasiswa Magister Manajemen sekaligus mempertemukan teori, pengalaman, dan
perkembangan praktik manajemen kontemporer.
Melalui Graduate Expert Forum ini, Program Magister Manajemen UBMG menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik yang terbuka terhadap perspektif global.
Forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UBMG memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan keterlibatan akademisi internasional.
Kegiatan ini juga memperkuat posisi Program Magister Manajemen UBMG sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori manajemen, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk memahami dinamika kepemimpinan, inovasi, dan keberlanjutan organisasi dalam menghadapi perubahan dunia yang semakin digital dan terhubung secara global. (Hms)
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Teater Pascasarjana UBMG, Sabtu (19/9/2026), tersebut mempertemukan pakar nasional dan internasional dalam satu forum akademik untuk membahas tantangan dan peluang manajemen di tengah perubahan lingkungan bisnis dan organisasi pada era digital.
Graduate Expert Forum ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Dr. Ir. H. Azis Rachman, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., bersama para Wakil Rektor, Dekan, Kepala Program Studi Pascasarjana S2 Manajemen UBMG, sivitas akademika, serta peserta dari internal dan eksternal UBMG.
Forum tersebut menghadirkan dua pakar nasional, yakni Prof. Dr. Mursalim Nohong, S.E., M.Si.,CWM dan Dr. Drs. Herie Saksono, M.Si. Sementara dari kalangan pakar internasional hadir Ronald Q. Quinto, DPA dan Eric G. Lopez, MPA, yang merupakan akademisi dari Bataan Peninsula State University (BPSU), Filipina.
Rangkaian kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Bina Mandiri Gorontalo, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua YBMG sekaligus pembukaan kegiatan.
Dalam sambutannya, Ketua YBMG Dr. Ir. H. Azis Rachman, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng. menegaskan bahwa kehadiran akademisi internasional melalui program visiting lecturer merupakan bagian dari komitmen UBMG dalam membangun jejaring kerja sama internasional yang telah dikembangkan secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.
“Dengan kedatangan dosen asing atau visiting lecturer, ini merupakan bagian dari International Week yang menjadi komitmen UBMG dan sudah berjalan selama beberapa tahun,” ujar Dr. Azis.
Ia menjelaskan bahwa penguatan jejaring internasional menjadi salah satu langkah UBMG untuk memperluas koneksi akademik sekaligus membangun hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah.
“Kita merupakan kampus kecil, tetapi kita ingin dikenal melalui jejaring kerja sama yang alhamdulillah sudah konsisten setiap tahun. Jejaring tersebut juga dapat menjadi penghubung dengan stakeholder, termasuk pemerintah daerah. Beberapa duta besar juga sudah datang, dan itu menjadi penghubung antara pihak internasional dengan pemerintah daerah,” tambahnya.
Menurut Dr. Azis, keberadaan forum akademik yang menghadirkan pakar dari dalam dan luar negeri memberikan nilai tambah bagi sivitas akademika UBMG. Selain memperluas perspektif
keilmuan, interaksi langsung dengan akademisi internasional juga membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami perkembangan manajemen dari perspektif yang lebih luas.
Usai sambutan sekaligus pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Forum kemudian memasuki agenda utama berupa diskusi dan pemaparan materi oleh para pakar
nasional dan internasional.
Sesi akademik dipandu oleh moderator Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., yang mengarahkan jalannya diskusi agar pembahasan tetap relevan dengan tema utama forum, khususnya mengenai
kepemimpinan strategis, inovasi, serta pengembangan organisasi berkelanjutan di tengah transformasi digital.
Kehadiran empat pakar dalam forum tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh perspektif yang beragam, baik dari konteks nasional maupun internasional.
Pertukaran gagasan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkaya wawasan akademik mahasiswa Magister Manajemen sekaligus mempertemukan teori, pengalaman, dan
perkembangan praktik manajemen kontemporer.
Melalui Graduate Expert Forum ini, Program Magister Manajemen UBMG menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan ruang akademik yang terbuka terhadap perspektif global.
Forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya UBMG memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kolaborasi, pertukaran pengetahuan, dan keterlibatan akademisi internasional.
Kegiatan ini juga memperkuat posisi Program Magister Manajemen UBMG sebagai ruang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan teori manajemen, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk memahami dinamika kepemimpinan, inovasi, dan keberlanjutan organisasi dalam menghadapi perubahan dunia yang semakin digital dan terhubung secara global. (Hms)