FPPBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan mengglobal melalui penguatan program pemberdayaan perempuan dan pembangunan keluarga berkualitas.
Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Peresmian Gedung Griya Mandiri Forum Penggerak Perempuan Bina Mandiri Gorontalo (FPPBMG) yang dihadiri langsung oleh Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Republik Indonesia, Dr. Amurwani Dwi Lestariningsih, M.Hum, Jumat (8/5/2026), di kompleks Kampus UBMG.
Kehadiran Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA RI menjadi momentum strategis bagi UBMG dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan organisasi perempuan dalam mendorong pembangunan sumber daya manusia yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan.
Dr. Amurwani Dwi Lestariningsih memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah UBMG yang dinilai menghadirkan dukungan nyata terhadap pemberdayaan perempuan melalui kehadiran Griya Mandiri FPPBMG.
“Berbicara tentang perempuan tidak pernah habis untuk dibahas, karena seluruh sisi kehidupan memiliki peran perempuan di dalamnya. Kehadiran Griya Mandiri FPPBMG menunjukkan bahwa UBMG memiliki kepedulian dan dukungan nyata terhadap penguatan perempuan, keluarga, dan pembangunan masyarakat,” ungkap Deputi Amurwani Dwi.
Menurutnya, kesehatan mental perempuan menjadi aspek penting dalam membangun keluarga yang harmonis dan generasi masa depan yang berkualitas. Ia menilai perempuan memiliki peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, termasuk persoalan stunting, rendahnya capaian imunisasi, hingga persoalan kekerasan dalam rumah tangga.
Karena itu, Dr. Amurwani menekankan bahwa organisasi perempuan tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi harus turun langsung ke masyarakat untuk memberikan pendampingan dan solusi nyata.
“FPPBMG bisa menjadi agen perubahan bagi perempuan-perempuan hebat di Provinsi Gorontalo. Jangan hanya hadir dalam seremoni, tetapi hadir langsung di lapisan masyarakat untuk membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi perempuan dan keluarga,” tegasnya.
Ia juga menilai Gedung Griya Mandiri FPPBMG memiliki potensi besar sebagai pusat layanan, edukasi, pemberdayaan, dan advokasi perempuan berbasis kolaborasi akademik dan sosial kemasyarakatan.
“Gedung ini bukan sekadar fasilitas fisik, tetapi dapat menjadi ruang bersama untuk menyelesaikan berbagai persoalan perempuan di Gorontalo. Semoga gedung ini membawa keberkahan dan manfaat bagi perempuan-perempuan yang membutuhkan dukungan,” tambahnya.
Dalam paparannya, Deputi Bidang Kesetaraan Gender KemenPPPA RI juga menekankan pentingnya membangun budaya kesetaraan gender dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, komunikasi yang sehat, rasa nyaman dalam rumah tangga, serta dukungan kaum laki-laki terhadap perempuan menjadi faktor penting dalam mencegah kekerasan dan menciptakan keluarga berkualitas.
“Kesetaraan harus dimulai dari keluarga. Dukungan kecil dari seorang suami kepada istri akan menciptakan rasa aman dan menghilangkan potensi kekerasan. Perempuan yang mendapatkan support system yang baik akan lebih kuat menghadapi tantangan kehidupan,” jelasnya.
Ia turut mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas pendidikan perempuan sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Pemerintah, khususnya pada poin pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan inklusif.
“Satu laki-laki berpendidikan akan melahirkan satu generasi, tetapi satu perempuan berpendidikan dapat melahirkan ribuan generasi berkualitas,” ujarnya yang disambut antusias peserta seminar.
Lebih lanjut, Dr. Amurwani mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperkuat pengabdian berbasis riset serta pemberdayaan ekonomi keluarga melalui sektor UMKM, ketahanan pangan keluarga, dan pengembangan agroteknologi.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus mencegah perkawinan usia anak melalui peningkatan akses pendidikan tinggi bagi perempuan.
“Harapan kita, anak-anak perempuan di daerah dapat terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Pendidikan menjadi kunci untuk mencegah kemiskinan terstruktur, kekerasan, dan perkawinan usia anak,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Azis Rachman, menyampaikan Kampus UBMG terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif dan berdampak melalui berbagai program kolaboratif bersama organisasi perempuan, pemerintah, dan masyarakat.
Menurutnya, peresmian Griya Mandiri FPPBMG menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun pusat pemberdayaan perempuan yang berbasis pendidikan, inovasi, dan kewirausahaan.
“Keberadaan Griya Mandiri ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi strategis yang mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan perempuan dan keluarga di Gorontalo,” ujar Dr. Azis.
Ia juga menegaskan bahwa UBMG ingin menghadirkan kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif menciptakan gerakan sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Melalui FPPBMG, kami ingin membangun gerakan perempuan yang produktif, mandiri, dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat branding UBMG sebagai kampus unggul, berkarakter, dan mengglobal,” tutupnya. (hms)