KKMI UBMG: Belajar Ekonomi dari Fenomena Grab Surge Pricing di Kuala Lumpur

15 Agustus 2026 Akademik
KKMI UBMG: Belajar Ekonomi dari Fenomena Grab Surge Pricing di Kuala Lumpur

Kampus UBMG — Kuliah Kerja Mandiri Internasional (KKMI) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menghadirkan pengalaman pembelajaran yang kontekstual bagi mahasiswa. Pada Kamis (13/8/2026), kelompok mahasiswa nonkesehatan mengikuti pembelajaran melalui metode diskusi, kerja kelompok, dan presentasi dengan mengangkat studi kasus Grab surge pricing di Kuala Lumpur.


Pembelajaran tersebut mengajak mahasiswa memahami sejumlah konsep ekonomi, di antaranya scarcity, supply and demand, opportunity cost, serta price elasticity of demand (PED). Konsep-konsep tersebut tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi dianalisis melalui fenomena perubahan harga layanan transportasi daring yang terjadi dalam situasi tertentu.


Dalam proses pembelajaran, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk mengambil peran sebagai economic advisor. Mereka ditantang mengidentifikasi persoalan ekonomi, menganalisis faktor yang memengaruhi perubahan harga, kemudian menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah.


Pendekatan pembelajaran berbasis kasus tersebut menciptakan suasana akademik yang aktif dan partisipatif. Mahasiswa dituntut untuk menyampaikan argumentasi, bertukar gagasan dengan anggota kelompok, menyelesaikan persoalan secara kolaboratif, serta mempresentasikan hasil analisis di hadapan kelas.


Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mengasah kemampuan yang tidak hanya berkaitan dengan akademik, tetapi juga kompetensi personal dan profesional.


“Pembelajaran hari ini memberikan pengalaman yang berbeda karena kami tidak hanya menerima materi, tetapi langsung menganalisis kasus yang terjadi di lingkungan sekitar. Kami belajar bagaimana melihat suatu persoalan dari sisi ekonomi, menyusun solusi, dan menyampaikan hasilnya dengan percaya diri,” ujar salah seorang mahasiswa peserta KKMI.


Ia menambahkan, pengalaman belajar dalam lingkungan internasional turut memberikan perspektif baru bagi mahasiswa dalam melihat persoalan secara lebih luas.


“Melalui kegiatan ini, kami belajar bekerja sama, berpikir kritis, berkomunikasi, dan berani menyampaikan pendapat. Pengalaman seperti ini membuat kami lebih siap menghadapi dunia kerja dan lingkungan yang lebih luas,” tambahnya.


Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen UBMG dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era global. Melalui KKMI, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di luar negeri, tetapi juga diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, serta kepercayaan diri dalam lingkungan internasional.


Program KKMI sekaligus memperkuat langkah UBMG dalam membangun pengalaman belajar berwawasan global bagi mahasiswa. Pembelajaran yang menghubungkan teori dengan persoalan nyata diharapkan mampu melahirkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, karakter, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika masyarakat dan dunia kerja internasional.


Melalui berbagai program internasionalisasi tersebut, UBMG terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang mendorong mahasiswa untuk belajar lintas batas, berpikir global, dan berkontribusi melalui kompetensi yang dimiliki, sejalan dengan visi UBMG: Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal. (Hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)