Akademik
Mahasiswa ASP UBMG Siap Perkuat Kompetensi melalui PBL I dan Magang di Instansi Pemerintahan
3 Oktober 20261 foto
1 / 1
Kampus UBMG — Program Studi Akuntansi Sektor Publik (ASP), Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG), membuka Coaching Praktek Belajar Lapangan (PBL) I dan Magang sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar secara langsung di lingkungan kerja pemerintahan.
Kegiatan pembukaan berlangsung pada Sabtu (3/10/2026) dan menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebelum terjun ke instansi mitra.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Dekan Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik UBMG, Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D.; Direktur Perpustakaan UBMG, Desy Mantau, M.M., yang dalam kesempatan tersebut mewakili Rektor Universitas Bina Mandiri Gorontalo; Kepala Program Studi Akuntansi Sektor Publik, Dedy Suryadi, M.Ak., BKP., CA., C.FTax; serta dosen dan staf di lingkungan FPSP. Sebanyak empat mahasiswa menjadi peserta PBL I dan Magang yang akan menjalani kegiatan selama periode Oktober 2026 hingga Januari 2027.
Kepala Program Studi Akuntansi Sektor Publik UBMG, Dedy Suryadi, M.Ak., BKP., CA., C.FTax, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman praktis sesuai dengan jenjang pendidikan mahasiswa. Mahasiswa ASP semester VII akan melaksanakan magang di Biro Pemerintahan Provinsi Gorontalo, sementara mahasiswa semester V akan mengikuti PBL I di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bone Bolango.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga belajar secara langsung mengenai dinamika dan praktik kerja di lingkungan pemerintahan,” ujar Dedy.
Dekan Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik UBMG, Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., menekankan bahwa PBL dan Magang menjadi kesempatan penting bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan sekaligus menghubungkan pembelajaran di kampus dengan praktik profesional. Menurutnya, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman langsung dari para praktisi di instansi pemerintahan, baik di lingkungan BKAD maupun Biro Pemerintahan.
“Ini menjadi poin positif bagi kalian karena dapat belajar secara langsung kepada praktisi. Manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan, wawasan, dan pengalaman,” ungkap Ismail.
Lebih lanjut, Ismail mengingatkan mahasiswa agar menjaga kedisiplinan, profesionalitas, serta nama baik almamater selama berada di instansi mitra.
“Kalian merupakan ambassador Program Studi secara spesifik dan Universitas secara general. Karena membawa nama institusi, tunjukkan kemampuan, jaga disiplin, terutama disiplin waktu, dan bangun komunikasi yang baik dengan instansi tempat pelaksanaan PBL maupun magang,” tegasnya.
Ia juga meminta agar setiap kendala selama pelaksanaan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait maupun pihak program studi, disertai pemantauan yang optimal dari program studi hingga kegiatan berakhir.
Melalui pelaksanaan PBL I dan Magang ini, UBMG terus mendorong pembelajaran yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terintegrasi dengan pengalaman profesional di lapangan. Kolaborasi dengan instansi pemerintahan diharapkan mampu membentuk mahasiswa ASP yang kompeten, disiplin, adaptif, dan memiliki kesiapan memasuki dunia kerja, sekaligus memperkuat komitmen UBMG dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan sektor publik. (Hms)