Kampus UBMG - Dunia pendidikan tinggi Indonesia Timur kembali mendapatkan energi baru.
Prof. Dr. H. Basri Modding, SE, M.Si, Guru Besar dan mantan Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, resmi bergabung sebagai Dosen Tetap Yayasan Bina Mandiri Gorontalo sejak 3 Oktober 2025.
Kehadirannya diyakini menjadi pengungkit strategis dalam mendorong Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo menuju kampus unggul dan berdaya saing nasional.
Prof. Basri Modding, dikenal luas sebagai arsitek kepemimpinan akademik yang sukses mengantarkan UMI Makassar meraih predikat Perguruan Tinggi Swasta Unggul pertama di luar Pulau Jawa.
Capaian tersebut lahir dari transformasi menyeluruh tata kelola akademik, penguatan budaya mutu, peningkatan riset dan publikasi internasional, serta perluasan jejaring nasional dan global.
Lulusan Universitas Muslim Indonesia (1988), Universitas Hasanuddin (1993), dan Universitas Padjadjaran (2004) ini menapaki kepemimpinan akademik secara bertahap.
Ia memulai dari dosen, pengelola jurusan, pimpinan fakultas, Direktur Pascasarjana, hingga dipercaya memimpin sebagai Rektor UMI Makassar periode 2018–2023.
Rekam jejak tersebut menjadikannya figur dengan pengalaman lengkap dalam membangun perguruan tinggi dari fondasi hingga level unggul.
Sebagai Guru Besar bidang Manajemen, Prof. Basri Modding aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal nasional terakreditasi dan jurnal internasional bereputasi.
Fokus kajiannya pada manajemen strategis, kualitas layanan, dan kepemimpinan transformasional menjadi bekal penting dalam penguatan tata kelola perguruan tinggi modern.
Komitmen Prof. Basri Modding terhadap UBM Gorontalo ditegaskan dalam Sidang Senat Luar Biasa dalam rangka Wisuda UBM Gorontalo Angkatan VI Tahun 2025, yang digelar 21 Desember 2025 di Gedung Sumber Ria Ballroom, Kota Gorontalo.
Pada kesempatan tersebut, ia menyatakan kesiapan untuk ikut mengawal UBM Gorontalo menuju kampus unggul, berkarakter, dan berorientasi global.
“Perguruan tinggi harus berani bertransformasi. Mutu tidak dibangun dengan slogan, tetapi dengan sistem, budaya, dan kerja kolektif yang konsisten,” ujar Prof. Basri Modding.
Ke depan, penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), tata kelola akademik adaptif, riset kolaboratif, serta internasionalisasi program studi menjadi fokus utama yang diyakini mampu mempercepat lompatan mutu UBM.
Kehadiran Prof. Basri Modding bukan sekadar penambahan sumber daya akademik, melainkan simbol optimisme baru. Dari Makassar hingga Gorontalo, jejak kepemimpinannya menjadi pesan kuat bahwa perguruan tinggi di daerah memiliki peluang yang sama untuk tumbuh unggul dan diperhitungkan di tingkat nasional, bahkan global. (hms)