Kampus UBMG — Setelah menuntaskan rangkaian pembelajaran dan kegiatan akademik internasional di Malaysia, peserta Kuliah Kerja Mandiri Internasional (KKMI) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) 2026 bersiap kembali ke tanah air. Sebelum bertolak menuju Gorontalo, mahasiswa menutup rangkaian program dengan mengikuti International Medical Device Exhibition and Conference (IMDEC) 2026 dan International Conference for Innovation in Biomedical Engineering and Life Sciences (ICoBEL) 2026 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, Rabu–Kamis (26–27/8/2026).
Keikutsertaan dalam kedua agenda tersebut menjadi bagian akhir perjalanan KKMI UBMG di Malaysia sekaligus kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi, inovasi, dan solusi terkini di bidang kesehatan dalam perspektif internasional.
Sebagai visitor pada IMDEC 2026, peserta KKMI berkesempatan mengunjungi berbagai area pameran dan melihat secara langsung beragam teknologi serta peralatan medis yang dikembangkan untuk mendukung pelayanan kesehatan. Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai perkembangan industri kesehatan, inovasi teknologi, serta berbagai solusi yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan dunia kesehatan.
Pengalaman tersebut memberikan perspektif baru bagi peserta mengenai pentingnya inovasi, kolaborasi, dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung kemajuan bidang kesehatan. Interaksi langsung dengan perkembangan teknologi menjadi pengalaman pembelajaran yang melengkapi pengetahuan akademik yang diperoleh mahasiswa selama menempuh pendidikan di UBMG.
Selain mengikuti pameran, peserta KKMI UBMG menghadiri ICoBEL 2026 yang diselenggarakan di lokasi yang sama. Konferensi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai perkembangan biomedical engineering dan digital health di tingkat internasional.
Salah satu topik yang menarik perhatian peserta adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengambilan keputusan klinis serta konsep Smart Hospital melalui penerapan Digital Medicine Cabinet. Materi tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana transformasi digital dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan kualitas pelayanan kesehatan.
Bagi mahasiswa, pengalaman mengikuti IMDEC dan ICoBEL bukan sekadar menjadi bagian dari agenda KKMI, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran untuk melihat secara langsung keterkaitan antara ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan kebutuhan dunia profesional.
“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi kami. Kami tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang perkembangan biomedical engineering dan digital health, tetapi juga dapat melihat secara langsung bagaimana inovasi dan teknologi kesehatan dikembangkan di tingkat internasional. Pengalaman ini menjadi bekal berharga bagi kami untuk terus meningkatkan wawasan dan kompetensi,” ujar salah satu mahasiswa peserta KKMI UBMG.
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menandai berakhirnya perjalanan KKMI UBMG di Malaysia. Selama mengikuti program, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk belajar dalam lingkungan internasional, mengenal budaya dan lingkungan baru, serta mengembangkan kemampuan akademik, komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi.
Setelah seluruh agenda program diselesaikan, peserta KKMI UBMG dijadwalkan kembali ke Indonesia pada Kamis (27/8/2026) malam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gorontalo.
Kepulangan tersebut tidak hanya menjadi penanda berakhirnya perjalanan mahasiswa di Malaysia, tetapi juga menjadi awal dari proses membawa pulang berbagai pengetahuan, pengalaman, jejaring, dan perspektif global yang diperoleh selama program berlangsung. Bekal tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus berkembang serta memberikan kontribusi positif di lingkungan akademik dan masyarakat.
Melalui KKMI, UBMG terus memberikan ruang kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas, adaptif, dan berorientasi global. Program ini menjadi bagian dari langkah UBMG dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan sekaligus mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi, pengalaman lintas budaya, kemampuan beradaptasi, dan wawasan global.
Komitmen tersebut sejalan dengan visi Universitas Bina Mandiri Gorontalo untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter, dan mengglobal. (Hms)