Akademik
PBL dan Magang di Bandung Dimulai, Mahasiswa D-IV APD UBMG Perdalam Praktik Tata Kelola Pemerintahan Daerah
27 Oktober 20264 foto
1 / 4
2 / 4
3 / 4
4 / 4
Bandung — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik melalui kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL)/magang mahasiswa Program Studi Diploma Empat (D-IV) Administrasi Pemerintahan Daerah (APD) Angkatan I di Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman langsung di lingkungan pemerintahan sekaligus memperluas pemahaman tentang penyelenggaraan administrasi pemerintahan daerah, pelayanan publik, dan tata kelola pembangunan.
Rangkaian kegiatan diawali pada Senin (26/10/2026) melalui pengantaran mahasiswa untuk mengikuti studi kepakaran di Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung bersama Kepala Bagian Mamat Badruzaman serta di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Bandung bersama Kepala Bagian. Bertempat di Balai Kota Bandung, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat pengelolaan pendapatan daerah serta mekanisme pengadaan barang dan jasa sebagai bagian penting dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya publik.
Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), mahasiswa melanjutkan kegiatan PBL/magang dan studi kepakaran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung serta Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Kota Bandung. Selain itu, rangkaian program magang mahasiswa APD Angkatan I juga mencakup Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung. Melalui pembelajaran di berbagai instansi tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pelayanan perizinan, administrasi kependudukan, pengelolaan pendapatan daerah, pengadaan barang dan jasa, serta tata kelola pembangunan daerah.
Dosen pendamping mahasiswa, Dedy Suryadi, M.Ak., BKP., CA., C.FTax, menjelaskan bahwa pengalaman langsung di instansi pemerintahan merupakan bagian penting dalam memperkaya proses pembelajaran mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa dapat melihat secara nyata bagaimana penyelenggaraan pemerintahan daerah dijalankan, mulai dari pengelolaan pendapatan daerah di Badan Pendapatan Daerah, proses pengadaan barang dan jasa, pelayanan administrasi kependudukan dan perizinan, hingga pelaksanaan pembangunan daerah. Pengalaman tersebut membantu mahasiswa memahami hubungan antara administrasi pemerintahan, pengelolaan keuangan, kualitas pelayanan publik, dan akuntabilitas.
Dosen pendamping mahasiswa, Dedy Suryadi, M.Ak., BKP., CA., C.FTax, menjelaskan bahwa kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL)/magang dan studi kepakaran di Kota Bandung merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa Program Studi D-IV Administrasi Pemerintahan Daerah (APD) untuk memahami secara langsung praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang perkuliahan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai mekanisme kerja pemerintahan, mulai dari pengelolaan pendapatan daerah, pengadaan barang dan jasa, pelayanan perizinan dan administrasi kependudukan, hingga tata kelola pembangunan daerah. Pengalaman ini penting untuk membangun pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan administrasi pemerintahan, pengelolaan keuangan, pelayanan publik, dan akuntabilitas,” jelas Dedy.
Ia menambahkan, interaksi dengan pejabat dan pegawai instansi pemerintahan melalui observasi, diskusi, dan pengenalan proses kerja menjadi bagian penting dalam mengembangkan wawasan serta kompetensi mahasiswa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan teknis, keterampilan komunikasi, daya analisis, dan sikap profesional mahasiswa, sehingga mereka mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan serta menjadi lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel,” tutupnya. (Hms)
Rangkaian kegiatan diawali pada Senin (26/10/2026) melalui pengantaran mahasiswa untuk mengikuti studi kepakaran di Badan Pendapatan Daerah Kota Bandung bersama Kepala Bagian Mamat Badruzaman serta di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Kota Bandung bersama Kepala Bagian. Bertempat di Balai Kota Bandung, kegiatan tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal lebih dekat pengelolaan pendapatan daerah serta mekanisme pengadaan barang dan jasa sebagai bagian penting dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya publik.
Memasuki hari kedua, Selasa (27/10/2026), mahasiswa melanjutkan kegiatan PBL/magang dan studi kepakaran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Bandung serta Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi dan Tata Ruang Kota Bandung. Selain itu, rangkaian program magang mahasiswa APD Angkatan I juga mencakup Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Bandung. Melalui pembelajaran di berbagai instansi tersebut, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai pelayanan perizinan, administrasi kependudukan, pengelolaan pendapatan daerah, pengadaan barang dan jasa, serta tata kelola pembangunan daerah.
Dosen pendamping mahasiswa, Dedy Suryadi, M.Ak., BKP., CA., C.FTax, menjelaskan bahwa pengalaman langsung di instansi pemerintahan merupakan bagian penting dalam memperkaya proses pembelajaran mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa dapat melihat secara nyata bagaimana penyelenggaraan pemerintahan daerah dijalankan, mulai dari pengelolaan pendapatan daerah di Badan Pendapatan Daerah, proses pengadaan barang dan jasa, pelayanan administrasi kependudukan dan perizinan, hingga pelaksanaan pembangunan daerah. Pengalaman tersebut membantu mahasiswa memahami hubungan antara administrasi pemerintahan, pengelolaan keuangan, kualitas pelayanan publik, dan akuntabilitas.
Dosen pendamping mahasiswa, Dedy Suryadi, M.Ak., BKP., CA., C.FTax, menjelaskan bahwa kegiatan Praktik Belajar Lapangan (PBL)/magang dan studi kepakaran di Kota Bandung merupakan kesempatan berharga bagi mahasiswa Program Studi D-IV Administrasi Pemerintahan Daerah (APD) untuk memahami secara langsung praktik penyelenggaraan pemerintahan daerah.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang perkuliahan, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai mekanisme kerja pemerintahan, mulai dari pengelolaan pendapatan daerah, pengadaan barang dan jasa, pelayanan perizinan dan administrasi kependudukan, hingga tata kelola pembangunan daerah. Pengalaman ini penting untuk membangun pemahaman yang komprehensif mengenai keterkaitan administrasi pemerintahan, pengelolaan keuangan, pelayanan publik, dan akuntabilitas,” jelas Dedy.
Ia menambahkan, interaksi dengan pejabat dan pegawai instansi pemerintahan melalui observasi, diskusi, dan pengenalan proses kerja menjadi bagian penting dalam mengembangkan wawasan serta kompetensi mahasiswa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan teknis, keterampilan komunikasi, daya analisis, dan sikap profesional mahasiswa, sehingga mereka mampu menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata di lapangan serta menjadi lulusan yang kompeten dan siap berkontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, transparan, dan akuntabel,” tutupnya. (Hms)