Akademik
Perkuat Budaya Mutu, Prodi D-IV APD UBMG Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi
26 Oktober 20263 foto
1 / 3
2 / 3
3 / 3
Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui pelaksanaan asesmen lapangan akreditasi Program Studi Diploma IV (D-IV) Administrasi Pemerintahan Daerah (APD). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Akreditasi UBMG, Senin (26/10/2026), sebagai bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang berkelanjutan.
Asesmen lapangan tersebut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., Wakil Rektor I, Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA), Kepala BPSDM, Dekan Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP), Ketua Program Studi D-IV APD, serta para kepala unit pelaksana teknis (UPT) dan unsur terkait lainnya. Proses asesmen dilakukan oleh dua asesor, yakni Dr. Muh. Nur Yamin, M.Si., dari Universitas Negeri Makassar sebagai asesor I dan Sait Abdullah, S.Sos., M.Pol.Adm., Ph.D., dari Politeknik STIA LAN Bandung sebagai asesor II yaitu kedua asesor ini merupakan utusan resmi dari LAMSPAK.
Dalam sambutannya, Plt. Rektor UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan momentum penting bagi universitas untuk memperoleh masukan, arahan, dan rekomendasi dari para asesor guna memperkuat kualitas program studi serta tata kelola penjaminan mutu institusi.
“Kami memiliki harapan besar untuk mendapatkan masukan, arahan, dan bimbingan dari Bapak Muh. Nur Yamin dan Bapak Sait Abdullah mengenai hal-hal yang perlu disiapkan dan disempurnakan oleh UBMG, khususnya Program Studi D-IV Administrasi Pemerintahan Daerah,” ungkapnya.
Ia menegaskan, hasil evaluasi dan rekomendasi dari asesmen tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi Program Studi D-IV APD, tetapi juga menjadi pembelajaran bagi program studi lain di lingkungan Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik. Hal ini termasuk penguatan kesiapan program studi dalam menghadapi proses reakreditasi, seperti Program Studi Hubungan Internasional yang belum lama ini menjalani reakreditasi melalui Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK), dengan harapan dapat mencapai status Akreditasi Unggul.
Lebih lanjut, Dr. Ayu menekankan bahwa UBMG terus melakukan transformasi institusi selama tujuh tahun terakhir melalui penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), peningkatan kapasitas kelembagaan, serta pengembangan budaya mutu yang berorientasi pada keunggulan pembelajaran (excellent teaching university).
Menurutnya, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya UBMG untuk terus berkembang dan memperkuat daya saing sebagai perguruan tinggi swasta yang unggul di kawasan Indonesia Timur. Berbagai langkah pembenahan institusi dilakukan secara berkelanjutan, termasuk peningkatan kualitas layanan akademik dan penguatan sistem penjaminan mutu, di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang turut memengaruhi penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Atas nama pimpinan dan seluruh sivitas akademika UBMG, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran para asesor di kampus kami. Perbaikan terhadap Program Studi APD merupakan bagian dari perbaikan UBMG secara keseluruhan. Kami berharap proses asesmen lapangan ini berjalan dengan baik dan lancar, serta memohon arahan dan bimbingan untuk pengembangan UBMG ke arah yang lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, asesor I, Dr. Muh. Nur Yamin, M.Si., menjelaskan bahwa akreditasi pada dasarnya merupakan proses evaluasi untuk memastikan penyelenggaraan pembelajaran berjalan sesuai dengan standar pendidikan tinggi yang berlaku. Asesmen lapangan juga menjadi kesempatan untuk mengonfirmasi kesesuaian antara data dan dokumen yang telah disampaikan oleh program studi dengan kondisi serta pelaksanaan di lapangan.
“Pada dasarnya, akreditasi melihat bagaimana proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kedatangan kami ke sini pada prinsipnya untuk mengklarifikasi data yang sudah disampaikan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh LAMSPAK,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, asesor II, Sait Abdullah, S.Sos., M.Pol.Adm., Ph.D., menyampaikan bahwa tahapan asesmen lapangan akan dilanjutkan dengan pemeriksaan dan verifikasi terhadap data serta dokumen yang telah disiapkan oleh program studi. Langkah ini penting untuk memastikan kesesuaian antara dokumen yang disampaikan sebelumnya melalui tautan yang tersedia dengan bukti pendukung yang dikonfirmasi selama asesmen berlangsung.
“Secara kecukupan, kami telah melakukan penilaian awal. Selanjutnya, data-data yang telah disiapkan perlu diperiksa dan dikonfirmasi kembali agar tidak terjadi ketidaksesuaian. Melalui kerja sama yang baik, kami akan meneliti dan memverifikasi seluruh data yang disajikan, termasuk dokumen yang telah disampaikan melalui tautan maupun dokumen tambahan yang diperlukan,” ungkapnya.
Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi bagian dari komitmen UBMG dalam membangun budaya mutu yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan. Melalui evaluasi eksternal, universitas diharapkan dapat mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperkuat sekaligus mengoptimalkan berbagai capaian yang telah diraih dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
UBMG terus mendorong seluruh program studi dan unit kerja untuk menjadikan penjaminan mutu sebagai bagian dari budaya kerja institusi. Upaya tersebut sejalan dengan visi UBMG untuk menjadi universitas yang unggul, berkarakter, dan mengglobal, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta perkembangan sektor pemerintahan dan pelayanan publik. (Hms)