Kampus UBMG – Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG) siap memperkuat Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo menuju Excellent Teaching University.
Hal ini disampaikan Ketua YBMG, Dr. Azis Rachman, MM pada pembukaan Pra Rapat Kerja (Pra Raker) pada Selasa pagi (16/12/2025) di Aula Kampus Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo.
Kegiatan Pra Raker ini diikuti oleh Rektor UBM Gorontalo, para Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, serta unit-unit strategis di lingkungan UBM Gorontalo, yakni SMK Bina Mandiri Bone Bolango, SMK Bina Mandiri Boalemo, dan Tk Bina Mandiri.
Pra Raker menjadi forum awal yang strategis untuk menyelaraskan visi, arah kebijakan, serta program prioritas kampus dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi di tahun mendatang.
Dr. Azis Rachman menegaskan bahwa penguatan institusi ke depan harus bertumpu pada lima pilar utama, yakni mutu akademik dan akreditasi yang optimal, penguatan infrastruktur, kemitraan dengan stakeholder dan Dunia Usaha Dunia Industri, digitalisasi layanan, serta tata kelola yang semakin optimal dan profesional.
“UBM Gorontalo harus terus bergerak maju dengan fondasi yang kuat. Mutu akademik dan akreditasi unggul, Infrastruktur, sistem digital, kemitraan dengan stakeholder dan tata kelola yang baik adalah prasyarat mutlak untuk meningkatkan mutu layanan akademik dan non-akademik yang excellent,” tegas Dr. Azis.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Azis juga memaparkan progres pembangunan Gedung Pascasarjana (PPs), yang saat ini telah memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung dan diresmikan dalam waktu 1–2 bulan ke depan. Gedung ini dirancang modern dengan fasilitas lift transparan serta sarana pendukung pembelajaran yang representatif.
“Gedung Pascasarjana ini bukan hanya simbol pertumbuhan fisik kampus, tetapi juga bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan akademik dan daya tarik institusi di masyarakat,” ujarnya.
Di bidang tata kelola, YBMG mendorong integrasi sistem informasi di seluruh unit kerja. Melalui sistem informasi terintegrasi, seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan stakeholder diharapkan dapat mengakses data yang valid, akurat, dan real-time dalam satu layanan terpadu.
“Digitalisasi bukan sekadar teknologi, tetapi soal transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas,” tambahnya.
Terkait pengelolaan sumber daya manusia, Dr. Azis menegaskan bahwa penataan administrasi keuangan serta peningkatan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan akan dilakukan secara berbasis kinerja dan waktu kerja.
“Reward dan kesejahteraan harus sejalan dengan kontribusi dan profesionalisme,” tegasnya.
Selain itu, Yayasan juga mendorong dosen untuk lebih proaktif dalam memanfaatkan berbagai peluang hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, baik dari internal kampus maupun dari Kementerian dan lembaga eksternal lainnya. Yayasan berkomitmen untuk terus mengawal kepentingan dosen, termasuk dalam hal pengembangan karier akademik di tingkat LLDikti Wilayah XVI dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dalam arahannya, Dr. Azis juga menekankan peran strategis Ketua Program Studi (Prodi) sebagai ujung tombak kualitas perguruan tinggi. Dengan 18 program studi yang dimiliki UBM Gorontalo, inovasi, inisiatif, dan kepemimpinan Ketua Prodi dinilai menjadi faktor kunci peningkatan mutu institusi.
“Tahun ini Yayasan telah memberikan apresiasi bagi Ketua Prodi dengan kinerja optimal. Ke depan, peran Ketua Prodi akan semakin diperkuat agar lebih progresif, adaptif, dan solutif,” ungkapnya.
Sebagai perguruan tinggi yang relatif muda dan baru berusia lima tahun, UBM Gorontalo telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dengan meraih berbagai apresiasi dari LLDikti Wilayah XVI serta dikenal sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta yang progresif di kawasan timur Indonesia.
Untuk membangun institusi unggul dan berkelanjutan, UBM Gorontalo terus memperkuat pondasi pengembangan kampus dengan menyelaraskan visi Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing Global dalam seluruh aspek tridarma perguruan tinggi.
Setelah melewati fase Teaching University (2020–2025), UBM Gorontalo menargetkan transformasi menuju Excellent Teaching University (2026–2030), dengan capaian bertahap mulai dari tingkat regional, nasional, hingga internasional.
"Pra Raker YBMG ini diharapkan menjadi momentum awal untuk memperkuat sinergi seluruh elemen kampus dalam merumuskan program kerja yang terukur, realistis, dan berdampak nyata bagi kemajuan Universitas Bina Mandiri Gorontalo," tutup Dr Azis. (hms)