UBMG Bangun Budaya Akademik Religius Menyambut Ramadhan 1447 H, Perkuat Kampus Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal

8 April 2026 Kegiatan
UBMG Bangun Budaya Akademik Religius Menyambut Ramadhan 1447 H, Perkuat Kampus Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal

Kampus UBMG - Dalam semangat kebersamaan, refleksi diri, dan penguatan nilai-nilai spiritualitas akademik, Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) menggelar Apel Kerja yang dirangkaikan dengan Shalat Dhuha berjamaah, dzikir, doa, kultum, serta halal bi halal dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Musholla At Tin Kampus UBM Gorontalo, Sabtu (14/02/2026) pagi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, serta seluruh sivitas akademika sebagai bentuk konsolidasi kelembagaan dan penguatan budaya organisasi kampus. 

Momentum ini tidak hanya bersifat seremonial-keagamaan, tetapi juga menjadi ruang refleksi akademik dalam membangun kesadaran kolektif sivitas akademika terhadap pentingnya integritas, etos kerja, dan spiritualitas sebagai fondasi pengembangan perguruan tinggi modern.

Dalam perspektif tata kelola perguruan tinggi, kegiatan ini mencerminkan komitmen UBMG dalam mengintegrasikan nilai religiusitas dengan profesionalisme akademik, sebagai bagian dari penguatan sistem manajemen kelembagaan, budaya mutu, dan karakter institusi. 

Hal ini sejalan dengan visi UBMG dalam membangun perguruan tinggi yang Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal, tidak hanya dari aspek akademik dan sains, tetapi juga dari dimensi moral, etika, dan nilai kemanusiaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UBMG, Dr. Imam Mashudi, M.Pd dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan institusi pendidikan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kualitas karakter dan integritas sivitas akademika dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi.

Perguruan tinggi tidak cukup hanya membangun keunggulan intelektual dan kompetensi akademik, tetapi juga harus membangun karakter, etika, dan spiritualitas. 

"Budaya kerja yang kuat adalah budaya yang berangkat dari nilai moral, kejujuran, tanggung jawab, dan keikhlasan. Inilah fondasi utama dalam membangun universitas yang unggul dan berdaya saing,” tegas Dr. Imam Mashudi.

Sebagai kampus yang kental nuansa syiar keislaman, UBMG tidak memahami ibadah sebatas praktik ritual formal, tetapi sebagai sistem nilai yang membentuk cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani. 

Religiusitas di lingkungan kampus dimaknai sebagai kesadaran moral kolektif yang melahirkan kejujuran akademik, tanggung jawab profesional, disiplin kerja, etika pelayanan, serta komitmen terhadap keadilan dan kemanusiaan. Nilai-nilai ini menjadi fondasi dalam membangun iklim akademik yang sehat, bebas dari praktik-praktik non-etis, serta berorientasi pada keunggulan mutu pendidikan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga produktivitas kinerja institusional selama bulan suci Ramadhan, tanpa mengurangi kualitas pelayanan akademik dan tata kelola pendidikan tinggi.

Ramadhan harus menjadi momentum peningkatan kualitas diri, bukan penurunan kinerja. Justru di bulan inilah kita melatih disiplin, keikhlasan, dan konsistensi. 

kampus religius dan profesional bukanlah konsep simbolik, tetapi menjadi arsitektur nilai kelembagaan yang membentuk identitas UBMG. Religiusitas membangun karakter, sementara profesionalisme membangun sistem. Religiusitas melahirkan keikhlasan dan integritas, profesionalisme melahirkan efektivitas dan produktivitas. Keduanya berpadu membentuk ekosistem pendidikan tinggi yang berorientasi pada keunggulan berkelanjutan (sustainable excellence).

"Saya mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap menjaga performa kerja, meningkatkan kualitas ibadah, serta menjaga kesehatan agar seluruh program akademik, pelayanan mahasiswa, dan agenda institusi tetap berjalan optimal,” tambah Dr. Imam.

Sementara itu, kultum disampaikan oleh Dr. Sudarsono, MM, dengan tema “Proses Penobatan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul Allah”. 

Materi tersebut mengangkat nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sebagai model kepemimpinan transformatif yang berbasis pada kejujuran (shiddiq), amanah, kecerdasan (fathonah), dan kemampuan komunikasi (tabligh), yang relevan dengan pengembangan kepemimpinan akademik dan manajerial dalam institusi pendidikan tinggi.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan halal bi halal antar sivitas akademika sebagai simbol rekonsiliasi sosial, penguatan ukhuwah institusional, serta pembentukan iklim kerja yang harmonis dan kolaboratif menjelang bulan Ramadhan.

Melalui kegiatan ini, UBMG semakin meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pembangunan karakter, spiritualitas, dan budaya organisasi yang sehat. 

"Hal ini sekaligus memperkuat branding UBMG sebagai kampus yang humanis, religius, modern, dan adaptif terhadap tantangan global pendidikan tinggi, serta berperan aktif dalam membangun peradaban intelektual di Gorontalo dan kawasan Indonesia Timur," tutup Dr. Imam Mashudi, M.Pd. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)