Akademik
UBMG Bekali Mahasiswa APD untuk PBL/Magang di Bandung, Perkuat Kesiapan Kerja dan Mentalitas
22 Oktober 20262 foto
1 / 2
2 / 2
Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat kualitas pembelajaran berbasis pengalaman melalui kegiatan Coaching Praktik Belajar Lapangan (PBL)/Magang bagi mahasiswa Program Studi Diploma IV (D-IV) Administrasi Pemerintahan Daerah (APD), Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP), yang dibuka pada Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UBMG dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, profesional, serta mampu menjawab tantangan tata kelola pemerintahan di era transformasi digital.
Kegiatan coaching dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A. Turut hadir Dekan FPSP, Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., Ketua Program Studi APD, Ely Ibrahim, M.Si., Sekretaris Program Studi, serta Dr. Ikram Muhammad, M.Si., selaku narasumber dan pemateri. Kegiatan ini juga diikuti oleh mahasiswa APD yang akan mempersiapkan diri mengikuti praktik belajar lapangan dan magang.
Dalam sambutannya, Dr. Ayu menegaskan bahwa program PBL dan magang merupakan wujud komitmen UBMG dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan bidang keilmuan dan prospek karier mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperdalam pemahaman akademik, tetapi juga memperoleh gambaran nyata mengenai dinamika dan tantangan dunia kerja, khususnya di lingkungan pemerintahan daerah.
“Program magang ini merupakan bentuk komitmen kita untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan bidang keilmuan dan dunia kerja yang akan adik-adik hadapi setelah menyelesaikan kuliah di UBMG,” ungkap Dr. Ayu.
Ia menjelaskan bahwa lulusan Administrasi Pemerintahan Daerah memiliki peluang untuk berkontribusi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memperluas wawasan dengan mempelajari praktik-praktik tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Menurut Dr. Ayu, Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang dapat dijadikan referensi pembelajaran, terutama dalam pengembangan digitalisasi pemerintahan, pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), inovasi daerah, serta percepatan pelayanan publik. Melalui pengalaman belajar di luar daerah, mahasiswa diharapkan dapat mengenal berbagai pendekatan dan praktik pemerintahan yang dapat menjadi inspirasi untuk diterapkan sesuai kebutuhan daerah.
“Adik-adik tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga pengalaman kehidupan yang berbeda dari Provinsi Gorontalo. Ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan, membangun kemandirian, dan belajar dari lingkungan yang baru,” tambahnya.
Lebih lanjut, Dr. Ayu menekankan bahwa keberhasilan magang tidak hanya diukur dari penguasaan ilmu dan kemampuan menerapkan teori di dunia kerja, tetapi juga dari pembentukan mentalitas, kedisiplinan, serta karakter profesional. Menurutnya, mahasiswa yang ingin berkarier di sektor pemerintahan, termasuk menjadi aparatur sipil negara (ASN), perlu memiliki kesiapan untuk berkontribusi dan membawa perubahan positif bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan berkomunikasi, membangun hubungan sosial, dan menyesuaikan diri dengan budaya kerja di tempat magang. Pengalaman di lingkungan baru, termasuk di Kota Bandung, diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melatih keterampilan interpersonal dan meningkatkan kepercayaan diri.
“Adik-adik adalah representasi dari UBMG, keluarga, dan Provinsi Gorontalo. Karena itu, jaga nama baik, tunjukkan kedisiplinan, dan bangun sikap profesional selama mengikuti program magang,” pesannya kepada mahasiswa.
Melalui kegiatan coaching ini, UBMG berharap mahasiswa APD memiliki kesiapan akademik, mental, dan karakter sebelum terjun langsung ke lingkungan pemerintahan. Pembekalan tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktik yang bermakna, meningkatkan kompetensi, serta mengembangkan perspektif baru mengenai tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Komitmen ini sejalan dengan upaya UBMG dalam memperkuat pembelajaran aplikatif dan menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari praktik pemerintahan di berbagai daerah, UBMG terus mendorong lahirnya generasi profesional yang siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan kemajuan sektor publik. (Hms)