Lewati ke konten utama
Akademik

UBMG Yudisium 56 Lulusan Gelombang Pertama, Dirangkaikan dengan Sumpah Profesi Teknologi Laboratorium Medik

21 Oktober 20264 foto
UBMG Yudisium 56 Lulusan Gelombang Pertama, Dirangkaikan dengan Sumpah Profesi Teknologi Laboratorium Medik - gambar 1 1 / 4
UBMG Yudisium 56 Lulusan Gelombang Pertama, Dirangkaikan dengan Sumpah Profesi Teknologi Laboratorium Medik - gambar 2 2 / 4
UBMG Yudisium 56 Lulusan Gelombang Pertama, Dirangkaikan dengan Sumpah Profesi Teknologi Laboratorium Medik - gambar 3 3 / 4
UBMG Yudisium 56 Lulusan Gelombang Pertama, Dirangkaikan dengan Sumpah Profesi Teknologi Laboratorium Medik - gambar 4 4 / 4
Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) menggelar Yudisium Gelombang I bagi lulusan program Magister, Sarjana, dan Diploma, yang dirangkaikan dengan pengambilan sumpah profesi Program Studi Diploma III Teknologi Laboratorium Medik (TLM), Rabu (21/10/2026), di Aztin Ballroom UBMG. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk menapaki perjalanan profesional sekaligus mengabdikan ilmu dan kompetensinya kepada masyarakat.
 
 
 
Yudisium gelombang pertama ini diikuti oleh 56 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Pelaksanaan yudisium berikutnya akan dilanjutkan pada gelombang selanjutnya, seiring dengan agenda wisuda UBMG yang direncanakan berlangsung pada akhir tahun 2026.
 
 
 
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, S.IP., M.A., Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si., para wakil rektor, dekan fakultas, dosen, dan tenaga kependidikan di lingkungan UBMG. Turut hadir Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI) Provinsi Gorontalo, Firman, S.Tr.Kes., beserta jajaran, serta para peserta yudisium dan orang tua.
 
 
 
Dalam sambutannya, Plt. Rektor UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya yudisium gelombang pertama yang mencakup lulusan Magister, Sarjana, dan Diploma III Teknologi Laboratorium Medik.
 
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi penanda keberhasilan akademik, tetapi juga awal dari tanggung jawab para lulusan untuk menerapkan ilmu, menjaga integritas, dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
 
 
 
“Harapan kami, para lulusan, baik Diploma, Sarjana maupun Magister, dapat kembali ke masyarakat dan mengabdikan ilmunya. Mereka juga diharapkan mampu mempertahankan integritas serta menjadi representasi yang baik bagi Universitas Bina Mandiri Gorontalo,” ujar Dr. Ayu.
 
 
 
Yudisium kali ini juga dirangkaikan dengan pengambilan sumpah profesi bagi lulusan Program Studi D3 Teknologi Laboratorium Medik. UBMG menghadirkan PATELKI sebagai organisasi profesi untuk menguatkan hubungan antara pendidikan tinggi dan dunia kerja, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan di Provinsi Gorontalo.
 
 
 
Dr. Ayu berharap, para lulusan TLM dapat menjadi sumber daya manusia yang kompeten dan siap berkontribusi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari rumah sakit hingga klinik. Penyerahan lulusan kepada organisasi profesi, menurutnya, menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kesiapan mereka dalam menjalankan tanggung jawab profesional.
 
 
 
“Tenaga Teknologi Laboratorium Medik sangat dibutuhkan di berbagai rumah sakit dan klinik di Provinsi Gorontalo. Karena itu, kami berharap para lulusan dapat berkontribusi dalam memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tambahnya.
 
 
 
Pada kesempatan tersebut, Dr. Ayu juga menegaskan komitmen UBMG dalam memperkuat mutu pendidikan tinggi dan mewujudkan kampus unggul. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kualitas program studi, penguatan budaya mutu, serta pengembangan kompetensi dosen.
 
 
 
Ia menyampaikan bahwa pada 2026, dua program studi UBMG, yakni S1 Manajemen dan S1 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), telah meraih akreditasi Unggul. Capaian ini menjadi dorongan bagi universitas untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan memperluas capaian akreditasi unggul di program studi lainnya.
 
 
 
Selain penguatan akreditasi, UBMG juga menargetkan peningkatan jumlah dosen berkualifikasi akademik dan jabatan fungsional tinggi, termasuk profesor dan lektor kepala. Pengembangan kapasitas dosen tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran yang berkualitas, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
 
 
 
“Budaya mutu kini menjadi salah satu agenda prioritas UBMG. Kami berharap semakin banyak program studi yang menyusul meraih akreditasi Unggul. Di sisi lain, peningkatan kompetensi dosen juga terus kami dorong agar ilmu yang diberikan kepada mahasiswa benar-benar bermanfaat ketika mereka terjun ke masyarakat,” jelasnya.
 
 
 
Sementara itu, Ketua DPW PATELKI Provinsi Gorontalo, Firman, S.Tr.Kes., menyoroti masih dibutuhkannya tenaga Teknologi Laboratorium Medik di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Menurutnya, perkembangan dan peningkatan fasilitas kesehatan perlu diimbangi dengan ketersediaan tenaga laboratorium yang kompeten.
 
 
 
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga TLM tidak hanya terdapat di rumah sakit, tetapi juga di fasilitas pelayanan kesehatan primer, termasuk puskesmas, serta fasilitas kesehatan nonpemerintah seperti praktik dokter dan balai kesehatan.
 
 
 
“Tenaga Teknologi Laboratorium Medik masih sangat dibutuhkan. Seiring dengan peningkatan fasilitas kesehatan, kebutuhan pelayanan laboratorium juga semakin penting, termasuk di puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya,” ujar Firman.
 
 
 
Firman menambahkan, selain pemenuhan jumlah tenaga, peningkatan kualitas dan kompetensi pendidikan juga menjadi perhatian penting. Ia berharap tenaga TLM terus meningkatkan kualifikasi pendidikan dan kompetensi profesional agar mampu menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
 
Menurutnya, pengembangan sumber daya manusia TLM perlu berjalan seiring dengan peningkatan standar dan kebutuhan fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga tenaga laboratorium dapat memberikan pelayanan yang profesional dan berkualitas.
 
 
 
Pelaksanaan yudisium dan sumpah profesi ini mempertegas peran UBMG dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga integritas, kompetensi, dan kesiapan untuk berkontribusi di dunia kerja. Melalui penguatan mutu pendidikan dan kolaborasi dengan organisasi profesi, UBMG terus berkomitmen mencetak sumber daya manusia yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya di Provinsi Gorontalo. (Hms)

Bagikan artikel ini