Akademik
UBMG Bekali Mahasiswa K3 melalui Coaching PBL II sebelum Terjun ke Dunia Industri
3 Oktober 20261 foto
1 / 1
Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) melalui Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Sains Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), menggelar Pembukaan Coaching Praktik Belajar Lapangan (PBL) II, Sabtu (3/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa sebelum terjun langsung ke lingkungan industri sekaligus memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman lapangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UBMG, Ns. Andriyanto Dai, M.Kep., Dekan FSTIK, Adnan Malaha, M.Si., Kepala Program Studi K3, para dosen Program Studi K3, serta sembilan mahasiswa peserta PBL II. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian materi pembekalan yang menghadirkan narasumber dari pihak internal maupun eksternal untuk memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menjalani praktik di lapangan.
Dekan FSTIK UBMG, Adnan Malaha, M.Si., menjelaskan bahwa coaching menjadi tahapan penting agar mahasiswa memiliki pemahaman yang memadai sebelum melaksanakan PBL II di lingkungan industri. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami materi dan kondisi yang akan dihadapi di lapangan sehingga mampu menjalankan proses pembelajaran dengan baik dan meminimalkan risiko selama berada di lokasi praktik.
“Pembekalan ini bertujuan agar mahasiswa memahami pembelajaran yang akan mereka hadapi di lapangan. Dengan pemahaman tersebut, diharapkan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan selama proses PBL ketika mahasiswa sudah berada di industri yang dituju,” ujar Adnan.
Ia menambahkan, mahasiswa diharapkan dapat mengikuti seluruh materi pembekalan secara serius sebagai bekal sebelum menjalani praktik lapangan. PBL II sendiri akan berlangsung kurang lebih selama 21 hari, sehingga kesiapan akademik, sikap, serta kemampuan beradaptasi menjadi bagian penting yang perlu dimiliki mahasiswa selama berada di lingkungan industri.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UBMG, Ns. Andriyanto Dai, M.Kep., yang sekaligus membuka kegiatan coaching, mengingatkan mahasiswa untuk senantiasa menjaga etika dan hubungan baik dengan mitra selama pelaksanaan PBL. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di lokasi praktik tidak hanya membawa identitas pribadi, tetapi juga membawa nama Program Studi K3 dan Universitas Bina Mandiri Gorontalo.
“Mahasiswa tidak hanya membawa nama dirinya sendiri, tetapi juga membawa nama institusi dan program studi. Karena itu, hubungan baik dengan mitra harus dijaga melalui sikap, etika, kedisiplinan, dan tanggung jawab selama berada di lapangan,” ungkap Andriyanto.
Lebih lanjut, Andriyanto menilai Program Studi K3 memiliki karakter pembelajaran yang sangat dekat dengan kebutuhan dunia kerja karena implementasinya banyak berlangsung di lapangan dan bersentuhan langsung dengan praktik profesional.
Pengalaman PBL diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenali lingkungan kerja, mengembangkan kompetensi, serta membuka wawasan mengenai peluang profesional sebelum menyelesaikan pendidikan. Melalui pelaksanaan PBL II, UBMG terus mendorong mahasiswa K3 untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata di lapangan sebagai bagian dari proses membangun kompetensi dan kesiapan memasuki dunia kerja. (Hms)