Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat budaya akademik, riset, dan kualitas lulusan melalui pelaksanaan Ujian Proposal Skripsi mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Administrasi Rumah Sakit (ARS) Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), serta mahasiswa Prodi S1 Manajemen dan S1 Administrasi Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), yang berlangsung di Ruang Ujian 1A dan 1B Kampus UBMG.
Kegiatan akademik tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kapasitas intelektual mahasiswa sebelum memasuki tahapan penelitian skripsi secara menyeluruh.
Ujian proposal tidak hanya menjadi syarat akademik menuju penyusunan skripsi, tetapi juga merupakan ruang ilmiah bagi mahasiswa untuk menguji gagasan, kemampuan berpikir kritis, serta ketepatan metodologi penelitian yang akan digunakan.
Sebanyak 7 mahasiswa Prodi S1 Administrasi Rumah Sakit mengikuti ujian proposal, yang turut dihadiri oleh Plt. Wakil Rektor I UBMG, Rizal, M.Si, Dekan FSTIK, Adnan Malaha, M.Si dan Ketua Prodi.
Sementara itu, ujian proposal mahasiswa Prodi S1 Manajemen dan S1 Administrasi Bisnis FEB juga diikuti oleh 7 peserta dengan menghadirkan Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA), Dr. Ikram Muhammad, M.Si, Dekan FEB, Dr. Darman, M.Si dan Ketua Prodi.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mempresentasikan rancangan penelitian di hadapan dosen pembimbing dan penguji, mulai dari latar belakang masalah, urgensi penelitian, rumusan masalah, kajian teori, hingga pendekatan metodologi yang digunakan.
Tim dosen pembimbing dan penguji memberikan evaluasi akademik, kritik konstruktif, dan penguatan substansi penelitian agar proposal yang dihasilkan memiliki kualitas ilmiah yang baik dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan maupun kebutuhan masyarakat.
Plt. Wakil Rektor I UBMG, Rizal, M.Si menegaskan bahwa ujian proposal merupakan bagian dari proses pembelajaran berbasis riset yang harus dilalui mahasiswa secara serius dan profesional.
Ujian Proposal Skripsi merupakan tahap krusial dalam perjalanan akademik mahasiswa, di mana mereka mempresentasikan rencana penelitian di depan dosen pembimbing dan penguji untuk dinilai kelayakan akademiknya.
"Fokus utama yang dinilai mencakup latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, hingga metode penelitian yang digunakan,” ujar Plt Warek I Rizal, M.Si.
Menurutnya, budaya riset di perguruan tinggi harus terus diperkuat agar mahasiswa memiliki kemampuan berpikir ilmiah, analitis, dan solutif terhadap berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
“Mahasiswa hari ini dituntut tidak hanya menyelesaikan skripsi sebagai formalitas akademik, tetapi juga mampu menghasilkan penelitian yang memberikan kontribusi keilmuan dan solusi nyata terhadap berbagai persoalan di bidang kesehatan, manajemen, administrasi bisnis, maupun pelayanan publik,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa sebelum mengikuti ujian proposal.
“Persiapan yang matang melalui bimbingan intensif bersama dosen pembimbing, kemampuan menyusun presentasi akademik yang baik, serta penguasaan materi penelitian secara komprehensif menjadi kunci keberhasilan mahasiswa dalam mempertahankan argumentasi ilmiah di depan tim penguji,” jelas Rizal, M.Si.
Sementara itu, Dekan FEB UBMG, Dr. Darman, M.Si menyampaikan bahwa ujian proposal perdana tahun 2026 ini menjadi momentum penting dalam membangun atmosfer akademik yang lebih produktif dan inovatif di lingkungan FEB UBMG.
“Ini merupakan ujian proposal perdana di tahun 2026. Kami berharap mahasiswa dapat menunjukkan kualitas akademik yang baik melalui rancangan penelitian yang relevan, terukur, dan memiliki kontribusi terhadap pengembangan ilmu manajemen maupun administrasi bisnis,” ungkap Dekan FEB Darman.
Ia menambahkan bahwa proses ujian proposal merupakan forum akademik yang sangat penting bagi mahasiswa untuk memperoleh penguatan substansi penelitian dari para dosen penguji.
“Tentu akan banyak masukan, koreksi, dan saran dari tim dosen pembimbing maupun penguji. Karena itu mahasiswa harus mampu mempertahankan rencana penelitian yang telah disusun secara ilmiah, sekaligus terbuka terhadap kritik dan penyempurnaan proposal,” katanya.
Dr. Darman juga mengingatkan mahasiswa agar menjadikan proses penyusunan skripsi sebagai bagian dari pembentukan karakter akademik dan profesionalisme.
“Catat seluruh masukan dan saran dari tim dosen, kemudian segera lakukan perbaikan dalam proposal penelitian. Sikap disiplin, konsisten, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan tahapan akademik akan menjadi bekal penting mahasiswa di dunia kerja maupun dunia profesional nantinya,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPMA UBMG, Dr. Ikram Muhammad, M.Si menegaskan bahwa kualitas penelitian mahasiswa menjadi salah satu indikator penting dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi.
“Mahasiswa selama proses perkuliahan telah dibekali dengan disiplin ilmu, teori, dan metodologi penelitian. Semua bekal tersebut harus mampu diterapkan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, dan memecahkan berbagai persoalan melalui pendekatan ilmiah,” ujar Dr. Ikram.
Menurutnya, skripsi merupakan bentuk implementasi kemampuan akademik mahasiswa dalam mengintegrasikan teori dengan kondisi nyata di lapangan.
“Melalui penulisan karya ilmiah skripsi, mahasiswa diharapkan mampu membangun tradisi akademik berbasis riset dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat maupun pengembangan institusi. Penelitian mahasiswa harus memiliki nilai kebermanfaatan dan mampu menjawab tantangan zaman,” jelas Dr. Ikram.
Ia juga memberikan motivasi kepada mahasiswa agar tetap memiliki semangat dan komitmen kuat dalam menyelesaikan studi.
“Diperlukan tekad, kedisiplinan, dan motivasi yang kuat untuk menyelesaikan seluruh proses akademik di perguruan tinggi. Ketekunan mahasiswa dalam menyelesaikan penelitian akan membentuk karakter akademik yang unggul, profesional, dan berdaya saing,” terangnya.
Pelaksanaan ujian proposal skripsi ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Bina Mandiri Gorontalo dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, berkarakter, dan mengglobal.
Kampus UBMG terus mendorong peningkatan kualitas riset mahasiswa melalui pendampingan akademik, penguatan metodologi penelitian, serta pengembangan budaya ilmiah yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Dengan semangat inovasi dan transformasi pendidikan tinggi, UBMG optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan riset, integritas, kepemimpinan, serta daya saing global sesuai visinya sebagai kampus “Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal.” (hms)