Lewati ke konten utama
Akademik

UBMG Perkuat Budaya Riset Mahasiswa melalui FGD Tim Riset BPDP 2026

8 Oktober 20261 foto
UBMG Perkuat Budaya Riset Mahasiswa melalui FGD Tim Riset BPDP 2026 - gambar 1 1 / 1
Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus mendorong penguatan budaya riset di kalangan mahasiswa melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama dosen pembimbing dan tim riset mahasiswa penerima program BPDP tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Akreditasi UBMG dan dihadiri oleh Plt. Rektor UBMG, Dr. Rizal, M.Si., Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Ns. Andriyanto Dai, M.Kep., para dosen pembimbing, serta mahasiswa yang tergabung dalam tim riset BPDP, Kamis, (8/10/2026).


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UBMG dalam menghidupkan kembali sekaligus memperkuat pola riset mahasiswa agar tidak berhenti pada pemenuhan kewajiban akademik, tetapi mampu menghasilkan gagasan, karya, dan kontribusi yang memberikan manfaat lebih luas.



Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UBMG, Ns. Andriyanto Dai, M.Kep., mengatakan bahwa kegiatan FGD memiliki arti penting bagi pengembangan mahasiswa sekaligus mendukung penguatan kualitas akademik dan akreditasi program studi.



“Bagi kemahasiswaan, kegiatan ini sangat penting karena cukup membantu membangun pola beriset bagi mahasiswa, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penguatan akreditasi program studi,” ujar Andriyanto.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan ini berawal dari informasi dan inisiasi yang diperoleh melalui kegiatan bimbingan teknis maupun sosialisasi dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang berada di bawah Kementerian Keuangan. Informasi tersebut kemudian dikembangkan UBMG melalui keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam kegiatan riset.



“Tujuan pertama adalah menghidupkan kembali pola-pola riset mahasiswa. Inisiasi ini berawal dari informasi yang kami dapatkan melalui bimtek atau sosialisasi dari BPDP di bawah Kementerian Keuangan,” jelasnya.



Andriyanto menambahkan, terdapat sejumlah output dan outcome yang ingin dicapai melalui kegiatan riset tersebut. Menurutnya, keberhasilan penelitian tidak semata-mata diukur dari hasil yang bersifat material, tetapi juga dari pencapaian akademik, pengalaman, kompetensi, serta kontribusi yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa di masa mendatang.



“Tidak hanya menghasilkan koin dan poin. Dalam konteks kegiatan riset mahasiswa hari ini, kami berharap dosen pembimbing dan mahasiswa jangan hanya mengejar koin, tetapi terlebih dahulu mengejar poin,” ungkapnya.



Ia berharap kegiatan tersebut dapat membuka peluang dan ruang pengembangan baru bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa penerima beasiswa, agar semakin aktif mengambil bagian dalam kegiatan akademik dan kegiatan positif lainnya di lingkungan kampus.

“Saya berharap ada pintu-pintu lain yang bisa membukakan rezeki dan peluang bagi kita semua, baik untuk mahasiswa maupun untuk pengembangan institusi. Output-nya sangat besar bagi mahasiswa, apalagi bagi mahasiswa penerima beasiswa. Mahasiswa harus lebih aktif lagi dalam kegiatan-kegiatan positif seperti sekarang ini,” tambah Andriyanto.



Ia juga mengajak seluruh dosen dan mahasiswa untuk menjadikan momentum tersebut sebagai ruang pembuktian bahwa civitas akademika UBMG memiliki kapasitas dan potensi untuk menghasilkan karya yang berkualitas.



“Pada kesempatan ini, mari kita tunjukkan bahwa dosen dan mahasiswa UBMG patut diperhitungkan,” tegasnya.



Sementara itu, Plt. Rektor UBMG, Dr. Rizal, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD tersebut merupakan momentum penting dalam memperkuat kualitas penelitian mahasiswa. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan perkembangan penelitian, tetapi juga menjadi wadah untuk berdiskusi dan mengevaluasi berbagai proses yang sedang dijalankan.



“Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kualitas penelitian mahasiswa. Saya berharap FGD ini tidak hanya menjadi forum untuk menyampaikan perkembangan penelitian, tetapi juga menjadi ruang untuk melahirkan gagasan, mengevaluasi kendala, mempertajam metodologi, dan menentukan langkah-langkah ke depan,” ujar Dr. Rizal.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara dosen pembimbing dan mahasiswa dalam memastikan setiap proses penelitian berjalan secara terarah, terukur, dan mampu menghasilkan luaran yang berkualitas.



Melalui FGD ini, UBMG menunjukkan komitmennya untuk membangun ekosistem akademik yang mendorong mahasiswa semakin aktif dalam penelitian, inovasi, dan pengembangan keilmuan. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa diharapkan mampu melahirkan penelitian yang tidak hanya memenuhi target akademik, tetapi juga memiliki nilai manfaat dan potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.



Bagi UBMG, penguatan budaya riset menjadi salah satu langkah strategis untuk membentuk mahasiswa yang aktif, kritis, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata. Dari ruang diskusi dan riset di kampus, UBMG terus mendorong lahirnya generasi akademik yang siap menghasilkan karya dan membawa nama kampus semakin diperhitungkan di tingkat yang lebih luas. (Hms)

Bagikan artikel ini