43 Mahasiswa UBMG Lolos Seleksi Administrasi KKM Internasional 2026, Perkuat Internasionalisasi Kampus

12 Mei 2026 Akademik
43 Mahasiswa UBMG Lolos Seleksi Administrasi KKM Internasional 2026, Perkuat Internasionalisasi Kampus

Kampus UBMG - Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi melalui program Kuliah Kerja Mandiri Internasional (KKM-I) Tahun 2026. 

Sebanyak 43 mahasiswa terbaik dari tujuh program studi dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan berikutnya dalam program akademik internasional tersebut.

Program KKM Internasional merupakan salah satu agenda strategis UBMG dalam memperluas jejaring global, meningkatkan mobilitas akademik mahasiswa, serta memperkuat implementasi pendidikan berbasis kolaborasi internasional. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman pengabdian masyarakat lintas negara, tetapi juga kesempatan mengembangkan kompetensi akademik, kepemimpinan, komunikasi global, hingga kemampuan adaptasi dalam lingkungan multikultural.

Adapun tujuh program studi yang meloloskan mahasiswanya dalam seleksi administrasi yakni Program Studi S1 Farmasi sebanyak 17 mahasiswa, Program Studi Hubungan Internasional 9 mahasiswa, S1 Manajemen 6 mahasiswa, Program Studi Administrasi Rumah Sakit dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) masing-masing 5 mahasiswa, serta Program Studi Pendidikan Khusus dan Program Studi Gizi masing-masing 2 mahasiswa.

Para peserta yang lolos seleksi administrasi selanjutnya akan mengikuti tes wawancara yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai 27 hingga 30 April 2026. 

Tahapan wawancara dilakukan secara komprehensif untuk mengukur kesiapan akademik, kemampuan komunikasi, penguasaan wawasan internasional, kemampuan kerja sama tim, serta kesiapan mental mahasiswa dalam mengikuti kegiatan internasional di luar negeri.

Pelaksanaan seleksi yang kompetitif ini menjadi bagian dari upaya UBMG memastikan bahwa peserta KKM Internasional merupakan mahasiswa yang memiliki kapasitas akademik unggul, karakter adaptif, serta semangat pengabdian dan kolaborasi global yang kuat.

Program KKM Internasional UBMG sendiri merupakan hasil kerja sama akademik antara UBMG dengan Universiti Sains Malaysia dan Universiti Malaya. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata UBMG dalam membangun kemitraan internasional yang berorientasi pada penguatan tridarma perguruan tinggi, pertukaran budaya akademik, serta peningkatan mutu pendidikan berbasis standar global.

Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, MA menjelaskan bahwa program KKM Internasional menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung visi UBMG sebagai kampus unggul dan berdaya saing internasional.

“KKM Internasional merupakan program strategis yang dirancang untuk membangun pengalaman akademik global bagi mahasiswa UBMG. Kami ingin mahasiswa memiliki ruang belajar yang lebih luas melalui interaksi lintas budaya, kolaborasi internasional, dan pengalaman pengabdian masyarakat di tingkat global. Ini menjadi bagian penting dalam membentuk lulusan yang adaptif, inovatif, dan kompetitif di era globalisasi,” ujar Dr. Ayu Anastasya.

Ia menambahkan bahwa internasionalisasi kampus bukan hanya menghadirkan kerja sama formal antarperguruan tinggi, tetapi juga memastikan adanya dampak nyata bagi peningkatan kualitas mahasiswa dan dosen.

“Dengan KKM-I, mahasiswa dapat membangun jejaring akademik internasional, meningkatkan kemampuan komunikasi global, serta memperluas wawasan keilmuan dan sosial. Ke depan, kami berharap keterlibatan dosen dalam kolaborasi riset dan pengabdian internasional juga semakin meningkat bersama mitra luar negeri,” tambahnya.

Sementara itu, Panitia Tim Kantor Urusan Internasional UBMG, menyampaikan bahwa tingginya antusiasme mahasiswa dalam mengikuti seleksi KKM Internasional menunjukkan meningkatnya kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya pengalaman akademik global sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan persaingan internasional.

Antusiasme mahasiswa tahun ini sangat tinggi dan menunjukkan bahwa mahasiswa UBMG semakin percaya diri untuk tampil dalam forum internasional. 

"Proses seleksi dilakukan secara objektif dan profesional agar peserta yang terpilih benar-benar siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Malaysia, baik dari aspek akademik, komunikasi, maupun kemampuan beradaptasi,” jelas Panitia.

Ia juga menegaskan bahwa program KKM Internasional tidak hanya menjadi kegiatan pengabdian semata, tetapi juga menjadi media pembelajaran kontekstual yang mempertemukan mahasiswa dengan dinamika sosial, budaya, dan sistem pendidikan di tingkat internasional.

“Kami berharap mahasiswa yang nantinya terpilih dapat menjadi duta akademik UBMG yang mampu membawa citra positif kampus, memperkenalkan budaya Indonesia, serta membangun kolaborasi yang baik dengan mahasiswa dan masyarakat internasional,” tuturnya.

Melalui program KKM Internasional 2026, UBMG terus memperkuat transformasi menuju perguruan tinggi modern yang adaptif terhadap perkembangan global. Program ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen UBMG dalam menghadirkan pendidikan berkualitas berbasis internasionalisasi, experiential learning, dan pengembangan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Keberhasilan 43 mahasiswa lolos seleksi administrasi KKM Internasional menjadi momentum penting dalam memperkuat branding positif UBMG sebagai kampus yang aktif membangun kolaborasi internasional, mendorong mobilitas akademik mahasiswa, serta konsisten mencetak generasi muda yang unggul, profesional, dan berwawasan global. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)