Dari Visi ke Implementasi, UBMG Perkuat Kurikulum Berbasis Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal

25 Mei 2026 Akademik
Dari Visi ke Implementasi, UBMG Perkuat Kurikulum Berbasis Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal

Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat komitmennya dalam peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan kegiatan Pembekalan dan Pendampingan Awal Penyelarasan Visi, Misi, Tujuan, dan Strategi (VMTS) dan Dokumen Kurikulum bagi seluruh Program Studi (Prodi) di lingkungan UBMG. 

Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (6/5/2026) di Ruang Akreditasi Kampus UBMG, sebagai bagian dari strategi institusi dalam membangun tata kelola akademik yang adaptif, terstandar, dan berorientasi global.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Dr. Azis Rachman, MM, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, jajaran Wakil Rektor, Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA), Kepala Biro PSDM, para Dekan, serta Ketua Prodi.

Ketua YBMG, Dr. Azis Rachman menegaskan bahwa penyelarasan VMTS dan kurikulum harus berpijak pada visi besar Universitas Bina Mandiri Gorontalo, yaitu “Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal” yang menjadi fondasi dalam seluruh proses pendidikan.

Visi Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal bukan sekadar slogan, tetapi harus diturunkan secara operasional dalam setiap Prodi. 

"Untuk Aspek mengglobal dapat diwujudkan melalui kerja sama internasional, program pertukaran mahasiswa, kehadiran dosen asing, serta penguatan pembelajaran berbasis internasional,” tegas Dr. Azis.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa nilai kemandirian harus menjadi ruh dalam ketiga aspek visi tersebut, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mampu bersaing di tingkat global.

“Kita ingin lulusan UBMG memiliki keahlian dalam bidangnya dan mampu memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap Fakultas dan Prodi harus mampu menerjemahkan visi ini secara sederhana, terukur, dan mudah dipahami,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar hasil penyelarasan VMTS dapat segera difinalisasi dan dipublikasikan secara luas, termasuk melalui media visual seperti banner, guna memperkuat internalisasi nilai-nilai institusi di lingkungan akademik.

Sementara itu, Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari transformasi akademik UBMG dalam merespons dinamika pendidikan tinggi yang semakin kompetitif dan berbasis mutu.

Perubahan dan penyelarasan VMTS merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa seluruh proses pendidikan di UBMG selaras dengan kebutuhan zaman. 

"Kita semua ingin menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing global melalui kurikulum yang relevan dan berkualitas,” jelas Rektor Titin.

Ia juga menekankan bahwa peningkatan mutu tidak hanya terletak pada dokumen, tetapi pada implementasi nyata dalam proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kurikulum yang baik harus mampu menjembatani kebutuhan dunia kerja, perkembangan ilmu pengetahuan, serta nilai-nilai karakter. 

"Oleh karena itu, penyusunan kurikulum harus dilakukan secara komprehensif, berbasis luaran (outcome-based education), dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” tambah Rektor Titin.

Rektor turut memberikan apresiasi kepada BPMA yang terus mengawal penguatan budaya mutu di lingkungan UBMG.

“Saya mengapresiasi BPMA yang telah berperan aktif dalam membangun budaya mutu. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi dan menghasilkan dokumen akademik yang berkualitas dalam mendukung peningkatan akreditasi program studi,” ungkap Rektor Titin.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPMA UBMG, Dr. Ikram Muhammad, M.Si menjelaskan bahwa penyelarasan VMTS dan kurikulum merupakan bagian integral dari sistem penjaminan mutu internal yang berkelanjutan.

Dalam proses akreditasi, VMTS menjadi aspek fundamental yang akan dinilai, termasuk bagaimana proses penyusunannya, implementasinya, serta keterkaitannya dengan kurikulum. 

"Oleh karena itu, setiap program studi harus memiliki pedoman yang jelas dan sistematis,” jelas Dr. Ikram. 

Ia menambahkan bahwa setiap program studi diwajibkan membentuk tim penyusun (task force) yang bertugas melakukan evaluasi VMTS sebelumnya menggunakan analisis SWOT, menyusun rancangan awal, serta membahasnya dalam forum lokakarya sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor.

“Terdapat tiga indikator utama yang harus menjadi perhatian, yaitu integrasi nilai ‘Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal’, penguatan kekhasan masing-masing program studi, serta keterkaitan dengan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” tegas Dr. Ikram.

Dalam aspek pengembangan kurikulum, Kepala BPMA juga menekankan pentingnya pendekatan partisipatif dan berbasis kebutuhan.

“Penyusunan kurikulum harus melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, serta stakeholder eksternal. Selain itu, dokumen kurikulum perlu melalui proses *review* oleh pakar untuk meningkatkan legitimasi akademik sebelum ditetapkan dan dipublikasikan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa kurikulum merupakan dokumen induk yang menjadi acuan utama dalam penyelenggaraan pendidikan di program studi, sehingga penyusunannya harus dilakukan secara matang dan berkelanjutan.

“Kegiatan hari ini merupakan tahap pembekalan awal. Selanjutnya akan dilakukan pendampingan intensif untuk memastikan setiap program studi mampu menyusun dan menyelaraskan dokumen VMTS dan kurikulum secara optimal,” tutup Dr. Ikram.

Melalui kegiatan ini, UBMG semakin mempertegas perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berorientasi pada mutu, inovasi, dan daya saing global. 

Dengan mengusung visi Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal, Kampus UBMG berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemandirian, dan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan daerah. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)