Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional melalui capaian mahasiswa pada ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tahun 2026 Tingkat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI.
Mahasiswa Program Studi D3 Analis Kesehatan, Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) UBMG, Sintya Agy Nuraisah Isang, berhasil meraih Juara 2 Jenjang Diploma setelah melewati proses seleksi yang ketat dan kompetitif bersama mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah.
Pengumuman pemenang disampaikan dalam kegiatan resmi yang berlangsung di Universitas Sam Ratulangi pada Rabu (6/5/2026). Prestasi tersebut menjadi capaian strategis bagi UBMG dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas mahasiswa, serta mendukung implementasi pendidikan tinggi yang berorientasi pada daya saing global dan pengembangan sumber daya manusia unggul.
Ajang Pilmapres merupakan kompetisi akademik bergengsi yang tidak hanya menilai kemampuan intelektual mahasiswa, tetapi juga mengukur kapasitas kepemimpinan, kreativitas, inovasi, kemampuan berpikir kritis, rekam jejak prestasi, kontribusi sosial, hingga kompetensi komunikasi internasional melalui penguasaan bahasa Inggris.
Dalam tahapan seleksi, peserta diuji melalui tiga komponen utama, yakni capaian unggulan, gagasan kreatif dan inovatif, serta kemampuan presentasi dan wawancara menggunakan bahasa Inggris di hadapan dewan juri profesional. Kompetisi ini menjadi ruang strategis dalam mengidentifikasi mahasiswa terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, kemampuan adaptasi, dan visi global.
Keberhasilan Sintya menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa UBMG mampu tampil kompetitif dan sejajar dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi unggulan lainnya. Capaian ini sekaligus mencerminkan komitmen UBMG dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang mendorong mahasiswa aktif berprestasi, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki karakter kepemimpinan yang kuat.
Prestasi tersebut juga sejalan dengan visi Universitas Bina Mandiri Gorontalo sebagai kampus *“Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal”* yang terus memperkuat kualitas pendidikan, pembinaan kemahasiswaan, pengembangan inovasi, serta penguatan talenta generasi muda melalui berbagai program akademik dan non-akademik yang berorientasi pada peningkatan mutu dan reputasi perguruan tinggi.
Ketua Tim Kerja Penguatan Mutu Pembelajaran dan Kemahasiswaan LLDikti Wilayah XVI, Akub Zainal Busura, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perguruan tinggi dan mahasiswa peserta Pilmapres Tahun 2026.
“Hari ini kita tidak sekadar memilih pemenang, melainkan sedang memotret masa depan Indonesia melalui potensi-potensi terbaik generasi muda,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Bidang Kemahasiswaan UBMG, Rahmawanto Taidi, M.Si menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas capaian yang diraih mahasiswa UBMG tersebut. Menurutnya, kompetisi yang diikuti oleh dua mahasiswa perwakilan UBMG, yakni Rafdin J. Yapental dan Sintya Agy Nuraisah Isang, merupakan hasil dari proses pembinaan yang berkelanjutan, kerja keras mahasiswa, serta dukungan penuh sivitas akademika UBMG dalam membangun budaya prestasi di lingkungan kampus.
“Kegiatan Pilmapres merupakan ajang kompetisi akademik yang sangat menarik dan menantang. Mahasiswa UBMG selalu aktif berpartisipasi, dan alhamdulillah selama empat tahun berturut-turut mahasiswa UBMG berhasil meraih prestasi pada ajang ini. Ini menjadi bukti bahwa budaya prestasi dan semangat kompetitif mahasiswa terus tumbuh dengan baik di lingkungan kampus,” ujar Rahmawanto.
Ia menjelaskan bahwa Pilmapres Tahun 2026 berlangsung sangat kompetitif karena peserta tidak hanya dituntut memiliki capaian unggulan, tetapi juga kemampuan menyusun gagasan kreatif, produk inovatif, serta keterampilan komunikasi dan presentasi dalam bahasa Inggris. Bahkan pada sesi penutupan, peserta juga menampilkan berbagai bakat dan kemampuan personal yang menjadi nilai tambah dalam kompetisi.
“Selamat kepada Sintya Agy Nuraisah Isang yang berhasil meraih Juara 2 Jenjang Diploma dan juga kepada Rafdin J. Yapental atas kerja keras serta dedikasinya sebagai peserta Pilmapres jenjang Sarjana. Keduanya telah menunjukkan semangat juang, kemampuan akademik, dan mental kompetitif yang membanggakan bagi UBMG,” tambahnya.
Rahmawanto juga menyampaikan apresiasi kepada panitia Pilmapres Tahun 2026, LLDikti Wilayah XVI, pimpinan Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Rektor UBMG, dosen pembimbing, serta seluruh tim pendamping yang telah memberikan dukungan penuh selama proses persiapan dan kompetisi berlangsung.
“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi mahasiswa yang bersangkutan, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh keluarga besar UBMG. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa UBMG memiliki kualitas akademik, kemampuan inovasi, dan daya saing yang mampu berkompetisi di tingkat regional bahkan nasional,” jelas Rahmawanto.
Ia menambahkan bahwa UBMG terus berkomitmen memperkuat pembinaan kemahasiswaan melalui berbagai program pengembangan kompetensi, pelatihan kepemimpinan, riset mahasiswa, publikasi ilmiah, penguatan literasi digital, hingga peningkatan kemampuan komunikasi global. Menurutnya, perguruan tinggi saat ini tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kemampuan adaptasi, serta kesiapan menghadapi dinamika dunia kerja dan perkembangan global.
“Ajang Pilmapres bukan hanya tentang meraih juara, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membentuk karakter mahasiswa yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di era global. Karena itu, kami terus mendorong mahasiswa UBMG untuk meningkatkan budaya prestasi, memperkuat kemampuan akademik, riset dan inovasi, termasuk meningkatkan kompetensi bahasa Inggris sebagai bekal penting," jelasnya.
Rahmawanto juga menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris saat ini menjadi salah satu indikator penting dalam pengembangan sumber daya manusia di dunia pendidikan tinggi modern. Oleh sebab itu, mahasiswa didorong untuk memiliki keberanian tampil dan percaya diri dalam berbagai kompetisi akademik maupun forum ilmiah.
“Kemampuan bahasa Inggris saat ini menjadi salah satu indikator penting dalam dunia akademik global. Mahasiswa harus berani tampil, percaya diri menyampaikan ide, gagasan, dan inovasi mereka di depan publik maupun forum ilmiah," tambah Rahmawanto.
Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri dan menjadikan prestasi sebagai budaya akademik di lingkungan UBMG.
“Prestasi Sintya menjadi bukti bahwa dengan kerja keras, disiplin, pembinaan yang berkelanjutan, serta keberanian keluar dari zona nyaman, mahasiswa UBMG mampu bersaing dengan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi lainnya. Ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkembang dan tidak takut berkompetisi,” terangnya.
Sebagai informasi, Sintya Agy Nuraisah Isang bersama lima pemenang lainnya akan mewakili LLDikti Wilayah XVI pada tahapan seleksi awal Pilmapres Tingkat Nasional Tahun 2026. Kesempatan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat eksistensi UBMG sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan mahasiswa unggul, inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.
“Ayo persiapkan diri dan tingkatkan kemampuan lebih baik lagi bagi seluruh mahasiswa UBMG. Banyak manfaat besar yang diperoleh melalui partisipasi aktif dalam Pilmapres, mulai dari peningkatan kapasitas diri, pengalaman kompetisi, kemampuan komunikasi, hingga jejaring akademik yang sangat penting bagi masa depan setelah lulus nanti,” tutup Rahmawanto.
Dengan capaian ini, Kampus UBMG kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang terus berkembang dan berkomitmen menghadirkan pendidikan berkualitas melalui penguatan mutu akademik, prestasi mahasiswa, inovasi, serta kolaborasi strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global. (hms)