Kampus UBMG - Proses Asesmen Lapangan Program Studi (Prodi) S1 Teknologi Pendidikan (Tekpen), Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB), Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) resmi ditutup melalui agenda penyerahan rekomendasi dan berita acara hasil asesmen lapangan dari tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), pada Sabtu (11/4/2026) di Ruang Akreditasi Kampus UBMG.
Kegiatan penutupan tersebut dihadiri oleh Rektor UBMG, Wakil Rektor, Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA), Dekan FIPB, Ketua Program Studi, serta para dosen di lingkungan FIPB. Momentum ini menjadi bagian penting dari rangkaian proses evaluasi eksternal dalam rangka penguatan mutu akademik dan tata kelola Program Studi Teknologi Pendidikan UBMG.
Dua asesor dari LAMDIK yang melaksanakan asesmen lapangan yaitu Prof. Dr. Andi Kristanto, M.Pd dari Universitas Negeri Surabaya, dan Prof. Dr. Nurhikmah, M.Si dari Universitas Negeri Makassar, yang selama kegiatan melakukan verifikasi dokumen, observasi fasilitas, serta wawancara dengan pimpinan Universitas, Fakultas, Dosen, Mahasiswa dan mitra kerja sama.
Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada tim asesor atas proses asesmen yang telah berlangsung secara komprehensif dan konstruktif.
Pimpinan UBMG menyampaikan terima kasih kepada para asesor LAMDIK atas seluruh proses asesmen lapangan yang telah memberikan banyak masukan berharga bagi pengembangan Program Studi Teknologi Pendidikan.
"UBMG berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas layanan akademik serta penguatan sumber daya, khususnya di Prodi Tekpen,” ujar Rektor Titin.
Ia juga menegaskan bahwa UBMG sebagai salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terus berupaya melakukan transformasi kelembagaan melalui peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Kami menunggu hasil penilaian dari proses asesmen ini dengan penuh harapan. Apapun hasilnya akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Silaturahmi dan kolaborasi akademik dengan para asesor juga diharapkan dapat terus terjalin demi pengembangan Prodi Teknologi Pendidikan UBMG di masa mendatang,” tambah Rektor Titin.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Andi Kristanto, M.Pd menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis untuk penguatan Prodi Tekpen, khususnya dalam hal pengembangan jejaring, peningkatan sumber daya manusia, serta penguatan sistem penjaminan mutu internal.
Ia menjelaskan Program Studi Teknologi Pendidikan UBMG memiliki potensi besar untuk berkembang. Promosi program studi perlu dilakukan lebih masif, termasuk melalui media sosial dan podcast kampus.
"Kolaborasi dengan sekolah kejuruan/sederajat juga dapat menjadi strategi efektif untuk memperluas jejaring dan meningkatkan minat calon mahasiswa,” ungkap Prof. Andi Kristanto.
Ia juga mendorong agar Prodi Tekpen aktif bergabung dalam Asosiasi keilmuan guna memperluas wawasan akademik dan jejaring nasional.
“Keterlibatan dalam Asosiasi sangat penting karena dapat membantu program studi dalam berbagi pengalaman, mencari solusi terhadap berbagai tantangan, serta memperkuat pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE),” jelasnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya penguatan sumber daya dosen yang memiliki latar belakang keilmuan Teknologi Pendidikan.
“Ke depan, idealnya minimal 50 persen dosen di Prodi Tekpen berasal dari disiplin ilmu Teknologi Pendidikan, baik pada jenjang S1, S2 maupun S3. Hal ini penting untuk memperkuat identitas keilmuan Prodi,” tambahnya.
Asesor juga memberikan masukan terkait penguatan sistem pengendalian mutu di tingkat program studi melalui pembentukan gugus kendali mutu yang secara rutin melaksanakan monitoring dan evaluasi capaian pembelajaran lulusan (CPL), kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat setiap semester.
Sementara itu Asesor lainnya, Prof. Dr. Nurhikmah, M.Si dalam paparannya menjelaskan hasil asesmen lapangan berdasarkan sembilan standar penilaian akreditasi yang mencakup visi misi, tata pamong, mahasiswa, sumber daya manusia, keuangan, sarana prasarana, pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai sejumlah aspek di UBMG telah berjalan dengan baik, termasuk sistem penjaminan mutu internal berbasis aplikasi, layanan kemahasiswaan, serta ketersediaan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran.
“SPMI di UBMG sudah sangat baik dan didukung sistem informasi yang memadai. Layanan kemahasiswaan, ULD, serta PPKPT juga telah berjalan dengan baik. Hal ini menunjukkan komitmen universitas dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif dan berkualitas,” jelas Prof. Nurhikmah.
Meski demikian, ia juga memberikan beberapa catatan penguatan, di antaranya peningkatan riset dosen, kolaborasi penelitian bersama mahasiswa, serta penguatan publikasi ilmiah yang terintegrasi dengan kegiatan penelitian dan pengabdian.
“Integrasi hasil riset ke dalam bahan ajar dan artikel ilmiah akan memberikan dampak positif bagi pengembangan keilmuan mahasiswa sekaligus meningkatkan produktivitas akademik dosen,” tambahnya.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan branding Program Studi Teknologi Pendidikan melalui pemanfaatan media sosial serta perluasan jejaring kerja sama dengan mitra usaha atau industri, sekolah dan Pemerintah daerah.
Di sisi lain, penyesuaian road map penelitian juga disarankan agar selaras dengan kompetensi dosen yang memiliki latar belakang Teknologi Pendidikan, sehingga dapat memperkuat arah pengembangan keilmuan Prodi.
Asesor juga mengapresiasi fasilitas sarana dan prasarana di UBMG yang dinilai sudah baik dan tertata dengan rapi, meskipun tetap diperlukan penguatan fasilitas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, seperti penyediaan jalur pemandu (Guiding block) bagi tuna netra.
Sementara itu, Dekan FIPB UBMG, Dr. Imam Mashudi, M.Pd, turut menyampaikan apresiasi atas proses asesmen lapangan yang dinilai berlangsung dalam suasana akademik yang konstruktif dan humanis.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada kedua asesor LAMDIK yang telah melaksanakan proses asesmen dengan sangat humanis serta memberikan berbagai masukan yang sangat berharga bagi pengembangan Prodi Teknologi Pendidikan,” ujar Dr. Imam.
Ia menambahkan bahwa seluruh rekomendasi yang diberikan akan menjadi bahan evaluasi sekaligus penyemangat bagi civitas akademika FIPB untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Masukan yang diberikan akan menjadi energi positif bagi kami untuk terus berbenah dan memperkuat kualitas program studi, sehingga Prodi Teknologi Pendidikan UBMG semakin dikenal dan dipercaya oleh masyarakat, khususnya di Provinsi Gorontalo dan kawasan Sulawesi,” tutupnya.
Melalui proses asesmen lapangan ini, UBMG menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi, memperkuat daya saing lulusan, serta menghadirkan Prodi yang relevan dengan kebutuhan perkembangan teknologi dan dunia pendidikan modern.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan Yayasan, Universitas serta seluruh Sivitas Akademika, UBMG optimistis Program Studi Teknologi Pendidikan FIPB UBMG akan semakin berkembang, menjadi pusat pengembangan inovasi teknologi pembelajaran, serta melahirkan lulusan yang Unggul, Berkarakter dan Mengglobal, serta siap menjawab tantangan transformasi pendidikan di era digital. (Hms)