Bedah Buku Kampus UBMG, Rektor Titin: Mahasiswa Didorong untuk Peekuat Karakter dan Kepemimpinan yang Berintegritas serta Adaptif

5 Maret 2026 Akademik
Bedah Buku Kampus UBMG, Rektor Titin: Mahasiswa Didorong untuk Peekuat Karakter dan Kepemimpinan yang Berintegritas serta Adaptif

Kampus UBMG – Untuk terus meningkatkan budaya literasi dan penguatan atmosfer akademik, serta pengembangan karakter kepemimpinan mahasiswa, Kampus Universitas Bina Mandiri Oorontalo (UBMG) menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku, pada Kamis (15/1/2025) di Aztin Convention Center Kampus UBMG.

Kegiatan ini menjadi memen strategis akademik Kampus UBMG dalam mendukung implementasi Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan dan pengajaran berbasis penguatan nilai, etika, serta kapasitas kepemimpinan generasi muda. 

Bedah buku tersebut diikuti oleh mahasiswa lintas Program Studi (Prodi), dosen, serta sivitas akademika Kampus UBMG.

Diskusi akademik ini dipandu oleh Moderator Dedy Suryadi, M.Ak, AK, CA yang juga sebagai Ketua Program Studi Akuntansi Sektor Publik Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP) UBMG. bertugas mengarahkan jalannya kegiatan secara sistematis dan interaktif. 

Melalui forum bedah buku ini, peserta diajak untuk memahami secara komprehensif konsep kepemimpinan otentik dan adaptif sebagai model kepemimpinan yang relevan dengan dinamika perubahan global, nasional, maupun lokal.

Hadir sebagai pembedah buku, tiga akademisi dan pimpinan institusi yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidang kepemimpinan dan tata kelola organisasi, yakni: Guru Besar UNG, Prof. Dr. Ani M. Hasan, M.Pd; Rektor UBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si; dan Dekan FPSP UBMG, Ismail Tahir, Ph.D.

Dalam pemaparannya, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si menegaskan bahwa buku yang dibedah memuat kajian komprehensif dengan merujuk pada lebih dari 200 pandangan para ahli kepemimpinan, sehingga memberikan perspektif teoritis yang kuat sekaligus aplikatif. Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan memiliki beragam pendekatan, seperti demokratis, otoriter, dan situasional. 

Namun kepemimpinan otentik dan adaptif merupakan gaya yang paling sesuai dengan konteks perubahan saat ini yang ditandai oleh kompleksitas, disrupsi, dan ketidakpastian.

“Di tengah tantangan dunia kerja dan kehidupan sosial yang semakin kompetitif, generasi muda dituntut memiliki ketahanan mental dan karakter kepemimpinan yang kuat. Kepemimpinan otentik bersumber dari kesadaran diri, moralitas, kejujuran, ketulusan, serta integritas antara ucapan dan tindakan,” ungkap Rektor Titin.

Lebih lanjut, Rektor Titin menjelaskan bahwa kepemimpinan otentik tidak terlepas dari tantangan internal maupun eksternal, termasuk konflik nilai dan tekanan lingkungan. Namun, kepemimpinan ini sangat penting dalam membangun kepercayaan jangka panjang, loyalitas organisasi, iklim kerja yang sehat, serta pengaruh kepemimpinan yang berkelanjutan.

Sementara itu, kepemimpinan adaptif dipandang sebagai pendekatan strategis dalam merespons krisis dan kompleksitas organisasi modern. Menurutnya, berbagai krisis yang dihadapi saat ini bersifat struktural dan berulang, sehingga menuntut pemimpin yang fleksibel, responsif, dan mampu membaca perubahan secara tepat. 

Buku tersebut dinilai relevan dengan konteks transformasi Indonesia karena memberikan penguatan pada tata kelola organisasi, pendekatan kontekstual yang aplikatif, serta menekankan pentingnya etika kemanusiaan dan keberanian moral selain kecakapan manajerial.

Narasumber kedua, Ismail Tahir, Ph.D, menyoroti kepemimpinan modern berada dalam lanskap ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas. Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan otentik dan adaptif menekankan identitas dan posisi pemimpin yang berlandaskan integritas, kesadaran diri, serta kemampuan reflektif dalam mengambil keputusan.

“Buku ini mengedepankan pendekatan etika dan konsistensi nilai, sekaligus menawarkan strategi dalam menjawab kompleksitas organisasi, termasuk tantangan makro, disrupsi teknologi, serta perubahan nilai dalam masyarakat,” jelasnya. 

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan otentik hadir sebagai respons atas krisis kepercayaan publik, sementara kepemimpinan adaptif merupakan jawaban atas lingkungan yang dinamis dan penuh ketidakpastian. Oleh karena itu, seorang pemimpin dituntut memiliki kemampuan manajemen diri, kecakapan strategis, transparansi, konsistensi, serta kesadaran nilai pribadi yang tercermin dalam tindakan nyata.

Menurutnya, buku ini sangat relevan bagi mahasiswa sektor publik, bisnis, manajemen, dan organisatoris modern sebagai bekal konseptual dan praktis dalam menghadapi tantangan kepemimpinan di masa depan.

Narasumber selanjutnya, Prof. Dr. Ani M. Hasan, M.Pd, menyampaikan bahwa substansi buku tersebut sejalan dengan nilai-nilai kepemimpinan yang selama ini diterapkan dan diinspirasikan oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG) dan Rektor UBMG, yang tercermin melalui berbagai kebijakan, terobosan program, serta konsistensi dalam pengembangan institusi.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan otentik memiliki peran strategis dalam menentukan arah dan visi institusi di tengah dinamika perubahan, dengan menitikberatkan pada keaslian moral, kejujuran, keterbukaan, dan kesadaran diri terhadap realitas organisasi. Sementara itu, kepemimpinan adaptif berkembang seiring meningkatnya kompleksitas lingkungan eksternal dan berfungsi sebagai mekanisme fasilitasi yang efektif dalam menghasilkan solusi kolektif.

“Esensi kepemimpinan adaptif adalah keberanian dalam menghadapi ketidakpastian, serta kemampuan untuk bersikap fleksibel dan responsif terhadap perubahan yang terus berlangsung,” terang Prof. Ani Hasan.

Kegiatan bedah buku ini berlangsung dinamis dan interaktif, ditandai dengan sesi diskusi yang melibatkan partisipasi aktif peserta. Berbagai pertanyaan kritis dan reflektif mengemuka, termasuk pandangan bahwa kepemimpinan dapat terus diasah sejak dini meskipun belum menduduki jabatan formal, melalui kesadaran diri, kejujuran, pembelajaran berkelanjutan, dan pemahaman mendalam terhadap nilai-nilai kepemimpinan.

"Melalui kegiatan ini, Universitas Bina Mandiri Gorontalo menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada penguatan akademik, tetapi juga pada pembentukan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan perubahan, sejalan dengan visi UBMG dalam mencetak lulusan yang Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal," tutup Moderator Dedy Suryadi. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp