GORONTALO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo dan Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia (PW PII) Gorontalo berkomitmen memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional melalui pemanfaatan data berkualitas, penguatan peran profesional, serta peningkatan partisipasi berbagai elemen masyarakat dalam pembangunan, Jum’at (21/8/2026).
Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Kepala BPS Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo, M.Stat. bersama jajaran dengan Pengurus Wilayah PII Gorontalo yang berlangsung di Ruang VVIP Kampus Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo.
Audiensi dihadiri langsung Ketua Umum PW PII Gorontalo Dr. H. Darda Daraba, SH, MH, M.Si, IPM, Wakil Ketua Dr. Ir. H. Azis Rachman, ST, MM, IPM, ASEAN Eng, Sekretaris Umum Dr. Ir. H. Sultan Kalupe, ST, MT, IPM, serta jajaran pengurus PW PII Gorontalo.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka dan konstruktif dengan semangat yang sama, yakni membangun kolaborasi antarlembaga untuk memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap kemajuan Provinsi Gorontalo dan pembangunan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, BPS dan PII membahas berbagai isu strategis pembangunan, khususnya perkembangan sosial, ekonomi, pendidikan, infrastruktur, sumber daya manusia serta kebutuhan terhadap data yang akurat dan berkualitas sebagai dasar perencanaan dan pengambilan kebijakan.
BPS sebagai lembaga pemerintah yang menjalankan tugas di bidang statistik memiliki peran strategis dalam menyediakan statistik resmi untuk mendukung perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi pembangunan.
Sementara PII sebagai organisasi profesi memiliki sumber daya para insinyur dan profesional dari berbagai disiplin ilmu yang dapat memberikan perspektif teknis, pengetahuan, pengalaman lapangan dan jejaring profesional dalam mendukung pembangunan.
Kolaborasi kedua lembaga tersebut dinilai memiliki nilai strategis karena mempertemukan kekuatan data dengan kompetensi profesional.
Data yang berkualitas membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat, sedangkan perencanaan pembangunan yang baik membutuhkan data yang valid, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo Agus Sudibyo, M.Stat. menyampaikan apresiasi kepada PW PII Gorontalo atas sambutan, keterbukaan serta berbagai masukan yang diberikan dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, dukungan organisasi profesi dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem statistik dan meningkatkan kualitas data pembangunan.
“Kami memberikan apresiasi kepada Pengurus Wilayah Persatuan Insinyur Indonesia Gorontalo atas penerimaan dan berbagai informasi serta masukan yang disampaikan. Kolaborasi dengan organisasi profesi menjadi sangat penting dalam mendukung program kerja BPS, termasuk berbagai agenda strategis yang akan dilaksanakan pada tahun 2026,” ungkap Agus.
Sinergi tersebut juga diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai program strategis BPS, termasuk Sensus Ekonomi 2026, melalui sosialisasi, edukasi dan peningkatan partisipasi masyarakat serta komunitas profesional.
Ketua Umum PW PII Gorontalo Dr. H. Darda Daraba, SH, MH, M.Si, IPM menegaskan kesiapan PII untuk menjadi mitra strategis BPS dalam mendukung program statistik dan pembangunan daerah.
Menurut Darda, PII memiliki jaringan insinyur dan profesional dari berbagai bidang yang dapat menjadi kekuatan dalam mendukung sosialisasi, sensus, pendataan maupun penyediaan perspektif teknis terhadap berbagai persoalan pembangunan.
“PII Gorontalo siap menjadi mitra strategis BPS. Kami memiliki komunitas profesional dari berbagai bidang keinsinyuran yang dapat ikut memberikan kontribusi dalam mendukung kegiatan sensus, pendataan dan berbagai program pembangunan,” ujar Darda.
Menurutnya, kemajuan daerah tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi. Pemerintah, organisasi profesi, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat harus membangun ekosistem kolaborasi sesuai dengan tugas dan kompetensi masing-masing.
“Semangatnya adalah saling memperkuat. BPS memiliki kekuatan pada data dan statistik, sementara PII memiliki sumber daya profesional, kompetensi teknis dan pengalaman lapangan. Ketika potensi tersebut dikolaborasikan, kita berharap dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan Gorontalo dan Indonesia,” tambahnya.
Darda mendorong agar audiensi tersebut ditindaklanjuti dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA/PKS) sehingga sinergi kedua institusi memiliki program dan agenda yang berkelanjutan.
Wakil Ketua PW PII Gorontalo Dr. Ir. H. Azis Rachman, ST, MM, IPM, ASEAN Eng menambahkan bahwa perkembangan pembangunan saat ini menuntut pengambilan keputusan yang semakin berbasis data.
Menurut Azis, data harus ditempatkan sebagai salah satu instrumen strategis pembangunan karena kualitas data akan sangat menentukan kualitas perencanaan, ketepatan intervensi pemerintah serta efektivitas berbagai program untuk masyarakat.
“Kita membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat. BPS memiliki data, sementara perguruan tinggi, organisasi profesi dan masyarakat memiliki pengalaman serta informasi faktual di lapangan. Keduanya perlu saling menguatkan sehingga data yang dihasilkan semakin berkualitas dan kebijakan pemerintah semakin tepat sasaran,” kata Azis.
Azis yang juga merupakan Ketua APTISI Wilayah Gorontalo dan Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo mencontohkan pentingnya data dalam sektor pendidikan.
Menurutnya, ekosistem pendidikan di Provinsi Gorontalo saat ini semakin berkembang. Namun berbagai bentuk intervensi pemerintah, termasuk bantuan pendidikan KIP Kuliah, sangat bergantung pada kualitas dan ketepatan data sosial ekonomi masyarakat.
Di lapangan, kata Azis, terkadang masih ditemukan calon mahasiswa yang secara faktual membutuhkan bantuan pendidikan, namun informasi sosial ekonominya belum sepenuhnya menggambarkan kondisi aktual keluarga.
Kondisi tersebut menurutnya bukan untuk mencari kelemahan suatu institusi, tetapi menjadi ruang bersama untuk terus memperbaiki kualitas, validitas dan pemutakhiran data.
“Ini menjadi tanggung jawab bersama. Kita ingin memberikan masukan dari kondisi yang kita temukan di lapangan agar data semakin baik. Sebab semakin baik kualitas data, semakin tepat pula kebijakan pemerintah dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat,” jelas Azis.
Menurutnya, sinergi BPS dengan perguruan tinggi, organisasi profesi, pemerintah daerah dan masyarakat dapat menjadi model kolaborasi dalam mempertemukan data statistik dengan kondisi faktual di lapangan.
Pertemuan tersebut juga menegaskan bahwa data tidak boleh berhenti sebagai kumpulan angka dan tabel statistik.
Data harus mampu diterjemahkan menjadi informasi, informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi dasar kebijakan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Karena itu, kolaborasi BPS dan PII Gorontalo diharapkan dapat dikembangkan pada sejumlah bidang, antara lain dukungan terhadap kegiatan sensus dan pendataan, peningkatan literasi statistik, pemanfaatan data untuk perencanaan infrastruktur, kajian pembangunan daerah, pendidikan, ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia.
Kerja sama juga dapat diarahkan pada forum diskusi, seminar, kajian bersama serta diseminasi data kepada kalangan profesional dan masyarakat sehingga statistik semakin mudah dipahami dan dimanfaatkan dalam pembangunan.
BPS Provinsi Gorontalo dan PW PII Gorontalo memiliki semangat yang sama agar komunikasi yang telah terbangun dapat dilanjutkan melalui program kerja sama yang lebih konkret.
Rencana MoU dan MoA/PKS diharapkan menjadi landasan untuk membangun kolaborasi yang terencana dan berkelanjutan dengan tetap memperhatikan tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing lembaga.
Semangat kerja sama tersebut diarahkan pada prinsip bahwa setiap institusi memiliki kekuatan dan peran masing-masing yang apabila dipadukan akan memberikan kontribusi lebih besar bagi daerah.
Data yang berkualitas, kompetensi profesional, ilmu pengetahuan dan pengalaman lapangan menjadi kekuatan bersama untuk melahirkan pembangunan yang semakin tepat sasaran dan berdampak kepada masyarakat.
Selain jajaran pimpinan tersebut, pertemuan turut dihadiri Bendahara Umum PW PII Gorontalo Ir. Hj. Hedy S. Tome, ST, MT, IPM, ASEAN Eng, ASEAN APEC, Wakil Sekretaris Dr. Ir. Erik Lihawa, ST, Ars, MT, IPU, ASEAN Eng, Dr. Fri S. Bilakonga, ST, M.Si, IPM, Ir. Achmad Bagulu, ST, IPM, serta jajaran BPS Provinsi Gorontalo.
Audiensi ditutup dengan komitmen untuk terus membangun komunikasi dan menindaklanjuti peluang kerja sama antara BPS Provinsi Gorontalo dan PW PII Gorontalo.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari semangat bersama untuk menghadirkan data yang semakin berkualitas, kebijakan yang semakin tepat, pembangunan yang semakin berdampak, serta kontribusi nyata organisasi profesi dalam membangun Gorontalo dan Indonesia.