FPBMG – Forum Penggerak Perempuan Bina Mandiri Gorontalo (FPPBMG) terus mengakselerasi perannya sebagai wadah kolaboratif berbasis akademik dalam mendukung agenda pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga di daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi strategis antara pengurus FPPBMG dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Gorontalo pada Rabu, 22 April 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi lintas sektor yang mengintegrasikan pendekatan akademik, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Audiensi yang dipimpin oleh Ketua FPPBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes disambut langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo, Hj. Nani Ismail Mokodongan, MM. Diskusi berlangsung dinamis dengan menitikberatkan pada penguatan program kolaboratif yang tidak hanya bersifat implementatif, tetapi juga berbasis kajian ilmiah dan riset terapan.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama dalam berbagai bidang strategis, di antaranya peningkatan literasi kesehatan keluarga, pemberdayaan ekonomi perempuan berbasis UMKM, edukasi parenting, serta penguatan kapasitas kader PKK melalui pelatihan dan pendampingan berbasis keilmuan.
Ketua FPPBMG, Dr. Titin Dunggio, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif yang dibangun tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan pada program berkelanjutan yang memiliki landasan akademik yang kuat.
“Alhamdulillah kami diterima dengan sangat baik. Diskusi yang terbangun tidak hanya membahas program kerja, tetapi juga bagaimana setiap program dapat dirancang berbasis data, riset, dan kebutuhan riil masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa kolaborasi ini menghasilkan output yang terukur dan berdampak,” ujar Dr. Titin.
Ia juga menambahkan bahwa FPPBMG sebagai forum yang berafiliasi dengan Kampus Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) memiliki keunggulan dalam integrasi tridarma perguruan tinggi.
“Melalui dukungan UBMG, kami mendorong sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan stakeholder daerah dalam bentuk riset kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, serta program pemberdayaan yang berkelanjutan. Ini menjadi kekuatan utama FPPBMG dalam menghadirkan solusi berbasis keilmuan,” tambahnya.
Lebih lanjut, kolaborasi ini juga membuka ruang bagi implementasi program *evidence-based policy* di tingkat daerah, di mana hasil riset dan kajian akademik dapat menjadi rujukan dalam perumusan program pemberdayaan perempuan dan keluarga oleh TP PKK.
Selain audiensi bersama TP PKK, pengurus FPPBMG turut melakukan silaturahmi strategis dengan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, MH di Rumah Dinas Wakil Gubernur.
Dalam pertemuan tersebut, Wagub Idah memberikan apresiasi atas inisiatif FPPBMG dalam membangun ekosistem kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan daerah.
“Kami menyambut baik peran FPPBMG yang mampu menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat. Ini adalah model kolaborasi yang sangat penting dalam memperkuat program pemerintah, khususnya dalam pemberdayaan perempuan dan keluarga,” ungkap Wagub Idah.
Diskusi yang berlangsung hangat tersebut juga menyoroti pentingnya keberlanjutan program melalui pendekatan interdisipliner, termasuk integrasi aspek kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya dalam setiap kegiatan pemberdayaan.
Sinergi antara FPPBMG, TP PKK, dan Pemerintah Provinsi Gorontalo diharapkan menjadi model kolaborasi yang adaptif dan inovatif, sekaligus memperkuat ekosistem pembangunan berbasis pengetahuan.
Keterlibatan aktif Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) melalui FPPBMG menjadi representasi nyata komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan tridarma secara holistik. UBMG tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Dengan pendekatan kolaboratif yang terstruktur, berbasis riset, dan berorientasi pada dampak, FPPBMG optimistis dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan program-program pemberdayaan perempuan yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan di Provinsi Gorontalo. (hms)