Kampus UBMG ‐ Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBM) kembali menunjukkan komitmennya memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi. Tahun ini, UBM akan menggelar International Week 2026 – Student Exchange Program bersama Pangasinan State University (PSU), Philippines, pada 14–24 September 2026 di Gorontalo.
Mengusung tema “Cross-Border Minds: Bridging Cultures Through Education”, program ini menjadi salah satu agenda strategis UBM dalam mewujudkan visi “Unggul, Berkarakter, Mengglobal.”
Tidak sekadar pertukaran mahasiswa, International Week 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran global yang mempertemukan mahasiswa Indonesia dan Filipina melalui pengalaman akademik, budaya, lingkungan, hingga interaksi langsung dengan masyarakat.
“Internasionalisasi kampus bukan hanya mengirim mahasiswa ke luar negeri. Yang lebih penting adalah menghadirkan dunia ke dalam kampus, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman berinteraksi, belajar dan berkolaborasi dengan masyarakat internasional,” demikian semangat yang diusung dalam program tersebut.
Dari Gorontalo, Mahasiswa Belajar tentang Dunia. Selama berada di Gorontalo, mahasiswa internasional dari Pangasinan State University akan mengikuti berbagai kegiatan yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan eksplorasi potensi daerah.
Di antaranya Olele Marine National Park, dengan agenda observasi ekosistem laut, snorkeling, pengenalan potensi wisata bahari serta wawancara dengan masyarakat lokal.
Peserta juga akan mengikuti Whale Shark Site Visit, untuk mengenal salah satu kekayaan biodiversitas laut Gorontalo sekaligus memahami pentingnya konservasi dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Menariknya, program juga menghadirkan Biodiversity Project, yang mempertemukan perspektif mahasiswa Indonesia dan Filipina untuk membandingkan potensi biodiversitas dan kelautan kedua negara.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya melihat keindahan alam Gorontalo, tetapi juga diajak mengamati, membandingkan, berdiskusi dan menemukan solusi bersama terkait isu lingkungan dan keberlanjutan.
KUI UBM: Internasionalisasi Harus Menjadi Pengalaman Nyata
Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBM Gorontalo, Dr. Ayu Anastasya Rachman, SIP, MA, sebagai penggagas program, mengatakan bahwa International Week merupakan bagian dari upaya menjadikan internasionalisasi sebagai pengalaman nyata bagi mahasiswa.
“Kami ingin internasionalisasi UBM tidak berhenti pada kerja sama di atas kertas. Internasionalisasi harus hadir dalam bentuk program yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk belajar bersama mahasiswa asing, mengenal budaya lain, berdiskusi, melakukan kegiatan akademik dan sekaligus memperkenalkan potensi Gorontalo kepada dunia,” ujar Dr Ayu.
Menurutnya, Gorontalo memiliki berbagai potensi yang sangat relevan untuk menjadi bagian dari pembelajaran internasional, terutama kekayaan budaya, masyarakat, lingkungan dan biodiversitas laut.
“Kita ingin menunjukkan bahwa pembelajaran global tidak selalu harus dilakukan di luar negeri. Dari Gorontalo pun mahasiswa dapat membangun jejaring dunia. Sebaliknya, mahasiswa internasional dapat datang ke Gorontalo dan mengenal Indonesia secara lebih dekat,” tambahnya.
Rektor: Sudah Berjalan Tiga Tahun dan Menjadi Program Unggulan UBM
Rektor UBM Gorontalo, Dr. Hj. Titin Dunggio, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan International Week yang dinilainya telah berkembang menjadi salah satu program unggulan dalam agenda internasionalisasi kampus.
Menurut Rektor, program tersebut telah dijalankan secara konsisten selama tiga tahun terakhir, sehingga menunjukkan bahwa internasionalisasi UBM bukan program sesaat, melainkan bagian dari arah strategis pengembangan universitas.
“Kami memberikan apresiasi kepada KUI dan seluruh sivitas akademika yang selama tiga tahun secara konsisten menjalankan program internasionalisasi ini. International Week bukan hanya kegiatan pertukaran mahasiswa, tetapi menjadi bagian penting dalam perjalanan UBM untuk mewujudkan visi Unggul, Berkarakter, Mengglobal,” kata Titin.
Ia menegaskan, UBM akan terus memperluas jejaring dengan perguruan tinggi internasional serta meningkatkan kualitas program student mobility dan kerja sama akademik.
“Kami ingin mahasiswa UBM memiliki wawasan global, mampu berkomunikasi lintas budaya dan memiliki pengalaman berinteraksi dengan masyarakat internasional. Pada saat yang sama, mahasiswa internasional yang datang ke UBM juga dapat mengenal Gorontalo dan Indonesia,” jelasnya.
Bukan Sekadar Exchange, tetapi Membangun Global Mindset. Selain kegiatan akademik dan lingkungan, International Week 2026 juga akan diisi dengan Cultural Exchange, Cross-Cultural Activities, International Seminar dan Knowledge Sharing.
Mahasiswa Indonesia dan Filipina akan saling memperkenalkan bahasa, tradisi, budaya dan kehidupan sosial masing-masing. Interaksi tersebut diharapkan membangun jejaring persahabatan sekaligus memperkuat kemampuan mahasiswa memahami keberagaman global.
Bagi UBM, program ini menjadi bukti bahwa internasionalisasi dapat tumbuh dari daerah dan memberikan dampak langsung bagi sivitas akademika maupun masyarakat.
Dari Gorontalo, UBM membangun koneksi dunia. Dari ruang kelas, mahasiswa dipersiapkan menjadi bagian dari masyarakat global.
International Week 2026 menjadi momentum untuk memperkuat empat semangat utama:
Global Friends — membangun jejaring persahabatan internasional.
Cultural Exchange — mempertemukan budaya Indonesia dan Filipina.
Knowledge Sharing — berbagi pengetahuan dan pengalaman akademik.
Sustainable Future — membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan berkelanjutan.
Dengan semangat “Crossing Borders, Connecting Minds, Creating a Better Future Together”, UBM Gorontalo terus melangkah membawa nama Gorontalo ke panggung pendidikan tinggi internasional.
Universitas Bina Mandiri Gorontalo
UNGGUL, BERKARAKTER , MENGGLOBAL