Kampus UBMG Bahas Draft Perjanjian Kerja Sama dengan Kantor SAR Gorontalo untuk Penguatan SDM, Riset, dan Pengabdian Masyarakat

16 April 2026 Kerjasama
Kampus UBMG Bahas Draft Perjanjian Kerja Sama dengan Kantor SAR Gorontalo untuk Penguatan SDM, Riset, dan Pengabdian Masyarakat

Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperluas jejaring kemitraan strategis dengan berbagai lembaga pemerintah guna memperkuat implementasi Tridharma Perguruan tinggi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembahasan draft Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kampus UBMG dan Kantor Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR) Kelas B Provinsi Gorontalo, pada Rabu (11/3/2026) di Ruang Akreditasi Kampus UBMG.

Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam merumuskan kolaborasi institusional yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia, penguatan kegiatan penelitian, serta peningkatan program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada isu kebencanaan, keselamatan publik, dan mitigasi risiko bencana.

Tim dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Provinsi Gorontalo dipimpin oleh Ruli Gani selaku Person in Charge (PIC) kerja sama Basarnas. Dalam diskusi yang berlangsung konstruktif tersebut, kedua pihak membahas secara rinci berbagai aspek teknis yang akan dituangkan dalam dokumen PKS sebagai landasan kerja sama berkelanjutan.

Kolaborasi ini juga merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama yang sebelumnya telah terjalin antara Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XVI, sehingga implementasinya di tingkat perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah dalam membangun kapasitas sumber daya manusia yang unggul dan responsif terhadap berbagai situasi darurat di masyarakat.

Koordinator Bidang Kerja Sama UBMG, Rahmawanto Taidi, M.Si, menjelaskan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif bagi mahasiswa.

Kerja sama ini sangat relevan dengan beberapa program studi yang ada di Universitas Bina Mandiri Gorontalo, khususnya Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta Program Studi Ilmu Lingkungan. 

"Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman pembelajaran berbasis praktik lapangan terkait manajemen keselamatan, mitigasi bencana, hingga prosedur pencarian dan pertolongan dalam situasi darurat,” terang Rahmawanto.

Ia menambahkan bahwa ruang lingkup kerja sama yang dibahas dalam draft PKS mencakup berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kompetensi, antara lain pelatihan teknis, program magang mahasiswa, kegiatan pendidikan dan pengajaran, sosialisasi kebencanaan, penelitian kolaboratif, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Rahmawanto menegaskan bahwa kerja sama ini juga akan diintegrasikan dengan berbagai program akademik yang ada di Kampus UBMG, termasuk kegiatan Kuliah Kerja Mandiri (KKM) yang mengusung tema pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam pelaksanaan KKM ke depan, mahasiswa UBMG direncanakan akan mendapatkan sosialisasi langsung dari tim SAR terkait tugas dan fungsi Basarnas, khususnya dalam penanganan tanggap darurat, pencarian korban, serta proses pertolongan pascabencana alam. 

"Hal ini tentu akan memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dalam memahami praktik penanggulangan bencana, khususnya dalam hal pencarian dan pertolongan pertama secara nyata di tengah masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan tim SAR Gorontalo, Ruli Gani, menyambut baik progres kerja sama yang dibangun bersama UBMG. Ia menilai kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi seperti UBMG. Melalui kerja sama ini, mahasiswa dapat memperoleh pemahaman langsung mengenai tugas dan fungsi Kantor SAR, termasuk bagaimana proses pencarian dan pertolongan dilakukan secara profesional dalam situasi darurat,” ungkap Ruli Gani. 

Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi kebencanaan akan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi keselamatan masyarakat sekaligus menumbuhkan generasi muda yang tangguh dalam menghadapi risiko bencana.

Melalui pembahasan draft PKS ini, Universitas Bina Mandiri Gorontalo kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat. 

Sinergi antara dunia akademik dan lembaga pemerintah diharapkan mampu melahirkan berbagai program inovatif yang tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi pembangunan daerah.

"Dengan terus memperluas jejaring kerja sama strategis, UBMG berupaya memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi lintas sektor," tutup Rahmawanto Taidi, M.Si. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)