Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat transformasi kelembagaan melalui integrasi antara pembinaan spiritual, penguatan etos kerja, dan peningkatan mutu akademik.
Hal tersebut tercermin dalam pelaksanaan Apel Kerja yang dirangkaikan dengan Sholat Dhuha berjamaah, Dzikir, Doa, serta Kuliah Agama Tujuh Menit (Kultum) yang berlangsung di Musholla At-Tin Kampus UBMG, Sabtu (7/2/2026) pagi.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi institusional UBMG dalam membangun ekosistem kampus yang holistik, yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas moral, serta penguatan nilai-nilai spiritual Sivitas Akademika sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.
Kultum disampaikan oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Dr. Azis Rachman, MM, dengan tema “Pentingnya Keseriusan dalam Menjalani Profesi sebagai Dosen dan Guru sebagai Ladang Pahala dan Amal Kebaikan dalam Menggapai Ridho Allah SWT.”
Dalam penyampaiannya, Dr. Azis menegaskan bahwa profesi dosen tidak hanya merupakan profesi akademik, tetapi juga profesi peradaban yang berperan strategis dalam membentuk kualitas generasi bangsa.
“Dosen dan guru adalah arsitek peradaban. Mereka bukan sekadar pengajar, tetapi pembentuk karakter, nilai, dan arah masa depan generasi muda. Karena itu, profesi ini harus dijalani dengan keseriusan, keikhlasan, dan tanggung jawab moral,” tegas Dr. Azis Rachman.
Ia juga menekankan bahwa dalam perspektif Islam dan keilmuan, ilmu pengetahuan memiliki posisi yang sangat tinggi sebagaimana ditegaskan dalam Surat Al-Mujadilah Ayat 11, bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan. Ayat ini menempatkan keilmuan dalam posisi sangat tinggi dalam Islam, sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah, serta menegaskan integrasi antara iman, ilmu, dan amal untuk mencapai kemuliaan.
“Integrasi iman dan ilmu adalah fondasi utama pendidikan tinggi. Kampus yang kuat adalah kampus yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, spiritual, dan etika profesi dalam satu sistem nilai,” lanjut Dr. Azis.
Dalam konteks pengembangan institusi, Dr. Azis menyoroti pentingnya penguatan kapasitas dosen sebagai pilar utama mutu perguruan tinggi.
“Kemajuan universitas sangat ditentukan oleh kualitas dosennya. Oleh karena itu, saya mendorong seluruh dosen UBMG untuk terus meningkatkan kompetensi keilmuan, kapasitas riset, dan kualifikasi akademik, termasuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata Tiga (Doktor),” terang Dr. Azis.
Menurutnya, peningkatan kualifikasi akademik dosen harus sejalan dengan penguatan jabatan fungsional, budaya riset, produktivitas publikasi ilmiah, serta keterlibatan aktif dalam pengabdian kepada masyarakat.
“Dosen UBMG harus tampil sebagai akademisi profesional yang produktif dalam riset, publikasi, dan pengabdian. Inilah standar perguruan tinggi modern yang berdaya saing,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap profesi dosen yang semakin nyata, baik melalui regulasi, sistem sertifikasi, peningkatan kesejahteraan, maupun kebijakan penguatan mutu pendidikan tinggi.
“Pemerintah telah membuka ruang besar bagi peningkatan kesejahteraan dosen. Ini harus dibarengi dengan peningkatan kualitas diri, jabatan fungsional, dan kinerja akademik agar kesejahteraan itu sejalan dengan kontribusi nyata,” tegasnya.
Menjelang bulan suci Ramadhan, Dr. Azis mengajak seluruh Sivitas akademika Kampus UBMG untuk memperkuat dimensi spiritual, membangun budaya saling memaafkan, serta membersihkan hati dari sikap dengki dan dendam.
“Malam Nisfu Sya’ban adalah momentum penyucian diri. Mari kita saling memaafkan, memperbaiki niat, dan menyiapkan diri menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan semangat pengabdian yang baru,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Apel Kerja, yang memuat penguatan agenda strategis institusi, terkait Optimalisasi pengisian dan monitoring Beban Kerja Dosen (BKD); Konsolidasi persiapan Akreditasi Program Studi (Prodi); Penguatan sistem mutu internal dan instrumen akreditasi; Penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran dan penelitian; Penguatan kegiatan akademik, kemahasiswaan, dan riset; Sosialisasi program peningkatan kompetensi dosen; Penguatan tata kelola, layanan akademik, dan transformasi digital kampus
Melalui kegiatan ini, UBMG menegaskan orientasinya sebagai perguruan tinggi yang mengembangkan pendidikan tinggi berbasis nilai unggul, yang mengintegrasikan keunggulan akademik, karakter, spiritualitas, dan profesionalisme dalam satu kesatuan sistem pendidikan.
"Melalui rangkaian kegiatan Apel Kerja dan Kultum ini menjadi simbol komitmen UBMG dalam membangun Kampus Unggul, Berkarakter, Mengglobal, sekaligus memperkuat positioning UBMG sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten mencetak lulusan berintegritas, kompeten, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah dan nasional," tutup Dr. Azis Rachman. (hms)