Prodi Hubungan Internasional UBMG Laksanakan Asesmen Lapangan Akreditasi, Tegaskan Komitmen Mutu Akademik dan Daya Saing Global

7 April 2026 Akademik
Prodi Hubungan Internasional UBMG Laksanakan Asesmen Lapangan Akreditasi, Tegaskan Komitmen Mutu Akademik dan Daya Saing Global

Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta unggul yang berorientasi mutu melalui pelaksanaan Asesmen Lapangan Akreditasi Program Studi (Prodi) S1 Hubungan Internasional (HI), Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP), yang dilaksanakan pada Rabu (11/2/2026) di Ruang Akreditasi Kampus UBMG.

Asesmen lapangan ini dilakukan oleh dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK), yakni Prof. Ahmad Ali Nurdin, Ph.D (UIN Sunan Gunung Djati Bandung) dan Mangadar Situmorang, Ph.D (Universitas Katolik Parahyangan), sebagai bagian dari proses re-akreditasi Prodi S1 Hubungan Internasional (HI) UBMG.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas dan sivitas akademika UBMG, antara lain Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG) Dr. Azis Rachman, MM, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, Ketua BPMA, para Wakil Rektor, Kepala Biro PSDM, Dekan, Ketua Program Studi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Prodi Hubungan Internasional.

Dalam sambutannya, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes menegaskan bahwa asesmen lapangan ini merupakan bagian integral dari sistem penjaminan mutu internal dan eksternal yang terus dikembangkan UBMG.

“Asesmen ini bukan sekadar agenda administratif, tetapi merupakan instrumen strategis untuk memastikan kualitas tata kelola akademik, relevansi kurikulum, kompetensi lulusan, serta daya saing institusi di tingkat nasional dan global. UBMG memandang akreditasi sebagai bagian dari transformasi institusi menuju universitas yang unggul dan berdaya saing,” ujar Rektor Titin.

Ia juga menegaskan komitmen UBMG dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif terhadap dinamika global.

“Prodi Hubungan Internasional memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berwawasan global, berkarakter, dan berdaya saing internasional. UBMG siap mencetak lulusan yang integratif, adaptif, dan kompetitif, serta mampu menjadi aktor pembangunan bangsa di level nasional maupun global,” tambahnya.

Sementara itu, Prof. Ahmad Ali Nurdin, Ph.D menyampaikan bahwa asesmen lapangan merupakan tahap klarifikasi dan validasi dari asesmen kecukupan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Data dan dokumen Prodi HI UBMG telah kami pelajari pada tahap asesmen kecukupan. Melalui asesmen lapangan ini, kami melakukan klarifikasi, verifikasi empiris, serta pendalaman terhadap seluruh aspek tridharma perguruan tinggi, mulai dari tata kelola, kurikulum, SDM, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat,” jelas Prof. Ahmad.

Ia juga menekankan bahwa re-akreditasi bukan hanya proses penilaian, tetapi juga refleksi kelembagaan.

“Re-akreditasi ini adalah ruang refleksi akademik dan institusional. Bukan sekadar menilai, tetapi mendorong peningkatan mutu berkelanjutan. Kami melihat kesiapan UBMG cukup baik, dengan sistem data yang tertata dan budaya akademik yang terus berkembang,” ungkapnya.

Asesor kedua, Mangadar Situmorang, Ph.D, menambahkan bahwa proses asesmen lapangan juga menekankan aspek dialog akademik dan kolaborasi.

“Asesmen ini bersifat partisipatif dan dialogis. Kami akan banyak berdiskusi dengan tim Prodi, dosen, mahasiswa, serta pengelola institusi. Tujuannya bukan hanya validasi data, tetapi membangun pemahaman bersama tentang arah pengembangan program studi ke depan,” ujarnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan rangkaian asesmen lapangan yang meliputi presentasi kelembagaan, verifikasi dokumen, diskusi akademik, serta wawancara dengan pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, alumni, dan tenaga kependidikan.

Dalam sesi presentasi, Dekan FPSP Ismail Tahir, Ph.D memaparkan profil fakultas, sistem penguatan sumber daya dosen, serta integrasi tridharma perguruan tinggi dalam pengembangan institusi. 

“FPSP UBMG terus mendorong penguatan kualitas dosen, budaya riset, dan pengembangan mahasiswa berbasis kompetensi. Prodi HI menjadi salah satu pilar utama dalam penguatan internasionalisasi fakultas,” jelas Ismail Tahir.

Sementara itu, Ketua Prodi HI, Siti Nurtina, M.HI, memaparkan visi dan kekhasan Prodi Hubungan Internasional UBMG yang mengusung konsep Paradiplomasi berbasis kekayaan budaya lokal.

“Prodi HI UBMG memiliki kekhasan akademik pada paradigma paradiplomasi, yaitu penguatan diplomasi berbasis budaya lokal dan potensi daerah. Ini menjadi identitas akademik kami sekaligus diferensiasi keilmuan di tingkat nasional,” ujar Siti Nurtina.

Ia juga menjelaskan arah pengembangan kompetensi lulusan.

“Kompetensi lulusan diarahkan pada penguasaan diplomasi publik, diplomasi budaya, hubungan internasional terapan, serta kebijakan global. Kami juga aktif dalam Asosiasi Hubungan Internasional se-Indonesia dan membangun jejaring kerja sama dengan instansi pemerintah, perguruan tinggi nasional dan internasional, serta mitra global,” tambahnya.

Selain itu, Prodi HI UBMG juga mempresentasikan road map pengembangan dosen, strategi internasionalisasi kurikulum, penguatan riset dan publikasi ilmiah, serta pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) dan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

"Melalui asesmen lapangan ini, UBMG semakin menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta yang Unggul, Berkarakter dan Menglonal. Sekaligus memperkuat legitimasi akademik, kepercayaan publik, dan branding institusi sebagai kampus unggul, pusat pengembangan ilmu pengetahuan, dan pencetak generasi pemimpin masa depan yang berdaya saing global," tutup Siti Nurtina. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)