LPPM UBMG Matangkan Persiapan KKM Reguler 2026, Wujudkan Pengabdian Mahasiswa Berbasis SDGs

9 Mei 2026 Akademik
LPPM UBMG Matangkan Persiapan KKM Reguler 2026, Wujudkan Pengabdian Mahasiswa Berbasis SDGs

Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Mandiri (KKM) Reguler Tahun 2026 melalui rapat koordinasi panitia yang digelar pada Kamis (23/4/2026) di Ruang Akreditasi UBMG.

Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah strategis dalam memastikan seluruh tahapan pelaksanaan KKM berjalan terencana, sistematis, dan selaras dengan arah pengembangan akademik Kampus UBMG, khususnya dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini membahas berbagai aspek penting dalam pelaksanaan KKM, mulai dari finalisasi tema kegiatan, penyusunan dokumen program kerja berbasis kebutuhan masyarakat, penentuan lokasi penempatan mahasiswa, hingga kesiapan teknis pelaksanaan di lapangan.

Pada tahun ini, program KKM Reguler UBMG mengusung tema pengabdian masyarakat yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs), dengan pendekatan program kerja yang lebih terukur, berbasis data, serta dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat di wilayah lokasi pengabdian.

Kepala LPPM, Tri Setiawati Maulana, M.Pd menjelaskan bahwa KKM merupakan salah satu wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan akademik, serta nilai-nilai kepemimpinan dan kepedulian sosial dalam kehidupan masyarakat.

Program KKM bukan sekadar kegiatan akademik lapangan, tetapi merupakan bentuk nyata implementasi pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

"Melalui kegiatan ini, mahasiswa UBMG didorong untuk mampu menerapkan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dalam bentuk program pemberdayaan masyarakat yang solutif dan berkelanjutan,” ujar Kepala LPPM Tri S. Maulana.

Ia menambahkan bahwa pendekatan KKM tahun ini dirancang lebih terstruktur dengan menekankan pada program kerja yang berbasis kebutuhan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.

“Kami mengarahkan setiap kelompok mahasiswa untuk menyusun program kerja yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti penguatan literasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, edukasi kesehatan, pengembangan potensi desa, hingga pendampingan program-program pembangunan yang relevan dengan tujuan SDGs,” tambahnya.

Pada pelaksanaan KKM Reguler tahun 2026 ini, UBMG merencanakan keterlibatan sekitar 138 mahasiswa yang akan dibagi ke dalam 17 kelompok. Para mahasiswa tersebut akan didampingi oleh Dosen Pendamping Lapangan (DPL) yang bertugas memberikan arahan akademik serta memastikan pelaksanaan program kerja berjalan sesuai dengan tujuan kegiatan.

Mahasiswa peserta KKM nantinya akan ditempatkan di sejumlah wilayah yang tersebar di 6 kabupaten, yaitu Kabupaten Gorontalo Utara (Kecamatan Tolinggula dan Biau), Kabupaten Pohuwato (Kecamatan Lemito dan Randangan), Kabupaten Boalemo (Kecamatan Paguyaman Pantai), Kabupaten Gorontalo (Kecamatan Tibawa), Kabupaten Bone Bolango (Kecamatan Bone Raya dan Suwawa Timur), serta Kabupaten Buol di Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam rapat koordinasi tersebut, panitia juga membahas secara rinci berbagai aspek teknis pelaksanaan kegiatan, termasuk kesiapan transportasi bagi mahasiswa dan dosen pendamping, mekanisme koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat desa, serta strategi pelaksanaan program kerja agar berjalan efektif dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Berdasarkan rencana yang telah disepakati, mahasiswa peserta KKM Reguler UBMG** dijadwalkan akan turun ke lokasi pengabdian pada akhir Juli 2026, dengan masa pelaksanaan kegiatan sekitar dua bulan. Selama periode tersebut, mahasiswa akan melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disusun berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan di masing-masing wilayah. 

Melalui pelaksanaan KKM ini, LPPM UBMG berharap mahasiswa dapat berperan sebagai agen perubahan yang mampu membawa inovasi, pengetahuan, serta semangat pemberdayaan di tengah masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen UBMG dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang unggul, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kepemimpinan, kemampuan kolaboratif, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

Dengan persiapan yang matang dan kolaborasi seluruh pihak, Kampus UBMG optimistis bahwa KKM Reguler 2026 akan menjadi momentum strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus mitra masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

"Melalui program pengabdian mahasiswa yang terencana dan berdampak, UBMG terus menegaskan komitmennya sebagai kampus yang aktif berkontribusi dalam pembangunan masyarakat dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter di Provinsi Gorontalo dan Kawasan Indonesia Timur," tutup Kepala LPPM Tri S. Maulana. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)