UBMG Gelar Bimtek Monev Pembelajaran dan Penyelarasan VMTS, Perkuat Budaya Mutu Wujudkan AKU UBM

6 Mei 2026 Akademik
UBMG Gelar Bimtek Monev Pembelajaran dan Penyelarasan VMTS, Perkuat Budaya Mutu Wujudkan AKU UBM

Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembelajaran serta Sosialisasi Penyelarasan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran (VMTS) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan strategis ini diikuti oleh pimpinan dan sivitas akademika UBMG, di antaranya Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG) Dr. Azis Rachman, MM, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA) Dr. Ikram Muhammad, M.Si, para Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekan, Ketua Program Studi (Prodi), dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan Kampus UBMG.

Pelaksanaan Bimtek ini menjadi bagian dari langkah strategis universitas dalam memperkuat sistem penjaminan mutu pendidikan, khususnya pada aspek pengelolaan pembelajaran, penyelarasan visi dan misi, serta peningkatan kualitas lulusan yang berdaya saing.

Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Azis Rachman, MM menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem mutu yang berkelanjutan di lingkungan Kampus UBMG.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan harus menjadi agenda utama yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh unsur akademik. Kegiatan ini sangat strategis dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kampus UBMG. 

"Inilah cita-cita besar kita bersama untuk terus meningkatkan mutu kampus, baik dari sisi proses pendidikan dan pembelajaran maupun pengembangan SDM, serta sarana-prasarana,” ujarnya.

Dr. Azis juga menambahkan bahwa peningkatan mutu tidak hanya berhenti pada dokumen administratif, tetapi harus tercermin dalam proses pembelajaran yang berlangsung di kelas.

Monitoring dan evaluasi pembelajaran perlu dilakukan secara konsisten, bahkan dapat dilakukan melalui pemantauan langsung pada proses pembelajaran di kelas. 

"Hal ini penting agar kualitas pengajaran yang diberikan dosen benar-benar memberikan dampak nyata bagi mahasiswa,” tambah Dr. Azis.

Lebih lanjut, Dr. Azis menegaskan bahwa UBMG memiliki visi besar untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, berkarakter dan mengglobal, dengan mengedepankan keunggulan khas setiap Prodi.

“Setiap Prodi harus memiliki ciri khas dan keunggulan yang mampu menarik minat masyarakat. Nilai-nilai kemandirian, inovasi, kreativitas, karakter yang terpuji, serta orientasi internasional harus terus diperkuat dalam proses pendidikan,” jelasnya.

Dr. Azis juga menyampaikan dukungan penuh Yayasan terhadap seluruh program peningkatan mutu yang dilaksanakan oleh universitas.

“Saya mendukung sepenuhnya berbagai program peningkatan layanan mutu di UBMG. Kita perlu mewujudkan ekosistem budaya mutu yang kuat agar proses penjaminan mutu di kampus ini terus berkembang dan memberikan dampak positif terhadap akreditasi institusi maupun program studi,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes menyampaikan bahwa kegiatan Bimtek ini menjadi momentum penting dalam memperkuat implementasi manajemen mutu pendidikan dan pembelajaran di seluruh Prodi.

Rektor Titin menekankan bahwa pendekatan Aktualisasi Kampus Unggul (AKU) UBM harus menjadi semangat bersama dalam meningkatkan kualitas layanan akademik.

“Model pembelajaran yang telah dipresentasikan oleh Kepala BPMA diharapkan dapat diterapkan oleh seluruh program studi sebagai langkah strategis menuju akreditasi unggul,” ungkap Rektor Titin.

Menurutnya, Prodi memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan pendidikan kepada mahasiswa.

"Prodi merupakan manajer akademik yang berhadapan langsung dengan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, manajemen mutu harus dijalankan secara sistematis melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan peningkatan secara berkelanjutan,” jelas Rektor Titin. 

Ia juga menegaskan pentingnya penyelarasan visi dan misi setiap program studi dengan visi baru UBMG.

“Setiap Prodi perlu menyesuaikan visi dan misinya dengan visi UBMG tahun 2026 yaitu Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal, sehingga arah pengembangan institusi dapat berjalan selaras dan terintegrasi,” ujarnya.

Rektor Titin turut memberikan apresiasi kepada BPMA UBMG yang telah menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu berkelanjutan.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada Kepala BPMA yang telah merancang kegiatan ini dengan baik. Terima kasih juga kepada para Dekan, Ketua Prodi, dosen dan seluruh peserta yang telah berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan di UBMG,” tambah Rektor Titin.

Kepala BPMA UBMG, Dr. Ikram Muhammad, M.Si menjelaskan bahwa kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk memperkuat implementasi Outcome Based Education (OBE) dalam sistem pembelajaran di Kampus UBMG.

Menurutnya, pendekatan OBE menekankan pada pencapaian hasil belajar mahasiswa sebagai indikator utama keberhasilan pendidikan.

“Pembelajaran berbasis OBE menuntut kita untuk disiplin melakukan evaluasi terhadap seluruh tahapan pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian, hingga dampak pembelajaran,” jelas Dr. Ikram.

Ia juga menambahkan bahwa dalam sistem akreditasi saat ini, aspek pembelajaran memiliki porsi yang sangat besar dalam penilaian mutu perguruan tinggi.

“Akreditasi saat ini memberikan perhatian besar pada kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, monitoring dan evaluasi pembelajaran menjadi sangat penting untuk memastikan kualitas proses pendidikan berjalan sesuai standar,” ungkapnya.

Dalam pemaparannya, Dr. Ikram menjelaskan bahwa logic model Monev pembelajaran dimulai dari tahapan input, proses, output, evaluasi capaian, hingga dampak pembelajaran.

Selain itu, evaluasi juga dilakukan melalui berbagai instrumen seperti: Evaluasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dosen; Pengukuran capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK) dan sub-CPMK; Evaluasi capaian pembelajaran lulusan (CPL); Survei kepuasan mahasiswa, alumni, dan pengguna lulusan; serta Audit Mutu Internal (AMI).

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, termasuk penerapan *Learning Management System (LMS) dan model pembelajaran hybrid learning.

“RPS harus mampu menggambarkan pembelajaran berbasis studi kasus, proyek maupun metode inovatif lainnya. Dosen juga perlu memanfaatkan LMS agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan adaptif dengan perkembangan teknologi,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UBMG memiliki dua keunggulan utama yang terus didorong dalam pengembangan lulusan, yakni entrepreneurship dan internasionalisasi.

“Melalui penguatan dua keunggulan ini, lulusan UBMG diharapkan mampu bersaing secara global dan memiliki karakter kewirausahaan yang kuat,” tambah Dr. Ikram.

Sebagai bagian dari sesi inti Bimtek, para peserta juga mengikuti praktik langsung penyusunan dokumen Monev Pembelajaran, dengan mempersiapkan berbagai dokumen akademik seperti Jadwal perkuliahan; Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dosen; dan Rekap berita acara pembelajaran.

Melalui praktik ini, peserta mendapatkan pemahaman teknis terkait mekanisme evaluasi pembelajaran yang terintegrasi dengan sistem penjaminan mutu universitas.

Melalui kegiatan Bimtek ini, Kampus UBMG menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya mutu akademik yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat sistem pembelajaran yang berorientasi pada kualitas lulusan.

"Dengan penyelarasan VMTS serta penguatan Sistem Monev pembelajaran, Kampus UBMG optimistis mampu mewujudkan visi sebagai Perguruan Tinggi Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal, serta menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional," tutup Dr. Ikram. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)