Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai spiritual dan karakter keislaman.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan rutin Kuliah Tujuh Menit (Kultum) Ramadhan yang dirangkaikan dengan shalat Dzuhur berjamaah serta khatam Al-Qur’an, yang dilaksanakan di Musholla At-Tin Kampus UBMG, Senin (09/03/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan spiritual sivitas akademika yang secara konsisten dilaksanakan selama bulan suci Ramadhan. Melalui kegiatan tersebut, kampus berupaya menciptakan suasana akademik yang harmonis antara pengembangan intelektual, penguatan moral, serta peningkatan kualitas spiritual.
Usai pelaksanaan shalat Dzuhur berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan Kultum dan khatam Al-Qur’an yang dibacakan secara bersama oleh para dosen dan tenaga kependidikan di Musholla At-Tin.
Suasana khusyuk dan penuh kekhidmatan tampak ketika para peserta membacakan juz terakhir Al-Qur’an sebagai penutup rangkaian tadarus yang telah dilaksanakan secara bertahap.
Momentum khatam Al-Qur’an tersebut tidak hanya menjadi simbol keberkahan bulan suci Ramadhan, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan dan solidaritas spiritual sivitas akademika UBMG dalam membangun budaya religius di lingkungan kampus.
Plt. Rektor UBMG, Rizal, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti kultum dan tadarus Al-Qur’an merupakan bagian integral dari upaya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang berkarakter, berintegritas, serta berlandaskan nilai-nilai spiritual.
Kampus UBMG tidak hanya menjadi ruang pengembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi akademik, tetapi juga menjadi tempat pembinaan nilai-nilai moral dan spiritual.
"Melalui kegiatan kultum dan tadarus Al-Qur’an ini, kami berharap sivitas akademika UBMG dapat semakin memperkuat iman, karakter, serta semangat kebersamaan dalam lingkungan kampus,” ujar Plt. Rektor Rizal.
Ia menambahkan bahwa penguatan dimensi spiritual di lingkungan perguruan tinggi sangat penting dalam membentuk generasi intelektual yang tidak hanya unggul dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Bulan suci Ramadhan menjadi momentum yang sangat baik bagi kita semua untuk memperkuat nilai religiusitas, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun budaya kampus yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
"Kami berharap kegiatan ibadah seperti ini terus menjadi tradisi akademik yang memperkuat karakter sivitas akademika UBMG,” tambah Plt Rektor Rizal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa UBMG akan terus mendorong berbagai program pembinaan spiritual yang terintegrasi dengan kehidupan akademik kampus, sehingga tercipta keseimbangan antara pengembangan intelektual, spiritual, dan karakter.
Sebelumnya, pelaksanaan Kultum menambah momen spiritual di Kampus UBMG, yang disampaikan oleh Arpin, M.Kes, dengan mengangkat tema “Hikmah Bulan Suci Ramadhan”.
Dalam tausiyah singkatnya, Arpin menjelaskan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum pendidikan spiritual yang sangat penting dalam membentuk kepribadian muslim yang beriman, bertakwa, serta memiliki integritas moral yang kuat.
Bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang sangat istimewa untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT.
"Melalui ibadah puasa, kita dilatih untuk menahan hawa nafsu, memperkuat kesabaran, serta memperbanyak amal kebaikan yang memberikan dampak positif bagi kehidupan pribadi maupun sosial,” ujar Arpin.
Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan dalam ibadah Ramadhan sejatinya memiliki relevansi yang kuat dengan dunia akademik, khususnya dalam membangun karakter insan akademik yang disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta memiliki etos kerja yang tinggi.
Arpin juga menekankan pentingnya membiasakan diri untuk senantiasa membaca dan mentadabburi Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi moral dan intelektual dalam kehidupan seorang muslim, termasuk bagi sivitas akademika di lingkungan perguruan tinggi.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungannya akan membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berakhlak mulia,” tambahnya.
Arpin, M.Kes juga mengapresiasi berbagai program pembinaan keagamaan yang dilaksanakan oleh Kampus UBMG selama bulan Ramadhan, seperti dispensasi waktu perkuliahan, pelaksanaan kultum ba’da Dzuhur, serta kegiatan tadarus Al-Qur’an yang diikuti oleh dosen dan tenaga kependidikan.
Menurut Arpin, kebijakan tersebut mencerminkan komitmen institusi dalam menghadirkan lingkungan akademik yang religius dan humanis, sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan kampus.
Melalui kegiatan kultum Ramadhan dan khatam Al-Qur’an ini, Universitas Bina Mandiri Gorontalo menegaskan komitmennya dalam menghadirkan lingkungan pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai moral, religiusitas, serta pembentukan karakter.
"Kegiatan ini diharapkan dapat terus menjadi ruang pembinaan spiritual yang mempererat ukhuwah di antara sivitas akademika, sekaligus memperkuat identitas UBMG sebagai kampus yang menjunjung tinggi integrasi antara ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat," tutup Arpin, M.Kes. (hms)