Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri (UBM) Gorontalo terus mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan kolaboratif. Melalui Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), UBMG menginisiasi langkah strategis dengan menggandeng praktisi profesional dan organisasi profesi dalam rangka penguatan mutu akademik dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah dengan ditunjuknya Syarif Potutu, M.Si, sebagai Dosen Luar Biasa (DLB) pada Prodi K3 UBMG untuk Tahun Akademik 2026/2027. Syarif Potutu merupakan birokrat sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Ahli Kesehatan Kerja Indonesia (PAKKI) Provinsi Gorontalo yang memiliki pengalaman dan kompetensi luas di bidang K3.
Kerja sama ini secara resmi dituangkan dalam Implementation Agreement (IA) yang ditandatangani oleh Ketua Program Studi K3 UBMG, Arpin, M.Kes bersama Syarif Potutu pada Senin, 20 April 2026. IA tersebut menjadi pijakan awal dalam mengembangkan kolaborasi akademik yang berkelanjutan dan terarah.
Ketua Prodi K3 UBMG, Arpin, M.Kes menjelaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat simbolis, tetapi dirancang sebagai kemitraan strategis yang terintegrasi dalam sistem pendidikan tinggi.
“Implementation Agreement ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi, khususnya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis keilmuan K3,” ungkap Ketua Prodi Arpin.
Ia menambahkan, kehadiran dosen dari kalangan praktisi profesional merupakan bagian dari pendekatan link and match yang kini menjadi fokus utama pengembangan kurikulum pendidikan tinggi.
“Melalui kolaborasi ini, kami mendorong terwujudnya pembelajaran berbasis praktik (practice-based learning), di mana mahasiswa tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman kontekstual sesuai dengan dinamika dunia kerja dan industri,” jelasnya.
Lebih lanjut, kerja sama ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan kurikulum adaptif yang selaras dengan standar kompetensi nasional maupun standar yang ditetapkan oleh organisasi profesi seperti PAKKI.
“Sinkronisasi kurikulum menjadi hal krusial. Dengan keterlibatan langsung dari Ketua PAKKI Provinsi Gorontalo, kami optimistis kurikulum Prodi S1 K3 UBMG akan semakin relevan, responsif, dan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja,” tambah Arpin, M.Kes.
Tidak hanya pada aspek pembelajaran, kolaborasi ini juga membuka peluang penguatan pada bidang penelitian terapan dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam isu-isu keselamatan dan kesehatan kerja di sektor industri, pemerintahan, maupun masyarakat umum.
“Ke depan, kami berharap kerja sama ini dapat berkembang dalam bentuk riset kolaboratif, pelatihan sertifikasi kompetensi, hingga program pengabdian berbasis K3 yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Dengan menghadirkan figur profesional yang memiliki jejaring luas di dunia kerja dan organisasi profesi, Kampus UBMG menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kompetensi dan karakter lulusan yang unggul.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi besar Universitas Bina Mandiri Gorontalo dalam mewujudkan visi sebagai kampus *Pelopor Kemandirian*, yang mampu menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
Melalui penguatan kolaborasi akademik yang berkelanjutan, UBMG optimistis dapat terus meningkatkan kualitas lulusan, memperluas jejaring kemitraan, serta memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan bidang keselamatan dan kesehatan kerja di tingkat regional maupun nasional. (hms)