Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus memperkuat kapasitas kelembagaan dan tata kelola perguruan tinggi sebagai fondasi utama dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan institusi di tengah dinamika regulasi pendidikan tinggi yang semakin kompleks. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi Swasta Menghadapi Dinamika Perubahan Regulasi”, yang digelar di Aztin Convention Center Kampus UBMG, Sabtu (17/1/2026).
FGD ini menghadirkan Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan Umum Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Dr. Bhimo Widyo Andoko, MH, sebagai narasumber utama yang membahas kebijakan, praktik terbaik, serta pendekatan strategis tata kelola perguruan tinggi. Kegiatan ini juga diperkaya dengan Kuliah Pakar oleh Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof. Dr. Elisa Meiyani, M.Si, yang mengulas perspektif akademik dan kepemimpinan institusional dalam pengelolaan perguruan tinggi modern.
Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG) Dr. Azis Rachman, MM, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, Guru Besar UBMG, Prof. Dr. Basri Modding, M.Si dan Prof. Dr. Akmal Umar, M.Si, pimpinan Universitas, Fakultas, dan unit kerja, Dosen, dan Tenaga Kependidikan UBMG.
Ketua YBMG, Dr. Azis Rachman, MM, menegaskan bahwa FGD ini merupakan bagian dari agenda strategis yayasan dan universitas dalam membangun tata kelola perguruan tinggi yang kuat, adaptif, dan berorientasi pada mutu.
“Penguatan tata kelola bukan hanya kebutuhan administratif, tetapi merupakan prasyarat strategis untuk memastikan keberlanjutan institusi dan pencapaian visi besar UBMG sebagai universitas yang unggul, berkarakter, dan mengglobal,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa meskipun UBMG tergolong sebagai perguruan tinggi yang relatif muda—berdiri sejak tahun 2019—namun perkembangan institusi menunjukkan tren yang progresif. UBMG telah mengembangkan 12 program studi baru dan satu Program Pascasarjana, serta memiliki dua orang Guru Besar tetap sebagai penguatan akademik dan reputasi institusi.
Dalam konteks tantangan PTS di Provinsi Gorontalo, Dr. Azis menyoroti pentingnya strategi diferensiasi, penguatan sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas institusi. Keberadaan kebijakan nasional seperti pengembangan konektivitas kawasan Teluk Tomini melalui Tol Laut dinilai membuka peluang baru bagi internasionalisasi dan perluasan jejaring UBMG, yang saat ini telah menerima mahasiswa asing reguler.
“Penguatan SDM, khususnya percepatan jabatan fungsional dosen dan penambahan Guru Besar, menjadi agenda prioritas. Kami berharap adanya tindak lanjut kerja sama akademik yang terstruktur guna mendukung percepatan tersebut, termasuk rencana pembukaan Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit dalam lima tahun ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes menyampaikan bahwa penguatan tata kelola harus dibangun di atas prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, dan adaptabilitas, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional.
Rektor Titin mengungkapkan bahwa perkembangan jumlah Guru Besar di lingkungan LLDikti Wilayah XVI menunjukkan kemajuan signifikan, namun tantangan pengembangan program doktoral (S3) di PTS masih memerlukan strategi dan sinergi yang matang.
“Keberadaan dua Guru Besar tetap di UBMG memberikan dampak strategis bagi penguatan mutu akademik dan akreditasi institusi. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana tata kelola universitas mampu mengintegrasikan seluruh sumber daya secara efektif dan berkelanjutan,” jelas Rektor Titin.
Saat ini, UBMG memiliki 122 dosen dan tenaga kependidikan yang menjadi modal utama pengembangan institusi. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tata kelola menjadi kebutuhan mendesak agar universitas mampu merespons perubahan regulasi, tuntutan mutu, serta dinamika lingkungan eksternal secara sistematis dan terukur.
FGD ini dirancang sebagai ruang diskursus strategis untuk membahas implementasi good university governance, penguatan manajemen perencanaan dan keuangan, serta strategi peningkatan daya saing PTS berbasis kebijakan dan praktik terbaik nasional. Pengalaman dan kompetensi Dr. Bhimo Widyo Andoko di tingkat regional dan nasional memberikan perspektif komprehensif dan aplikatif bagi seluruh peserta.
Melalui sinergi FGD dan Kuliah Pakar bersama Prof. Dr. Elisa Meiyani, UBMG berupaya membangun pemahaman kolektif sivitas akademika mengenai tata kelola perguruan tinggi yang berorientasi pada mutu, relevansi, dan keberlanjutan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis Universitas Bina Mandiri Gorontalo dalam meneguhkan posisinya sebagai perguruan tinggi swasta yang adaptif, visioner, dan siap bersaing dalam ekosistem pendidikan tinggi nasional maupun global. (hms)