Kampus UBMG – Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan visi sebagai perguruan tinggi berdaya saing global melalui pelepasan dan pemberangkatan 24 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mandiri Internasional (KKMI) Tahun 2026 menuju Universiti Malaya, Malaysia, Senin (3/8/2026).
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat di pelataran Universitas Bina Mandiri Gorontalo dan dihadiri oleh Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., Dekan Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP), Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., sekaligus sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), para dosen, serta orang tua mahasiswa yang turut mengantarkan dan memberikan doa restu kepada putra-putri mereka sebelum berangkat mengikuti program internasional tersebut.
Momentum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan internasionalisasi UBMG. Program KKMI merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk memberikan pengalaman akademik, pengabdian kepada masyarakat, serta magang internasional kepada mahasiswa sehingga mampu membentuk lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing global.
Kepala Kantor Urusan Internasional UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., menjelaskan bahwa program KKMI merupakan inisiatif KUI UBMG yang telah berjalan secara berkelanjutan sejak tahun 2024.
"Program Kuliah Kerja Mandiri Internasional diinisiasi oleh Kantor Urusan Internasional sejak tahun 2024. Pada angkatan pertama kami mengirim mahasiswa ke Universiti Sains Malaysia (USM), kemudian tahun 2025 ke Universiti Malaya, dan tahun 2026 ini kembali mengirim mahasiswa ke Universiti Malaya. Ini merupakan angkatan ketiga KKMI UBMG yang berkolaborasi dengan mitra luar negeri, yaitu perguruan tinggi yang masuk dalam jajaran 200 universitas terbaik dunia," jelasnya.
Ia menambahkan, sebanyak 24 mahasiswa mengikuti KKMI Tahun 2026 yang berasal dari berbagai program studi lintas fakultas. Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) terdapat mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB) diwakili Program Studi Pendidikan Khusus, Fakultas Pemerintahan dan Sektor Publik (FPSP) melalui Program Studi Hubungan Internasional, serta Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK) yang terdiri atas Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Farmasi, dan Administrasi Rumah Sakit.
Keberagaman disiplin ilmu tersebut menunjukkan bahwa internasionalisasi di UBMG tidak hanya menjadi milik satu fakultas, tetapi telah menjadi gerakan bersama seluruh sivitas akademika dalam membangun jejaring akademik global.
Menurut Dr. Ayu, penyelenggaraan KKMI merupakan implementasi nyata dari visi UBMG untuk menjadi perguruan tinggi yang mengglobal.
"Program ini menjadi bentuk implementasi visi UBMG, yaitu mengglobal. Kami ingin membangun konektivitas internasional sehingga mahasiswa dan dosen memperoleh pengalaman global, memperluas jejaring akademik, serta merasakan atmosfer pendidikan internasional baik di lingkungan UBMG maupun di perguruan tinggi mitra luar negeri," ungkapnya.
Selain mendukung visi universitas, program ini juga menjadi bagian dari program strategis Kantor Urusan Internasional dalam mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu pengabdian kepada masyarakat internasional, magang di luar negeri, dan pembelajaran internasional dalam satu program yang komprehensif.
Dr. Ayu berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan kesempatan tersebut secara optimal.
"Kami berharap mahasiswa memperoleh tiga capaian utama. Pertama, mendapatkan pengalaman pendidikan internasional melalui interaksi dengan budaya dan bahasa yang berbeda sehingga mampu mengembangkan kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, disiplin, kemampuan beradaptasi, dan pembelajaran mandiri. Kedua, mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Malaysia sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat. Ketiga, mahasiswa memperoleh pengalaman magang internasional sesuai bidang keilmuan masing-masing. Khusus mahasiswa Farmasi, mereka akan menjalani magang sebagai pembantu apoteker di klinik atau rumah sakit sehingga mampu meningkatkan kompetensi profesional dan menjadi nilai tambah ketika lulus dari UBMG," jelasnya.
Untuk memastikan kesiapan mahasiswa, UBMG telah melaksanakan berbagai pembekalan sebelum keberangkatan. Pembekalan tersebut meliputi adaptasi komunikasi dan budaya lintas negara, penguatan kompetensi akademik sesuai bidang ilmu, serta pembinaan karakter, spiritualitas, manajemen waktu, kedisiplinan, dan kemampuan beradaptasi.
"Pembekalan ini bertujuan agar mahasiswa mampu hidup mandiri, menjaga diri, menjaga nama baik universitas dan Indonesia, serta dapat mengembangkan kompetensinya secara maksimal selama mengikuti KKM Internasional," tambah Dr. Ayu.
Sementara itu, Dekan FPSP UBMG sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ismail Tahir, M.Pd., Ph.D., menegaskan bahwa pihak universitas telah menyiapkan sistem pendampingan dan monitoring yang komprehensif selama mahasiswa berada di Malaysia.
Menurutnya, pengawasan dilakukan secara terstruktur melalui koordinasi rutin dengan mahasiswa dan pihak mitra di Universiti Malaya. Monitoring dilakukan melalui laporan perkembangan kegiatan secara berkala, diskusi evaluasi, komunikasi intensif melalui media daring, serta pertemuan langsung apabila memungkinkan.
"Selain memantau ketercapaian program kerja, kami juga memastikan mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik maupun sosial, menjaga etika, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku di Malaysia. Dengan sistem pendampingan ini kami berharap seluruh rangkaian kegiatan KKM Internasional berjalan dengan baik, aman, lancar, dan memberikan manfaat optimal bagi mahasiswa maupun universitas," ujarnya.
Ismail juga berpesan agar seluruh peserta menjadikan program ini sebagai pengalaman belajar yang membentuk karakter kepemimpinan global.
"Saya berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai pengalaman belajar yang sangat berharga, baik dari aspek akademik, sosial, maupun budaya. Tunjukkan sikap profesional, disiplin, bertanggung jawab, serta senantiasa menjaga nama baik Universitas Bina Mandiri Gorontalo dan Indonesia selama berada di luar negeri. Bangun jejaring internasional, tingkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta hasilkan luaran kegiatan yang berkualitas dan berdampak positif bagi masyarakat maupun institusi mitra. Semoga pengalaman ini menjadi bekal penting dalam membentuk lulusan UBMG yang berwawasan global, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja internasional," tuturnya.
Program KKMI 2026 kembali memperlihatkan konsistensi Universitas Bina Mandiri Gorontalo dalam memperluas jejaring internasional bersama perguruan tinggi bereputasi dunia. Melalui kolaborasi akademik, pengabdian masyarakat, dan magang internasional, UBMG terus menghadirkan ruang belajar lintas negara yang mampu memperkaya pengalaman mahasiswa sekaligus memperkuat posisi universitas sebagai kampus yang unggul, berkarakter dan mengglobal.
Keberangkatan mahasiswa KKMI Tahun 2026 diharapkan tidak hanya menghasilkan pengalaman akademik internasional bagi para peserta, tetapi juga menjadi duta UBMG dan Indonesia yang mampu menunjukkan kompetensi, karakter, serta nilai-nilai budaya bangsa di tingkat global. Program ini sekaligus mempertegas komitmen UBMG dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi internasional, kepemimpinan, kemampuan adaptasi, dan kesiapan menghadapi dinamika dunia yang semakin terhubung tanpa batas.