Sambut Dua Asesor LAM-PTKes, Prodi S1 K3 UBMG Mulai Asesmen Lapangan Reakreditasi

10 September 2026 Akademik
Sambut Dua Asesor LAM-PTKes, Prodi S1 K3 UBMG Mulai Asesmen Lapangan Reakreditasi
Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) meneguhkan komitmennya dalam memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi melalui pelaksanaan asesmen lapangan reakreditasi Program Studi S1 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), Kamis (10/9/2026).
 
 
Kegiatan penyambutan sekaligus pembukaan asesmen lapangan tersebut berlangsung di lingkungan Kampus UBMG yakni di Lobi Rektorat kemudian menuju ruang Akreditasi UBMG. Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG) Dr. Ir. H. Azis Rachman, S.T., M.M., IPM., ASEAN Eng., Rektor UBMG Dr. Hj. Titin Dunggio, M.Si., M.Kes., para Wakil Rektor, Kepala Badan Penjaminan Mutu dan Akreditasi (BPMA), Kepala Biro Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), para Dekan, khususnya Dekan FSTIK Adnan Malaha, M.Si., Kepala Program Studi S1 K3 Arpin, M.Kes., jajaran dosen dan tenaga kependidikan UBMG, serta panel asesor dari LAM-PTKes.
 
 
Asesmen lapangan tersebut menghadirkan dua asesor, yakni Prof. Dr. Drs. Sutanto Pryo Hastono, M.Kes. dari Universitas Indonesia dan Cecep Heriana, SKM., MPH., Ph.D. dari Universitas Bakti Husada Indonesia.
 
 
Dalam sambutannya, Rektor UBMG Dr. Hj. Titin Dunggio menyampaikan rasa syukur atas pelaksanaan asesmen lapangan tersebut sekaligus menyambut baik kehadiran para asesor di UBMG.
 
 
“Secara khusus kami bersyukur bisa bersama dengan para asesor. Tentunya ini merupakan rangkaian asesmen yang insyaallah dari tanggal 10 sampai dengan tanggal 11 dapat berjalan lancar dan memberikan hasil yang terbaik sebagaimana yang kita doakan bersama,” ungkap Rektor.
 
 
Menurutnya, asesmen lapangan bukan sekadar tahapan administratif dalam proses reakreditasi, tetapi menjadi bagian penting dari ikhtiar UBMG untuk memastikan bahwa seluruh proses akademik dan tata kelola perguruan tinggi terus berkembang sesuai dengan standar mutu yang ditetapkan.
 
 
Rektor menjelaskan, UBMG sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di bawah naungan LLDIKTI Wilayah XVI terus menunjukkan perkembangan dan transformasi positif sejak memperoleh izin penyelenggaraan hasil merger dua sekolah tinggi pada 18 Oktober 2019.
 
 
“Alhamdulillah, dalam beberapa waktu terakhir izin penyelenggaraan Program Doktor (S3) Manajemen juga telah disetujui dan saat ini telah memasuki proses akademik,” jelasnya.
 
 
Perkembangan tersebut, lanjut Rektor, menjadi bagian dari perjalanan transformasi UBMG dalam membangun kapasitas akademik, memperkuat tata kelola, serta mengembangkan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi UBMG, “Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal” pada tahun 2040.
 
 
Dalam konteks tersebut, Rektor menilai FSTIK memiliki posisi strategis dalam perjalanan pengembangan UBMG. Fakultas ini menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan UBMG sebagai universitas sekaligus menjadi ruang pengembangan program-program akademik yang memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja, khususnya pada bidang kesehatan, teknologi, serta keselamatan dan kesehatan kerja.
 
 
“Program Studi K3 merupakan salah satu program studi unggulan UBMG. Khususnya di Provinsi Gorontalo, program studi ini menjadi salah satu program studi yang memiliki kekhasan dan prospek yang besar, meskipun tantangannya adalah bagaimana memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap bidang K3,” tutur Rektor.
 
 
Ia menambahkan, UBMG terus mendorong penguatan karakteristik keilmuan Prodi K3, termasuk pengembangan kompetensi yang relevan dengan sektor kemaritiman. Hal tersebut dinilai selaras dengan karakteristik wilayah Gorontalo, Sulawesi, dan Indonesia Timur yang memiliki wilayah kepulauan serta aktivitas ekonomi yang banyak berkaitan dengan sektor kelautan dan kemaritiman.
 
 
“Untuk itu, reakreditasi khususnya bagi Program Studi K3 hari ini merupakan ikhtiar kami untuk memperteguh posisi, peran, dan kontribusi Program Studi K3 agar semakin luas di Provinsi Gorontalo, Sulawesi, dan Indonesia Timur,” tegasnya.
 
 
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu internal menjadi salah satu fondasi utama transformasi UBMG sejak awal berdirinya sebagai universitas. Siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) telah dijalankan secara konsisten sejak 2020 dan terus dikembangkan mengikuti kebutuhan institusi.
 
 
Pada 2024, UBMG bahkan mengembangkan sistem informasi penjaminan mutu secara mandiri yang disebut SIMAZIS (Sistem Informasi Mutu Akademik dan Zona Integritas). Sistem tersebut menjadi bagian dari upaya UBMG memperkuat pengelolaan mutu berbasis sistem informasi sekaligus membangun budaya mutu yang lebih terintegrasi di lingkungan perguruan tinggi.
 
 
“Harapan besar kami, semoga Program Studi S1 K3 UBMG terus tumbuh dan berkembang, mendapatkan pengakuan mutu dan penerimaan yang semakin luas di masyarakat. Sebagai program studi yang dibutuhkan, kami memohon dukungan dan bimbingan para asesor untuk memperkuat Prodi K3 UBMG sehingga dapat menjadi salah satu program studi pilihan utama masyarakat,” kata Rektor.
 
 
Sementara itu, asesor Prof. Dr. Drs. Sutanto Pryo Hastono, M.Kes. menjelaskan bahwa asesmen lapangan merupakan bagian dari proses penjaminan mutu untuk melihat kesesuaian penyelenggaraan pendidikan dengan standar yang telah ditetapkan.
 
 
Menurutnya, proses asesmen akan mencermati berbagai aspek penting dalam penyelenggaraan Program Studi S1 K3, mulai dari proses pembelajaran, kurikulum, sumber daya manusia, kegiatan akademik, fasilitas, hingga tata kelola program studi.
 
 
“Kami ingin mendalami dan mengetahui data-data yang ada di Program Studi S1 K3. Kami akan mengecek dokumen dan melakukan wawancara dengan unsur-unsur terkait dalam proses akreditasi ini. Jadi tidak perlu tegang,” ujarnya.
 
 
Ia menegaskan, kehadiran asesor dalam asesmen lapangan bukan dalam rangka menggurui, melainkan untuk melakukan verifikasi dan pendalaman terhadap data serta informasi yang telah disampaikan dalam dokumen akreditasi.
 
 
Asesor lainnya, Cecep Heriana, SKM., MPH., Ph.D., mengawali sambutannya dengan pantun penyemangat sebelum menyampaikan bahwa proses asesmen akan dilakukan melalui diskusi dan pendalaman terhadap berbagai aspek penyelenggaraan Program Studi K3.
 
 
“Hari ini kami akan berdiskusi dan menggali terkait dengan Program Studi K3. Kami menargetkan besok sore sudah selesai, sehingga kami mohon kerja samanya agar seluruh proses dapat berjalan secara efektif,” ungkapnya.
 
 
Cecep juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Yayasan, Rektor, serta seluruh jajaran UBMG yang telah memfasilitasi dan mempersiapkan pelaksanaan asesmen lapangan.
 
 
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan seremonial pembukaan, pengenalan panel asesor, serta sesi inti asesmen antara Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dan Program Studi S1 K3 sesuai agenda asesmen lapangan LAM-PTKes.
 
 
Pelaksanaan asesmen lapangan ini menjadi momentum penting bagi UBMG untuk melakukan refleksi sekaligus menunjukkan berbagai capaian dan pengembangan yang telah dilakukan Program Studi S1 K3. Lebih dari sekadar proses reakreditasi, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan UBMG dalam membangun tata kelola akademik yang bermutu, adaptif, relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
 
 
Melalui penguatan sistem penjaminan mutu, pengembangan kapasitas akademik, dan peningkatan relevansi program studi, UBMG terus memperkuat langkah transformasinya menuju perguruan tinggi yang Unggul, Berkarakter, dan Mengglobal, serta menjadi institusi pendidikan tinggi yang semakin dipercaya dan diperhitungkan di Gorontalo, Sulawesi, dan Indonesia Timur. (Hms)
Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)