Kampus UBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan International Week 2026 melalui rapat finalisasi panitia yang digelar di Ruang Akreditasi UBMG, Selasa (15/9/2026).
Rapat tersebut dipimpin Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., dan dihadiri jajaran panitia International Week. Pertemuan ini menjadi tahap akhir untuk memastikan seluruh rangkaian agenda siap dilaksanakan sebelum kegiatan perdana dimulai pada Rabu (16/9/2026).
International Week 2026 akan diawali dengan kedatangan dan penjemputan dosen asing asal Filipina di Bandara Jalaluddin Gorontalo oleh tim UBMG. Kehadiran para visiting lecturer tersebut menjadi bagian dari komitmen UBMG dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih global bagi sivitas akademika.
Dr. Ayu menjelaskan, rapat finalisasi difokuskan pada pengecekan kesiapan setiap lini yang bertanggung jawab terhadap rangkaian kegiatan, mulai dari visiting lecturer, city tour, hingga seminar internasional.
“Rapat finalisasi ini untuk memastikan setiap lini yang mempersiapkan kegiatan masing-masing, mulai dari visiting lecturer, city tour, kemudian seminar internasional, sudah selesai persiapannya. Insyaallah besok kami siap melaksanakan agenda perdana rangkaian visiting lecturer di Universitas Bina Mandiri Gorontalo,” ujar Dr. Ayu.
Menurutnya, persiapan tidak hanya mencakup agenda internal kampus, tetapi juga koordinasi dengan berbagai instansi dan mitra eksternal yang akan terlibat dalam rangkaian kegiatan. Para dosen dari Filipina nantinya tidak hanya hadir untuk memberikan kuliah, tetapi juga dijadwalkan berbagi kepakaran melalui diskusi dan kegiatan akademik di sejumlah instansi mitra sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Karena kita melibatkan agenda-agenda eksternal dan internal, kami memastikan kesiapan instansi mitra eksternal yang akan memfasilitasi diskusi atau simposium. Kami juga memastikan fakultas telah menyelesaikan koordinasi dengan instansi-instansi terkait,” jelasnya.
Di lingkungan internal UBMG, panitia turut memastikan kesiapan fakultas dalam menyediakan ruangan, logistik, serta agenda akademik yang akan melibatkan para visiting lecturer. Kehadiran dosen asing tersebut dirancang tidak sebatas memberikan perkuliahan, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan dalam pengembangan kurikulum, diskusi manajerial bersama fakultas dan dekanat, hingga berbagai aktivitas akademik lainnya.
“Rangkaian agendanya bukan hanya datang saja, tetapi mereka akan mengajar, terlibat dalam diskusi kurikulum, diskusi manajerial dengan fakultas dan dekanat, dan lain-lain. Karena itu, kami memastikan seluruh agenda disiapkan dengan baik dan seluruh persiapannya telah selesai,” tambah Dr. Ayu.
Salah satu agenda yang menjadi highlight International Week 2026 adalah International Interdisciplinary Conference on Sustainable Development Goals (IICSDGs). Menjelang pelaksanaannya, panitia memastikan berbagai kebutuhan peserta telah dipersiapkan, mulai dari starter kit, konsumsi, sertifikat, hingga kebutuhan teknis lainnya.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya UBMG untuk menghadirkan kegiatan internasional yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman dan layanan yang baik bagi seluruh peserta.
“Harapannya peserta tidak hanya mendapatkan materi dan ilmu, tetapi juga mendapatkan output lainnya, seperti pengakuan dalam bentuk sertifikat serta pelayanan yang baik selama mengikuti kegiatan,” ungkapnya.
Pelaksanaan International Week 2026 juga menjadi momentum penting bagi UBMG. Kegiatan ini merupakan tahun ketiga UBMG menyelenggarakan dan menyambut visiting lecturer dari luar negeri, dengan jumlah dosen asing yang semakin bertambah dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Dr. Ayu berharap peningkatan skala kegiatan tersebut dapat semakin memperluas manfaat kolaborasi internasional yang dibangun UBMG, baik bagi mahasiswa maupun mitra eksternal.
“Karena ini merupakan tahun ketiga UBMG menyelenggarakan atau menyambut dosen asing, harapannya visiting lecturer kali ini, karena jumlah dosennya lebih banyak, mudah-mudahan dapat membagikan kepakaran mereka dan memberikan manfaat bagi mahasiswa UBMG,” tuturnya.
Ia juga berharap pertukaran pengetahuan tersebut dapat memberikan dampak lebih luas melalui jejaring mitra UBMG, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui International Week 2026, UBMG terus memperkuat langkahnya sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi global. Kehadiran akademisi internasional di lingkungan kampus diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan sivitas akademika, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama, mendorong pertukaran pengetahuan, serta membuka peluang kolaborasi akademik dan riset yang berkelanjutan.
International Week 2026 menjadi salah satu wujud nyata komitmen UBMG dalam menghadirkan atmosfer akademik berwawasan global dan memperkuat posisi kampus sebagai bagian dari jejaring pendidikan tinggi internasional. (Hms)
Rapat tersebut dipimpin Kepala Kantor Urusan Internasional (KUI) UBMG, Dr. Ayu Anastasya Rachman, M.A., dan dihadiri jajaran panitia International Week. Pertemuan ini menjadi tahap akhir untuk memastikan seluruh rangkaian agenda siap dilaksanakan sebelum kegiatan perdana dimulai pada Rabu (16/9/2026).
International Week 2026 akan diawali dengan kedatangan dan penjemputan dosen asing asal Filipina di Bandara Jalaluddin Gorontalo oleh tim UBMG. Kehadiran para visiting lecturer tersebut menjadi bagian dari komitmen UBMG dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus menghadirkan pengalaman pembelajaran yang lebih global bagi sivitas akademika.
Dr. Ayu menjelaskan, rapat finalisasi difokuskan pada pengecekan kesiapan setiap lini yang bertanggung jawab terhadap rangkaian kegiatan, mulai dari visiting lecturer, city tour, hingga seminar internasional.
“Rapat finalisasi ini untuk memastikan setiap lini yang mempersiapkan kegiatan masing-masing, mulai dari visiting lecturer, city tour, kemudian seminar internasional, sudah selesai persiapannya. Insyaallah besok kami siap melaksanakan agenda perdana rangkaian visiting lecturer di Universitas Bina Mandiri Gorontalo,” ujar Dr. Ayu.
Menurutnya, persiapan tidak hanya mencakup agenda internal kampus, tetapi juga koordinasi dengan berbagai instansi dan mitra eksternal yang akan terlibat dalam rangkaian kegiatan. Para dosen dari Filipina nantinya tidak hanya hadir untuk memberikan kuliah, tetapi juga dijadwalkan berbagi kepakaran melalui diskusi dan kegiatan akademik di sejumlah instansi mitra sesuai bidang keahlian masing-masing.
“Karena kita melibatkan agenda-agenda eksternal dan internal, kami memastikan kesiapan instansi mitra eksternal yang akan memfasilitasi diskusi atau simposium. Kami juga memastikan fakultas telah menyelesaikan koordinasi dengan instansi-instansi terkait,” jelasnya.
Di lingkungan internal UBMG, panitia turut memastikan kesiapan fakultas dalam menyediakan ruangan, logistik, serta agenda akademik yang akan melibatkan para visiting lecturer. Kehadiran dosen asing tersebut dirancang tidak sebatas memberikan perkuliahan, tetapi juga membuka ruang pertukaran gagasan dalam pengembangan kurikulum, diskusi manajerial bersama fakultas dan dekanat, hingga berbagai aktivitas akademik lainnya.
“Rangkaian agendanya bukan hanya datang saja, tetapi mereka akan mengajar, terlibat dalam diskusi kurikulum, diskusi manajerial dengan fakultas dan dekanat, dan lain-lain. Karena itu, kami memastikan seluruh agenda disiapkan dengan baik dan seluruh persiapannya telah selesai,” tambah Dr. Ayu.
Salah satu agenda yang menjadi highlight International Week 2026 adalah International Interdisciplinary Conference on Sustainable Development Goals (IICSDGs). Menjelang pelaksanaannya, panitia memastikan berbagai kebutuhan peserta telah dipersiapkan, mulai dari starter kit, konsumsi, sertifikat, hingga kebutuhan teknis lainnya.
Hal tersebut menjadi bagian dari upaya UBMG untuk menghadirkan kegiatan internasional yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman dan layanan yang baik bagi seluruh peserta.
“Harapannya peserta tidak hanya mendapatkan materi dan ilmu, tetapi juga mendapatkan output lainnya, seperti pengakuan dalam bentuk sertifikat serta pelayanan yang baik selama mengikuti kegiatan,” ungkapnya.
Pelaksanaan International Week 2026 juga menjadi momentum penting bagi UBMG. Kegiatan ini merupakan tahun ketiga UBMG menyelenggarakan dan menyambut visiting lecturer dari luar negeri, dengan jumlah dosen asing yang semakin bertambah dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Dr. Ayu berharap peningkatan skala kegiatan tersebut dapat semakin memperluas manfaat kolaborasi internasional yang dibangun UBMG, baik bagi mahasiswa maupun mitra eksternal.
“Karena ini merupakan tahun ketiga UBMG menyelenggarakan atau menyambut dosen asing, harapannya visiting lecturer kali ini, karena jumlah dosennya lebih banyak, mudah-mudahan dapat membagikan kepakaran mereka dan memberikan manfaat bagi mahasiswa UBMG,” tuturnya.
Ia juga berharap pertukaran pengetahuan tersebut dapat memberikan dampak lebih luas melalui jejaring mitra UBMG, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui International Week 2026, UBMG terus memperkuat langkahnya sebagai perguruan tinggi yang terbuka terhadap kolaborasi global. Kehadiran akademisi internasional di lingkungan kampus diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan sivitas akademika, tetapi juga memperluas jejaring kerja sama, mendorong pertukaran pengetahuan, serta membuka peluang kolaborasi akademik dan riset yang berkelanjutan.
International Week 2026 menjadi salah satu wujud nyata komitmen UBMG dalam menghadirkan atmosfer akademik berwawasan global dan memperkuat posisi kampus sebagai bagian dari jejaring pendidikan tinggi internasional. (Hms)