Kampus UBMG - Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) meneguhkan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi mutu melalui pelaksanaan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 yang digelar di lapangan kampus, Sabtu (2/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh seluruh sivitas akademika UBMG, mulai dari pimpinan Universitas, Dosen, Tenaga Kependidikan, hingga mahasiswa. Upacara dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo (YBMG), Dr. Azis Rachman, MM selaku pembina upacara.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan UUD 1945, dilanjutkan dengan amanat pembina upacara, serta penampilan lagu-lagu nasional oleh paduan suara kampus yang menambah semangat nasionalisme dan kebangsaan.
Dalam amanatnya, Dr. Azis menegaskan bahwa peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis untuk melakukan refleksi akademik terhadap peran pendidikan tinggi dalam menjawab dinamika global dan kebutuhan pembangunan nasional.
“Dengan mengusung Tema Menguatkan Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, harus dimaknai sebagai panggilan kolektif bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk menghadirkan sistem pembelajaran yang kolaboratif, inklusif, dan berbasis pada penguatan kualitas,” ujar Dr. Azis.
Ia menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab epistemik dan sosial dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, daya saing, serta kepekaan terhadap persoalan masyarakat.
“Perguruan tinggi di bawah naungan YBMG harus menjadi pusat keunggulan yang mengintegrasikan Tridharma perguruan tinggi secara holistik dari sisi pendidikan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, dalam satu ekosistem akademik yang berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dr. Azis menyampaikan bahwa penguatan mutu pendidikan di Kampus UBMG dilakukan melalui transformasi berkelanjutan, baik dalam aspek kurikulum berbasis kebutuhan pengguna lulusan, pengembangan kapasitas dosen, maupun penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran yang representatif dan inklusif.
“Kami terus mendorong inovasi dalam proses pembelajaran, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan penguatan jejaring kerja sama dengan berbagai mitra strategis, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional. Ini penting untuk memastikan lulusan UBMG memiliki relevansi dan daya saing global,” jelas Dr. Azis.
Dalam konteks inklusivitas, UBMG juga menunjukkan komitmen nyata melalui pengembangan fasilitas ramah disabilitas dan penciptaan lingkungan belajar yang setara bagi seluruh mahasiswa.
“Pendidikan yang bermutu harus mampu menjangkau semua kalangan tanpa diskriminasi. UBMG berkomitmen menjadi kampus inklusif yang memberikan akses dan kesempatan yang adil bagi setiap individu untuk berkembang,” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Dr. Azis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh dosen dan tenaga pendidik atas dedikasi dan kontribusinya dalam mencetak generasi unggul.
“Dosen dan guru adalah aktor kunci dalam transformasi pendidikan. Dedikasi dan profesionalisme mereka merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter,” ungkapnya.
Menutup amanatnya, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang unggul dan berkeadilan.
“Mari kita bergerak bersama, berkolaborasi, dan berinovasi dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak. Dari Gorontalo, kita berkontribusi untuk Indonesia. Masa depan bangsa ada di tangan generasi muda yang hari ini kita didik,” tegas Dr. Azis.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana peringatan Hardiknas 2026 di UBMG semakin semarak dengan penyelenggaraan lomba fashion show yang diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta jajaran pimpinan kampus. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kreativitas dan ekspresi sivitas akademika, tetapi juga memperkuat kebersamaan, kekompakan, serta semangat kolaboratif dalam lingkungan kampus.
Melalui perpaduan antara kegiatan seremonial yang khidmat dan aktivitas kreatif yang partisipatif, Kampus UBMG berhasil menghadirkan peringatan Hardiknas yang tidak hanya sarat makna akademik, tetapi juga membangun atmosfer kampus yang dinamis, inklusif, dan berdaya saing. (hms)