Kampus
UBMG — Universitas Bina Mandiri
Gorontalo (UBMG) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong
internasionalisasi pendidikan tinggi melalui program Student Exchange
bersama Pangasinan State University (PSU), Filipina. Sebagai bagian dari
persiapan, UBMG menggelar pertemuan virtual bersama calon peserta program
melalui Zoom Meeting, Kamis (13/8/2026).
Pertemuan yang dipimpin Kepala
Kantor Urusan Internasional (KUI) UBMG, Dr.
Ayu Anastasya Rachman, S.IP., M.A., tersebut diikuti oleh 11 mahasiswa
dan satu dosen pendamping dari Pangasinan State University. Pertemuan menjadi
momentum untuk memastikan kesiapan peserta sekaligus menyamakan pemahaman
terkait berbagai agenda yang akan mereka ikuti selama berada di Gorontalo.
Dalam pertemuan tersebut, UBMG
bersama para peserta membahas rangkaian kegiatan yang dirancang tidak hanya
berorientasi pada pembelajaran akademik, tetapi juga memberikan pengalaman
langsung mengenai kehidupan sosial, budaya, dan potensi daerah. Agenda tersebut
meliputi pembelajaran Bahasa Indonesia
bagi Penutur Asing (BIPA), kunjungan kampus dan sekolah, seminar
internasional, kegiatan biodiversitas, hingga aktivitas sosial dan budaya.
Salah satu agenda unggulan dalam
program ini adalah Cultural Exchange
Program yang dirancang sebagai ruang interaksi antara mahasiswa
Indonesia dan Filipina. Melalui kegiatan tersebut, peserta akan saling
mengenal, berbagi pengalaman, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dari
masing-masing negara.
Pertukaran budaya akan dikemas
secara kreatif melalui cultural presentation, traditional games exchange,
culinary and food culture exchange, traditional costume showcase, serta music
and dance exchange. Rangkaian ini diharapkan dapat membangun pemahaman
lintas budaya sekaligus memperkuat nilai persahabatan di antara mahasiswa kedua
negara.
Dr. Ayu Anastasya Rachman
mengatakan, program tersebut diharapkan memberikan pengalaman baru yang
berkesan bagi mahasiswa Pangasinan State University selama berada di Gorontalo.
“Kami berharap mahasiswa asing yang
mengikuti program ini bisa mendapatkan banyak hal baru dan menarik selama
berada di Gorontalo. Kurang lebih 11 hari mereka akan mengikuti berbagai
kegiatan, dan tentunya kami berharap pengalaman tersebut dapat memberikan
manfaat bagi mereka, baik dari sisi akademik maupun pengalaman budaya,” ujar
Dr. Ayu.
Menurutnya, program Student
Exchange tidak sekadar menjadi kesempatan untuk belajar di lingkungan
akademik yang berbeda, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal
budaya, kehidupan masyarakat, lingkungan, serta potensi yang dimiliki
Gorontalo.
Selama berada di Gorontalo, para peserta
dijadwalkan mengikuti berbagai aktivitas berbasis pengalaman langsung, mulai
dari kunjungan ke sekolah, eksplorasi UMKM dan budaya lokal, seminar
internasional, hingga Biodiversity
Project di kawasan Olele. Peserta juga akan mendapatkan pengalaman mengenal
kekayaan biodiversitas laut Gorontalo, termasuk melalui agenda pengenalan whale
shark.
Kehadiran mahasiswa dan dosen dari
Filipina tersebut sekaligus menjadi momentum strategis bagi UBMG untuk
memperkuat hubungan kelembagaan dan jejaring akademik internasional bersama
Pangasinan State University. Interaksi yang terbangun diharapkan dapat membuka
ruang kolaborasi yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, penelitian,
pengabdian kepada masyarakat, maupun program mobilitas mahasiswa di masa mendatang.
Melalui program ini, UBMG tidak
hanya berupaya menghadirkan pengalaman internasional bagi mahasiswa asing,
tetapi juga memperkenalkan Gorontalo sebagai bagian dari Indonesia yang
memiliki kekayaan budaya, potensi pendidikan, dan biodiversitas yang bernilai.
Dengan demikian, program Student Exchange menjadi ruang pembelajaran dua
arah sekaligus bagian dari strategi UBMG dalam membangun reputasi sebagai
perguruan tinggi yang aktif dalam kolaborasi global.
Program tersebut semakin menegaskan
komitmen Universitas Bina Mandiri Gorontalo dalam menghadirkan pendidikan
tinggi yang terbuka terhadap dunia internasional, memperluas jejaring akademik,
dan mempersiapkan generasi muda yang mampu berinteraksi dalam lingkungan
global, sejalan dengan visi UBMG: “Unggul,
Berkarakter dan Mengglobal.” (Hms)