Ujian Seminar Proposal Perdana Prodi Teknologi Pendidikan UBMG, Tandai Penguatan Budaya dan Mutu Akademik

30 April 2026 Akademik
Ujian Seminar Proposal Perdana Prodi Teknologi Pendidikan UBMG, Tandai Penguatan Budaya dan Mutu Akademik

Kampus UBMG – Program Studi (Prodi) S1 Teknologi Pendidikan (Tekpen) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB) Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) melaksanakan Ujian Seminar Proposal perdana, Rabu (8/4/2026), di Ruang Sidang 1A Kampus UBMG. 

Kegiatan akademik ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengembangan Prodi Teknologi Pendidikan UBMG sekaligus menandai semakin kuatnya budaya riset mahasiswa di lingkungan fakultas.

Ujian seminar proposal tersebut dihadiri oleh Plt Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik dan Sistem Informasi UBMG, Rizal, M.Si, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya (FIPB) Dr. Imam Mashudi, M.Pd, Ketua Program Studi, dosen pembimbing, serta para dosen penguji. Untuk memperkaya perspektif akademik dan menjaga kualitas penilaian ilmiah, turut hadir pula dosen penguji eksternal, yakni Prof. Dr. Novianty Djafri, M.Pd dan Abd. Rahman K. Makruf, M.Pd.

Sebanyak empat mahasiswa mengikuti ujian proposal perdana ini, yakni Meilan Matiti, Nur Ayu Winingsih, Yurike Bala, dan Zihan Usman. Keempat mahasiswa tersebut mempresentasikan rancangan penelitian yang memuat latar belakang masalah, kerangka teoritis, metodologi penelitian, serta rencana pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi pendidikan.

Pelaksanaan ujian seminar proposal ini menjadi tahap penting dalam proses akademik mahasiswa sebelum memasuki fase penelitian lapangan. Melalui forum akademik ini, mahasiswa memperoleh berbagai masukan konstruktif dari para penguji guna menyempurnakan desain penelitian yang akan dilaksanakan.

Plt Warek I UBMG Rizal, M.Si dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa Prodi Teknologi Pendidikan yang telah mencapai tahap seminar proposal.

“Saya mengucapkan selamat kepada empat mahasiswa Prodi Teknologi Pendidikan yang hari ini mengikuti ujian seminar proposal. Tahapan ini merupakan bagian penting dalam proses akademik mahasiswa untuk menguji kesiapan rancangan penelitian sebelum memasuki tahap pelaksanaan penelitian yang sesungguhnya,” ujar Plt Warek Rizal.

Ia juga menjelaskan bahwa seminar proposal bukan sekadar formalitas akademik, tetapi merupakan ruang diskusi ilmiah yang bertujuan memperkuat kualitas metodologi penelitian mahasiswa.

“Dalam seminar proposal ini tentu akan banyak saran, koreksi, dan penguatan metodologis dari para dosen penguji. Hal tersebut sangat penting agar penelitian yang dilakukan memiliki dasar ilmiah yang kuat, sistematis, dan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang teknologi pendidikan,” tambahnya.

Plt Warek Rizal juga mendorong para mahasiswa untuk menjaga konsistensi dan disiplin dalam menyelesaikan tahapan penelitian sehingga dapat menuntaskan studi tepat waktu.

“Kami memberikan apresiasi atas semangat juang mahasiswa dalam menjalani proses akademik ini. Diharapkan proses penelitian dapat diselesaikan maksimal dalam waktu dua bulan sehingga mahasiswa dapat segera melanjutkan ke tahap Ujian Skripsi dan berpeluang mengikuti Wisuda pada November 2026 mendatang,” ungkapnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Budaya UBMG, Dr. Imam Mashudi, M.Pd, mengungkapkan bahwa pelaksanaan ujian proposal perdana ini memiliki makna historis bagi perkembangan Prodi Teknologi Pendidikan di UBMG.

Menurutnya, empat mahasiswa yang mengikuti ujian tersebut merupakan pilot project dari angkatan awal yang menjadi bagian dari sejarah perjalanan akademik Prodi Teknologi Pendidikan.

“Kami merasa haru dan bangga karena empat mahasiswa ini menjadi peserta ujian proposal pertama di Prodi Teknologi Pendidikan UBMG. Mereka adalah bagian dari generasi awal yang akan menjadi representasi kualitas lulusan dari program studi ini di masa depan,” ujar Dekan Imam. 

Ia juga menjelaskan bahwa Prodi S1 Teknologi Pendidikan UBMG berdiri pada tahun 2022 bersamaan dengan lahirnya FIPB. Sejak awal berdirinya, prodi ini dirancang untuk menjawab tantangan perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan yang semakin dinamis.

“Teknologi Pendidikan merupakan bidang yang sangat strategis di era transformasi digital saat ini. Dengan dukungan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan inovasi pembelajaran, media digital, serta sistem pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif terhadap kebutuhan zaman,” jelas Dekan Imam.

Dr. Imam juga memberikan apresiasi kepada seluruh dosen yang telah berkontribusi dalam membina mahasiswa hingga mencapai tahap seminar proposal.

“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh dosen di lingkungan FIPB, khususnya Prodi Teknologi Pendidikan, yang telah bekerja keras mendampingi mahasiswa dalam proses akademik. Pembimbingan yang intensif menjadi kunci dalam menghasilkan penelitian mahasiswa yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan,” Ujar Dekan Imam.

Lebih lanjut, ia berharap Prodi Teknologi Pendidikan UBMG dapat terus berkembang dan menjadi salah satu program studi unggulan di lingkungan FIPB.

“Kami berharap Prodi Teknologi Pendidikan dapat menjadi program studi percontohan di FIPB dalam pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Ke depan, kami optimistis prodi ini mampu melahirkan lulusan yang kompeten, kreatif, serta memiliki daya saing dalam pengembangan pendidikan berbasis digital,” tambahnya.

Pelaksanaan ujian seminar proposal ini sekaligus mencerminkan komitmen UBMG dalam memperkuat ekosistem akademik yang berbasis riset, inovasi, dan pengembangan keilmuan. Melalui proses akademik yang terstruktur dan berkualitas, UBMG terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan dan masyarakat.

Dengan terselenggaranya ujian proposal perdana ini, diharapkan para mahasiswa dapat melanjutkan tahap penelitian dengan baik serta menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi dalam pemanfaatan teknologi untuk kemajuan dunia pendidikan. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)