9 Mahasiswa FSTIK UBMG Ikuti Seminar Proposal Penelitian, Perkuat Budaya Akademik Unggul dan Riset Berkualitas

15 Juni 2026 Akademik
9 Mahasiswa FSTIK UBMG Ikuti Seminar Proposal Penelitian, Perkuat Budaya Akademik Unggul dan Riset Berkualitas

Kampus UBMG - Komitmen dalam membangun budaya akademik yang unggul, berintegritas, dan berbasis riset terus diperkuat oleh Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) melalui pelaksanaan Ujian Seminar Proposal Karya Tulis Ilmiah (KTI) Program Studi (Prodi) D3 Analis Kesehatan dan Seminar Proposal Skripsi Prodi S1 Gizi, Fakultas Sains dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), yang berlangsung pada Selasa (12/5/2026) di Ruang Ujian 1A Kampus UBMG.

Kegiatan akademik tersebut diikuti oleh sembilan mahasiswa yang telah memasuki tahapan penting dalam proses penyelesaian studi. Seminar proposal menjadi bagian strategis dalam membangun kompetensi ilmiah mahasiswa, sekaligus mengukur kesiapan akademik sebelum melaksanakan penelitian di lapangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Wakil Rektor (Warek) I Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Rizal, M.Si Dekan FSTIK Adnan Malaha, M.Si, Ketua Prodi D3 Analis Kesehatan, dosen penguji serta pembimbing yang turut memberikan evaluasi akademik terhadap rancangan penelitian mahasiswa.

Plt. Warek I, Rizal, M.Si menegaskan bahwa seminar proposal merupakan ruang pembelajaran akademik yang sangat penting dalam membentuk karakter mahasiswa yang kritis, inovatif, dan berintegritas.

“Seminar proposal bukan sekadar tahapan akademik formalitas, tetapi menjadi proses pembentukan kualitas intelektual mahasiswa. Pada tahap ini mahasiswa dilatih untuk berpikir sistematis, ilmiah, objektif, dan mampu mempertanggungjawabkan ide penelitiannya secara akademik,” ujar Plt Warek Rizal, M.Si.

Ia menambahkan bahwa UBMG terus mendorong terciptanya ekosistem akademik yang unggul melalui penguatan budaya riset dan peningkatan kualitas karya ilmiah mahasiswa.

“Kampus UBMG berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, etika ilmiah, dan kemampuan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap proses akademik harus dijalankan secara serius dan berkualitas,” tambahnya.

Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti seminar proposal harus mampu memahami secara mendalam substansi penelitian yang telah disusun, mulai dari latar belakang, metodologi, hingga urgensi penelitian yang dilakukan.

“Tim penguji akan menguji sejauh mana mahasiswa menguasai proposal penelitiannya. Kemampuan menjawab pertanyaan secara ilmiah dan argumentatif menjadi indikator kesiapan mahasiswa untuk turun melakukan penelitian di lapangan,” jelas Rizal, M.Si.

Sementara itu, Dekan FSTIK UBMG, Adnan Malaha, M.Si menekankan bahwa proses seminar proposal di lingkungan FSTIK dilaksanakan berdasarkan standar mutu akademik dan pedoman institusi yang mengedepankan profesionalisme serta integritas ilmiah.

“Pelaksanaan seminar proposal harus sesuai dengan pedoman akademik yang berlaku. Ini penting untuk memastikan bahwa penelitian mahasiswa memiliki kualitas metodologis yang baik, relevan dengan perkembangan ilmu kesehatan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ungkap Dekan Adnan.

Ia juga menjelaskan bahwa seminar proposal merupakan forum akademik untuk menguji kelayakan rencana penelitian mahasiswa secara objektif dan konstruktif.

“Tim penguji akan memberikan berbagai masukan, koreksi, dan penguatan terhadap proposal mahasiswa. Penilaian tidak hanya dilihat dari kualitas tulisan, tetapi juga dari kemampuan analisis, penguasaan teori, keaktifan berdiskusi, dan sikap akademik mahasiswa selama ujian berlangsung,” terangnya.

Lebih lanjut, Adnan Malaha berharap mahasiswa FSTIK UBMG dapat menjadi generasi akademik yang memiliki semangat belajar tinggi, menjunjung etika penelitian, serta mampu menghasilkan karya ilmiah yang inovatif dan solutif. 

“Kami ingin mahasiswa FSTIK UBMG menjadi insan akademik yang unggul, percaya diri, dan berintegritas. Penelitian yang dilakukan mahasiswa diharapkan tidak hanya memenuhi syarat akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat,” tutur Dekan Adnan.

Pelaksanaan seminar proposal ini menjadi bukti nyata konsistensi Universitas Bina Mandiri Gorontalo dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset, inovasi, dan integritas ilmiah. Melalui pembinaan akademik yang berkelanjutan, Kampus UBMG terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas, adaptif terhadap tantangan zaman, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.

Dengan semangat Unggul, Berkarakter dan Mengglobal, Kampus UBMG terus mempertegas perannya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan kapasitas riset, serta pencetakan lulusan profesional yang kompeten, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)