Akademi Kuliner FPPBMG Hadirkan Praktisi Nasional, Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Jiwa Kewirausahaan

15 Juli 2026 Kegiatan
Akademi Kuliner FPPBMG Hadirkan Praktisi Nasional, Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Jiwa Kewirausahaan

FPPBMG – Forum Pengerak Perempuan Bina Mandiri Gorontalo (FPPBMG) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul, kreatif, dan berdaya saing melalui pelaksanaan Akademi Kuliner.

Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Gizi Kampus UBMG, Sabtu (6/6/2026) ini menjadi wadah penguatan kompetensi perempuan dalam bidang kuliner, gizi, kesehatan keluarga, serta kewirausahaan.

Kegiatan tersebut merupakan program kolaboratif antara Bidang Kewirausahaan dan Bidang Kesehatan FPPBMG bersama Program Studi S1 Gizi UBMG sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Akademi Kuliner kali ini menghadirkan narasumber utama, Hj. Martiningsih, SE, seorang praktisi kuliner berpengalaman dari Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembelajaran dan praktik langsung mengenai teknik pengolahan Ayam Goreng Kalasan, salah satu kuliner khas Nusantara yang memiliki cita rasa autentik, kandungan gizi yang baik, serta peluang usaha yang menjanjikan.

Kegiatan diikuti oleh pengurus FPPBMG, Tim Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Bone Bolango, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Program Studi S1 Gizi UBMG. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme, di mana peserta tidak hanya memperoleh materi teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan bahan, peracikan bumbu, teknik memasak, hingga penyajian produk kuliner yang menarik dan bernilai jual.

Ketua Umum FPPBMG yang juga Rektor Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG), Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, mengatakan bahwa Akademi Kuliner merupakan salah satu program strategis organisasi yang bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan melalui pendekatan pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan produktif.

Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan keterampilan memasak, tetapi juga menjadi media edukasi yang mengintegrasikan aspek ilmu gizi, kesehatan, teknologi pangan, manajemen usaha, dan kewirausahaan.

Akademi Kuliner ini merupakan wadah pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi perempuan, baik dalam mengelola pangan keluarga maupun dalam membangun usaha kuliner yang produktif. 

"FPPBMG ingin menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat nyata, sehingga peserta memperoleh keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dikembangkan menjadi peluang usaha," ujar Dr. Titin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menciptakan keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas. Oleh karena itu, penguatan kapasitas perempuan menjadi salah satu fokus utama FPPBMG melalui berbagai program edukatif dan pemberdayaan.

FPPBMG berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kualitas sumber daya perempuan dalam aspek pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi. 

"Kami ingin mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang kreatif, inovatif, dan memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai tambah bagi keluarga maupun masyarakat," tambahnya.

Dr. Titin juga menilai bahwa sektor kuliner saat ini menjadi salah satu bidang ekonomi kreatif yang memiliki prospek sangat menjanjikan. Dengan penguasaan keterampilan yang baik serta didukung pemahaman mengenai gizi dan manajemen usaha, perempuan memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha kuliner skala rumah tangga maupun usaha mikro yang berkelanjutan.

Pada kesempatan tersebut, peserta mempelajari berbagai teknik pengolahan Ayam Goreng Kalasan yang menjadi ciri khas menu pelatihan kali ini. Selain membahas komposisi bahan dan teknik memasak, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pemilihan bahan pangan yang berkualitas, pengolahan yang higienis, serta penyajian makanan yang menarik dan bernilai ekonomis. 

Instruktur Kuliner (Chef) Hj. Martiningsih, SE, membagikan pengalaman panjangnya dalam dunia kuliner, termasuk saat mengelola usaha katering dan rumah makan di Makassar dengan menu unggulan Ayam Goreng Kalasan.

Ia menjelaskan bahwa salah satu rahasia kelezatan Ayam Goreng Kalasan, terletak pada proses pengungkepan ayam yang dilakukan secara tepat agar bumbu meresap sempurna dan menghasilkan tekstur yang empuk.

"Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ayam sebaiknya diungkep selama kurang lebih 60 menit. Selain itu, untuk sambalnya dapat diperbanyak penggunaan bawang merah dan bawang putih agar menghasilkan cita rasa yang lebih kuat dan khas," jelasnya.

Menurutnya, kreativitas dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting dalam mengembangkan keterampilan kuliner. Ia mengaku selalu mencari referensi dan mempelajari berbagai resep baru ketika berkunjung ke daerah-daerah lain.

"Kalau saya bepergian ke daerah lain dan menemukan makanan yang unik, saya selalu mencoba mencari tahu resep dan cara membuatnya. Setelah kembali ke rumah, resep tersebut saya praktikkan dan sesuaikan. Tidak harus menu yang mahal, yang penting bahan mudah diperoleh, terjangkau, dan rasanya disukai keluarga. Dari situ sering lahir ide-ide menu yang kemudian bisa dikembangkan menjadi usaha," tutur Hj. Martiningsih.

Melalui Akademi Kuliner ini, peserta juga diajak memahami bahwa kuliner bukan hanya tentang memasak, tetapi juga berkaitan erat dengan kesehatan, ketahanan pangan keluarga, dan pengembangan ekonomi kreatif. 

Sebuah menu sederhana seperti Ayam Goreng Kalasan dapat memiliki nilai tambah yang tinggi apabila diolah dengan baik, memiliki cita rasa khas, memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan, serta didukung strategi pemasaran yang tepat.

Kolaborasi FPPBMG dengan Program Studi S1 Gizi UBMG dalam kegiatan ini juga menjadi bentuk implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran langsung yang memperkuat kompetensi akademik sekaligus keterampilan praktis di bidang gizi dan pangan.

Selain meningkatkan kemampuan memasak, Akademi Kuliner juga menjadi ruang berbagi pengalaman, transfer pengetahuan, serta penguatan jejaring antaranggota FPPBMG. 

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mengembangkan budaya belajar sepanjang hayat, meningkatkan kepercayaanl diri, serta memperluas wawasan mengenai peluang usaha berbasis kuliner.

Ke depan, FPPBMG bersama Universitas Bina Mandiri Gorontalo berkomitmen untuk terus mengembangkan Akademi Kuliner sebagai program berkelanjutan dengan menghadirkan berbagai menu khas Nusantara maupun inovasi pangan berbasis potensi lokal Gorontalo. Program ini diharapkan menjadi sarana pengembangan kompetensi perempuan sekaligus laboratorium pembelajaran yang memperkuat sinergi antara pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui berbagai program inovatif yang dilaksanakan secara berkelanjutan, FPPBMG dan UBMG terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak perempuan-perempuan yang cerdas, sehat, mandiri, produktif, dan berdaya saing. 

"Akademi Kuliner FPPBMG menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pembelajaran yang aplikatif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat," tutup Dr. Titin Dunggio. (hms)

Bagikan artikel ini:
Facebook WhatsApp
)