Kampus UBMG - Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) terus menegaskan komitmennya dalam membangun budaya akademik yang unggul, adaptif, dan berbasis integritas ilmiah melalui pelaksanaan Ujian Proposal Karya Tulis Ilmiah (KTI) Gelombang II Program Studi (Prodi) D3 Analis Kesehatan serta Ujian Skripsi Prodi S1 Administrasi Bisnis.
Kegiatan akademik tersebut menjadi bagian penting dalam proses penjaminan mutu pendidikan tinggi di lingkungan Kampus UBMG, sekaligus mencerminkan keseriusan kampus dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teoritis dan praktis, tetapi juga memiliki etika akademik, kemampuan riset, serta tanggung jawab ilmiah yang kuat.
Pelaksanaan Ujian Proposal KTI Gelombang II diselenggarakan oleh Prodi D3 Analis Kesehatan, Fakultas Sains, Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FSTIK), dan diikuti oleh delapan peserta ujian. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Rektor UBMG Rizal, M.Si, didampingi Dekan FSTIK Adnan Malaha, M.Si, Ketua Prodi D3 Analis Kesehatan, dosen pembimbing, dan tim penguji.
Dalam suasana akademik yang penuh semangat ilmiah, para mahasiswa mempresentasikan rancangan penelitian mereka di hadapan tim penguji sebagai bentuk implementasi kemampuan berpikir kritis, analitis, dan metodologis yang telah dibangun selama proses pembelajaran di kampus.
Plt Rektor UBMG, Rizal, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ujian proposal merupakan momentum penting dalam membangun karakter akademik mahasiswa, khususnya dalam menjaga integritas penelitian dan kualitas karya ilmiah.
“Selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil mencapai tahap seminar proposal. Ini bukan hanya pencapaian akademik, tetapi juga proses pembentukan mental ilmiah mahasiswa agar mampu menyusun penelitian yang objektif, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik,” ujar Plt Rektor Rizal, M.Si.
Menurutnya, Kampus UBMG terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang tidak sekadar memenuhi syarat akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan di masyarakat.
“Kami ingin setiap penelitian mahasiswa memiliki nilai kebermanfaatan, relevansi, dan integritas. Karena itu, seluruh proses penelitian harus dilakukan dengan menjunjung tinggi etika akademik, kejujuran ilmiah, validitas data, serta kedisiplinan metodologi penelitian,” tambah Plt Rektor Rizal, M.Si.
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa harus memanfaatkan seluruh masukan dari tim penguji sebagai bagian dari proses penyempurnaan kualitas penelitian sebelum turun ke lapangan.
Masukan dari tim penguji merupakan penguatan akademik yang sangat penting. Setelah seminar proposal ini, mahasiswa diharapkan segera melakukan perbaikan agar penelitian dapat berjalan optimal dan tepat waktu.
"Ujian akhir KTI akan dibuka pada Juli hingga Agustus mendatang, sehingga seluruh tahapan penelitian harus dipersiapkan dengan serius,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa mahasiswa Prodi D3 Analis Kesehatan juga akan menghadapi Uji Kompetensi (UKom) sebagai salah satu indikator profesionalisme lulusan bidang kesehatan.
“UKom menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa lulusan UBMG memiliki kompetensi dan kesiapan kerja yang sesuai dengan standar profesi. Karena itu, kualitas penelitian dan pemahaman akademik mahasiswa harus benar-benar matang sejak tahap proposal,” ungkap Plt Rektor Rizal.
Sementara itu, Dekan FSTIK UBMG Adnan Malaha, M.Si, mengatakan bahwa pelaksanaan seminar proposal merupakan bagian dari upaya kampus dalam membangun ekosistem riset yang berkualitas dan berorientasi pada pengembangan keilmuan.
“Seminar proposal ini bukan hanya proses administratif akademik, tetapi merupakan forum ilmiah untuk menguji kesiapan mahasiswa dalam memahami substansi penelitian secara menyeluruh, mulai dari latar belakang masalah, tujuan penelitian, metodologi, hingga manfaat penelitian bagi masyarakat,” tutur Dekan Adnan.
Ia menambahkan bahwa integritas penelitian menjadi salah satu prinsip utama yang terus ditekankan kepada seluruh mahasiswa di lingkungan FSTIK UBMG.
“Kami ingin menghasilkan lulusan yang memiliki kredibilitas akademik dan rekam jejak ilmiah yang baik. Karena itu, setiap karya ilmiah harus disusun secara mandiri, berbasis data yang valid, serta mampu dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun moral,” tegas Dekan Adnan.
Menurutnya, kualitas penelitian mahasiswa juga menjadi representasi mutu perguruan tinggi dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang kesehatan.
“UBMG terus berupaya memperkuat budaya riset dan inovasi melalui pendampingan akademik yang intensif, peningkatan kapasitas dosen pembimbing, serta pelaksanaan evaluasi ilmiah yang objektif dan profesional,” tambah Dekan Adnan.
Adapun delapan peserta Ujian Proposal KTI Gelombang II Program Studi D3 Analis Kesehatan yakni Indah Brigita C. Tanango, Niyanti A. Upingo, Novita A. Agi, Lutfia P. Djafar, Nur Rahmatia, Auralya V. Ahmad, Amalia Kamah, dan Anggun Laura.
Di tempat terpisah, suasana akademik yang sama juga berlangsung di Ruang Akreditasi UBMG melalui pelaksanaan Ujian Skripsi mahasiswa Prodi S1 Administrasi Bisnis, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UBMG, atas nama peserta ujian David Badu.
Pelaksanaan ujian skripsi tersebut menjadi tahapan akhir dalam mengukur kemampuan mahasiswa dalam mempertahankan hasil penelitian secara ilmiah, argumentatif, dan berbasis data.
Plt Rektor UBMG Rizal, M.Si, kembali memberikan motivasi kepada peserta agar mampu menunjukkan kualitas akademik terbaik dalam ujian akhir skripsi.
“Ujian skripsi merupakan puncak dari proses pembelajaran mahasiswa di perguruan tinggi. Karena itu, hasil penelitian yang telah disusun harus dipahami secara mendalam dan dipertahankan dengan argumentasi ilmiah yang kuat,” katanya.
Ia juga berharap mahasiswa mampu menjadikan penelitian sebagai sarana pengembangan kapasitas diri dan kontribusi terhadap dunia akademik maupun dunia kerja.
“Kami berharap lulusan UBMG tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, menyusun solusi berbasis riset, dan menjunjung tinggi integritas profesi di lingkungan kerja nantinya,” ujar Plt Rektor Rizal.
Wakil Dekan FEB UBMG, Nuzmerini Rauf, MM, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim penguji dan dosen pembimbing yang terus berkomitmen mendampingi mahasiswa hingga tahap akhir studi.
“Kualitas penelitian mahasiswa menjadi cerminan kualitas akademik perguruan tinggi. Karena itu, hasil penelitian harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, baik dari sisi teori, metodologi, maupun hasil analisis yang disajikan,” jelas Nuzmerini.
Ia menambahkan bahwa budaya akademik di lingkungan FEB UBMG terus diarahkan pada penguatan riset terapan dan pengembangan kompetensi mahasiswa yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
“UBMG terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan penelitian yang inovatif, solutif, dan mampu memberikan kontribusi terhadap pengembangan sektor ekonomi dan bisnis di masyarakat,” tegasnya.
Melalui pelaksanaan ujian proposal KTI dan ujian skripsi tersebut, UBMG semakin menunjukkan eksistensinya sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghadirkan pendidikan berkualitas melalui penguatan budaya riset, integritas akademik, inovasi pembelajaran, dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul, profesional, serta berdaya saing global. (hms)