FPPBMG — Universitas Bina Mandiri Gorontalo (UBMG) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan peran perempuan, pendidikan inklusif, dan pembangunan sumber daya manusia melalui peresmian Gedung Griya Mandiri Forum Penggerak Perempuan Bina Mandiri Gorontalo (FPPBMG), Jumat (8/5/2026) siang, di kompleks Kampus Universitas Bina Mandiri Gorontalo.
Peresmian gedung tersebut dilakukan langsung oleh Deputi Kesetaraan Gender, Kementerian Perlidungan Perempuan dan Anak, RI, Dr. Amurwani Dwi Lestariningsih, M.Hum yang hadir sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan ruang pemberdayaan perempuan berbasis pendidikan, sosial, kesehatan, hukum, dan ekonomi kreatif di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan ini turut dirangkaikan dengan Seminar Nasional Refleksi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang mengangkat tema “Inovasi Pendidikan Perempuan untuk Kepemimpinan Masa Depan”. Tema tersebut menjadi refleksi penting bahwa pendidikan perempuan merupakan investasi strategis dalam membangun generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Idah Syahidah Rusli Habibie, M.Hum, Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo Dr. Azis Rachman, MM, Rektor UBMG sekaligus Ketua Umum FPPBMG Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes, pejabat Kementerian PPPA RI, jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo, Kepala LLDikti Wilayah XVI, BKOW, organisasi perempuan, pimpinan perguruan tinggi se-Provinsi Gorontalo, kepala dinas, akademisi, serta berbagai mitra strategis lainnya.
Acara diawali dengan pemutaran video profil FPPBMG yang menampilkan berbagai program pemberdayaan dan layanan konsultasi bagi masyarakat, mulai dari layanan hukum, kesehatan perempuan dan anak, pendampingan UMKM, hingga penguatan literasi dan edukasi keluarga.
Dalam sambutannya, Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA RI, Dr. Amurwani Dwi Lestariningsih, mengapresiasi kesiapan dan keseriusan FPPBMG dalam membangun pusat pemberdayaan perempuan yang terintegrasi.
“Luar biasa persiapan yang dilakukan oleh FPPBMG. Ini menjadi contoh nyata bagaimana dukungan kaum bapak terhadap kemajuan perempuan dapat diwujudkan secara konkret melalui pendidikan, pendampingan, dan penguatan kapasitas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa potensi perempuan di Gorontalo sangat besar dan didukung oleh kultur sosial yang semakin inklusif terhadap kesetaraan gender. Menurutnya, indikator ketimpangan gender di Provinsi Gorontalo menunjukkan tren positif dengan penurunan angka indeks ketimpangan gender yang ditopang oleh sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Implementasi Pasal 28 UUD 1945 telah memberikan ruang kesetaraan bagi perempuan untuk memperoleh akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan yang sama. Tidak boleh ada perempuan yang tertinggal dari pendidikan, karena pendidikan dan kesehatan adalah dua hal utama yang tidak dapat dipisahkan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menyampaikan apresiasi terhadap perkembangan Kampus UBMG yang dinilai semakin progresif dalam membangun ekosistem pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
“Perkembangan pembangunan di Kampus UBMG sangat progresif. Hari ini kita menyaksikan banyak perempuan hebat hadir dan berkontribusi untuk kemajuan daerah. Berbicara tentang perempuan tidak akan pernah habis, karena di setiap sisi kehidupan selalu ada peran perempuan,” ungkap wagub Idah.
Ia juga menyoroti pentingnya kesehatan mental perempuan sebagai fondasi ketahanan keluarga dan masa depan generasi bangsa.
“Kesehatan mental perempuan sangat berharga, karena perempuan memikirkan keluarga, pendidikan anak-anak, dan masa depan generasi berikutnya,” tambahnya.
Ketua Yayasan Bina Mandiri Gorontalo, Dr. Azis Rachman, menegaskan bahwa peresmian Griya Mandiri FPPBMG merupakan bagian dari komitmen yayasan dalam memperkuat pemberdayaan perempuan melalui pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Peresmian Griya Mandiri FPPBMG ini merupakan wujud nyata komitmen Yayasan Bina Mandiri Gorontalo dalam mendukung peningkatan kualitas perempuan melalui pendidikan, pemberdayaan ekonomi, kesehatan, dan penguatan kapasitas kepemimpinan.
"Kami percaya bahwa perempuan yang berdaya akan melahirkan keluarga yang kuat dan masyarakat yang maju,” ujar Dr. Azis.
Ia juga menambahkan bahwa UBMG bersama FPPBMG terus membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, humanis, dan berdampak langsung kepada masyarakat.
“Kehadiran gedung ini bukan hanya sebagai fasilitas fisik, tetapi sebagai pusat kolaborasi, pengabdian, dan inovasi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya perempuan di Gorontalo,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Azis Rachman berharap Griya Mandiri FPPBMG dapat menjadi pusat gerakan perempuan berbasis akademik dan kewirausahaan yang mampu mendorong lahirnya perempuan-perempuan tangguh, mandiri, dan berdaya saing.
“Kami berharap Griya Mandiri FPPBMG dapat menjadi inspirasi gerakan perempuan berbasis akademik dan pengabdian masyarakat, sekaligus memperkuat posisi UBMG sebagai kampus unggul, berkarakter, dan mengglobal yang senantiasa hadir menjawab kebutuhan bangsa dan daerah,” tambah Dr. Azis.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UBMG sekaligus Ketua Umum FPPBMG, Dr. Titin Dunggio, M.Si, M.Kes menegaskan bahwa hadirnya Griya Mandiri FPPBMG merupakan bagian dari komitmen UBMG dalam menghadirkan kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keberpihakan terhadap pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Griya Mandiri FPPBMG akan menjadi pusat kolaborasi multidisiplin yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan advokasi perempuan berbasis inovasi.
“UBMG terus berkomitmen menjadi kampus yang unggul, berkarakter, dan mengglobal. Kehadiran Griya Mandiri FPPBMG menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memperkuat kualitas perempuan Indonesia melalui pendidikan, pendampingan, kewirausahaan, serta peningkatan kapasitas kepemimpinan,” ujar Rektor Titin.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga memperkuat positioning UBMG sebagai kampus yang aktif membangun jejaring strategis dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, kesetaraan gender, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melalui momentum peresmian Griya Mandiri FPPBMG dan Seminar Nasional Hardiknas 2026 ini, Kampus UBMG semakin menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap tantangan zaman, responsif terhadap isu sosial kemasyarakatan, dan konsisten melahirkan inovasi pendidikan yang berdampak luas bagi pembangunan daerah maupun nasional. (hms)